Advertisements

Program Baru Polisi Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

January 12, 2017 at 3:00 pm
Program Baru Polisi Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Program Baru Polisi Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

460x110-indent-now

Pemicu kecelakaan di jalan bermula dari pelanggaran lalu lintas. Kurangnya kesadaran dan minimnya tingkat kedisiplinan pengguna kendaraan bermotor, masih menjadi kontributor utama penyumbang angka kecelakaan.honda-cengkareng

Kondisi ini disadari pihak kepolisian, apalagi ditambah dengan banyaknya jumlah kendaraan baru tiap tahun. Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, polisi berupaya untuk melakukan penertiban berupa tindak tilang.rc460x110-ok

“Awal dari kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas, ini masih jadi faktor utama. Upaya untuk menekan kecelakaan kami lakukan dengan penindakan tilang dengan tujuan bisa menolong dan mengingatkan, tapi justru hal ini mendapat kesan negatif,” kata Wakakorlantas Mabes Polri Brigjen Pol Indrajit, ketika berbincang dengan KompasOtomotif di Jakarta.

Berangkat dari hal itu, kepolisian berupaya untuk melakukan cara-cara lain yang dinilai lebih efektif. Idenya adalah memberikan teguran bagi para pelanggar lalu lintas dengan mengandeng instansi yang berkaitan dengan si pelanggar, mulai dari sekolah, tempat kerja, sampai orang tua.

“Proses pencegahan lebih baik dari pada memberikan denda. Nantinya akan ada teguran bukan hanya dari kepolisian tapi bisa dari sekolah atau tempat pengemudi bekerja. Termasuk juga mengenai bentuk pemberian sanksi, arahnya nanti ke sana” kata Indrajit.

Advertisements

Detik Oto: Kecelakaan Bisa Terjadi Karena PART Palsu

February 22, 2013 at 9:32 am

Judul ini dibahas Kamis kemarin, dan memang sih menurut james Bons perlulah kiranya mempertimbangkan statmen ini, nyawa taruhannya gan! James Bons lihat sendiri bagaimana sebuah Tiger nyngseb gara-gara rantenya putus, dan selidik-punya selidik rantenya abal-abal seharga 150.000, padahal rante asli sudah disediakan, ya cuman itu harganya 10 kali lipat, hehehhe.

Browser anda tidak mendukung iFrame

Nyawa Melayang Setiap 3 Jam Gara-gara Kecelakaan

July 8, 2011 at 7:27 pm
ANTARA/Syofiar

Dalam salah satu berita Tempointeraktif.com ada info yang mengenaskan sekaligus memprihatinkan nih bro. Direktur Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Prihantono, menyatakan pada 2030 kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian nomor 5 di dunia. “Ini setelah penyakit jantung, stroke, paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan,” kata Bambang, hari ini, Jumat 8 Juli 2011.

Data Kepolisian RI pada 2010 mencatat ada 31.234 jiwa meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. “Artinya, setiap jam terdapat sekitar 3-4 orang meninggal dunia,” katanya. Sebanyak 67 persen korban, kata Bambang, ada pada usia produktif, yakni 22-50 tahun.

Pemerintah mencatat kerugian akibat kecelakaan lalu lintas diperkirakan mencapai 2,9 hingga 3,1 persen dari total pendapatan domestik bruto negara. “Total PDB 2010 mencapai Rp 7.000 triliun. Maka, kerugiannya akibat kecelakaan lalu lintas mencapai sekitar Rp 203-217 triliun,” ujarnya.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, menambahkan, di Jakarta tiap hari 3 orang tewas akibat kecelakaan. “Ini karena tingkat disiplin para pengendara yang kurang,” kata Royke kepada Tempo.

Menurut Royke, ada 4 faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di ruas jalan raya, yaitu kendaraan, manusia, jalan, dan cuaca. “Kami terus berupaya menyelamatkan nyawa manusia di jalan raya,” ucapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya adalah dengan menggelar “Operasi Patuh Jaya 2011” yang akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai Senin, 11 Juli 2011, besok. Operasi itu ditujukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Dikatakan Royke, terdapat sekitar 26 ruas jalan arteri besar atau koridor di Jakarta yang paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas. “Di antaranya adalah Daan Mogot, Cakung, Pamulang, Ciputat, Cilincing, Jalan Raya Bogor, dan lainnya,” ujarnya.

Jumlah kecelakaan lalu lintas di Jakarta memang tidak mudah ditekan, mengingat diperlukan juga kesadaran dari para pengguna kendaraan bermotor. “Imbauan kami, pengguna jalan harus semakin tertib dalam berlalu lintas,” kata Royke.

Kedisiplinan datang bukan dari orang lain, tapi dari kesadaran kita sendiri…