Tentang iklan-iklan ini
jump to navigation

Ngelmu Kaweruh Roso (Memanage Rasa) 2 Mei 2011

Posted by Bonsai Biker in Artikel Agama.
Tags: , , , , ,
28 comments

Brader sekalian kadang kita buenci terhadap sesuatu sehingga membuat kita alergi. Tanpa sadar kalau mendengar merek Y kita brtul-betul anti, satu sisi orang lain ketika mendengar merek h juga anti, tanpa memperdulikan berapa kadar baik atau buruknya. Tanpa sadar puمa tak jarang alergi ini melahirkan bom seperti di Cirebon, di JW Marriot, atau bahkan di WTC.

Tanpa sadar pula terkadang kita menyukai sesuatu sangat amat suka sehingga terjadilah apa yang disebut cinta buta. Dialah yang kita suka yang paling baik, dialah yang kita senang paling sempurna, yang lain jelek. Efeknya orang lain salah kita yang benar, orang lain jelek kita yang bik, orang lain perlu dibasmi kita yang harus eksis. Maka lahirlah juga bom demi melenyapkan yang kita anggap salah, meski paradigma salah atau benar itu masih kabur dimata banyaka orang.

YAKINLAH SETIAP SESUATU YANG KITA ANGGAP BAIK PASTI MENGANDUNG KADAR JELEK DAN SESUTATU YANG KITAANGGAP JELEK PASTI MENGANDUNG KADAR KEBAIKAN,  entah seberapa itu kadarnya,  kecuali Tuhan Yang Maha Sempurna.

Brader sekalian, rasa itu adalah sungguh hanya sebuah perimbangan, ada benci ada cinta ada suka ada duka, ada ridu ada dendam, ada bahagia ada sengsara, dan sebagainya. Semuanya diciptakan berpasang-pasang sehungga kalau tak pernah merasakan benci bagaimana bisa merasakan cinta, kalau tak pernah merasakan suka, bagaimana  bisa merasakan duka.

Bila seseorang ketika bahagia begitu girang dan jingkrak-jingkrak maka ketika susahpun dia bakal teriak-teriak, jika seseorang ketika cinta begitu terpana, maka ketika dia benci akan sangat mendendam, jika seorang bila mendapatkan kekayaan dan kenimatan begitu pelit dan angkuh ditambah sombong, maka ketika melarat boleh jadi dia akan gila.

Ya, rasa itu hanya sebuah perimbangan yang bisa dirasionalkan, bila kita faham akan perimbangan itu niscaya kita akan bisa mengenyam nikmatanya kedamaian, kita bisa merasakan damainya kehidupan yang tek dipengaruhi iri, dengki, sirik dan sebagainya. Islam menganjurkan:

أحبِبْ حبيبك هوناً ما عسى أن يكون بَغيضك يوماً ما, وأبغض بغيضك هوناً ما عسى أن يكون حبيبك يوماً ما

“Cintailah sesuatu yang kamu cintai sekedarnya saja, boleh jadi suatu saat akan menjadi hal yang kamu benci, sebaliknya bencilah sesuatu yang kamu benci itu sekedarnya saja, boleh jadi ia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai dikemudian hari.”

Begitulah perimbangan rasa sehingga kita bisa memahaminya, menerapkannya dan terakhir merasakannya. Bila otak kita dijajah rasa, mak itulah yang disebut otak kita tertutup dan dalam bahasa Arab disebut MAJNUN alias gila, meski kadarnya tertutup itu beda-beda. Ya, bila kita terlalu mengedepankan rasio tanpa rasa maka terlihat seperti robot, begitulah rasio dan rasa yang selalu seiring sejalan membawa pada kita ke dalam perimbangan rasa, ke dalam damainya dunia.

Ilmu kaweruh roso, yen siro biso rumongso, sahinggo ngerti tumuruning roso, jalaraning roso, dununging roso, sangkan paraning roso lan sak banjure ngerti opo sejatining roso, urip siro bakal adoh soko suloyo

Seekor kucingpun bahkan merasa dia adalah singa bila tak bisa mengombangkan rasa.

Tentang iklan-iklan ini
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.898 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: