Tentang iklan-iklan ini
jump to navigation

Renungan Malam: Jangan Kira Tuhan Kecewa Anda Berbuat Zina, Jangkan Kira Tuhan Bahagia Anda Rajin Ibadah 7 Mei 2012

Posted by Bonsai Biker in Artikel Agama.
Tags: , , , ,
49 comments

Anda berbuat keji, mm memang Tuhan kecewa anda berbuat keji? Anda rajin beribadah, emang Tuhan bahagia anda rajin beribadah? Tidak lah yau. Tuhan tak sedikitpun butuh ibadah anda, tuhan tak sedikitpun minta punjian anda, Tuahn tak pernah mengemis sanjungan anda, Tuhan tak butuh sujud anda. Begitu sebaliknya anda mau bejat, mau keji mau jadi garong, mau jadi perampok, ya monggo saja, Tuhan gak bakal sedikitpun kecewa.

(lebih…)

Tentang iklan-iklan ini

Renungan Malam Jumat: Makin TuaMakin Bodoh 15 Maret 2012

Posted by Bonsai Biker in Artikel Agama.
Tags: , ,
8 comments

Saat itu kubawa cangkul ke sawah untuk mengurangi air di padiku yang hampir panen, kuperhatikan si padi yang awalnya ketika muda “nyrudok-nyrodok” menantang langit kini tunduk tawadluk mengarah ke tanah, yo wajar karena makin padi tua beratnya bertambah sehingga tak lagi “nyrodok ke atas” lalu nunduk ke bawah. Kata orang tawadluklah layaknya padi yang makin tua makin nunduk! Yen tak pikir-pikir apakah dmikian ketika orang makin tua makin tahu bebannya makin banyak sehingga berat untuk menengadahkan muka sehingga tertunduk, demikian pula makin banyak dosa yang dipikul sehingga berat untuk menatap ke depan, demikian pula malaikat maut makin dekat sehingga makin malu untuk menghadap tuhan. (lebih…)

Renungan Malam: 3 Ojek Yang Bisa Mengantarkan Pahala Pada Orang Mati 9 April 2011

Posted by Bonsai Biker in Bonsai bakal, Portal Otomotif, Uncategorized.
Tags: , , , , ,
16 comments

Brader sekalian bila kita sudah meningal, maka pintu taubat tertutup sudah, pintu amal terputus sudah, tak bisa lagi kita minta ampun, tak ada lagi kesempatan ke dua. Ngeri rek, terus bagaimana dong? Ya, harta yang selama ini kita kumpulkan tak sedikitpun bisa kita bawa, meskipun kita punya motor matick seindah PCX yang bagasinya besar yang boleh jadi bisa menampung amal kita, punya tunggangan segarang Ninja 250 yang daya angkutnya setara dengan 31 kuda yang boleh jadi bisa membawa dan menyeret harta kita, bahkan moge sebrutal Ducati Diavel sekalipun yang sanggup menarik gerobag penuh barang berharga kita, mmm takkan mampu sedikitpun mengantar amal kita ke alam kubur bila kita sudah mati.
Brader sekalian, JANGAN PANIK! Ada 3 OJEK yang diberi keistimewaan oleh Allah sehingga si ojek ini mampu mengantarkan amal kita ke alam kubur meski kita sudah meninggal. Tiga ojek tersebut adalah:

  1. Ojek yan bernama sedekah jariyah, yaitu sedekah yang kita berikan pada Masjid, atau pada kepentingan umum yang selama itu masih dipakai, meski kita meninggal, namun pahalanya tetap mengalir, Subhanallah Walhamdulillah.
  2. Ojek bernama ilmu yang bermanfaat, ilmu ini bila kita ajarkan kepada orang lain, sementara ilmu kita terus dipakai orang, maka terus pula pahalanya mengalir pada kita.Subhanallah Walhamdulillah.
  3. OJek bernama anak yang sholeh, yaitu anak yang mau mendoakan kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Doa tersebut tentu sangat diinantikan oleh orang tua kita di alam sana ketika mereka sudah meninggal.Subhanallah Walhamdulillah.

Ini semua adalah bersumber dari As Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah saw bersabda :

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya”
Monggo selamat bersedekah jariyah, selamat berbagi ilmu, dan selamat menjadi anak yang shaleh.

Renungan Malam: Ketegasan Memang Harus Dilakukan Di Timing Yang Tepat 30 Maret 2011

Posted by Bonsai Biker in Bonsai bakal, Portal Otomotif, Uncategorized.
Tags: , ,
36 comments

Melanjutkan artikel kemarin bahwa kita setidaknya belajar pada ular, bahwa kepala ular selalu istiqomah maju kedepan, menatap tujuannya, artinya dalam memaknai dan menjalankan hidup ini kita perlu istiqomah, lurus, tegas dan terarah pada suatu tujuan. Sementara badan dan buntut ular menggelepar-belepar, meliuk kiri kanan menggambarkan dinamika kehidupan yang penuh variasi diverensiasi dan pluralisasi, banyak cara bisa ditempuh, banyak jalan bisa dilalui untuk menggapai tujuan tersebut.

Brader sekalian kali ini bahasan kita adalah kepala ular itu sendiri, artinya sikap istiqomah kita dalam menjalani hidup ini. Sikap tagas dan istiqomah ini harus kita terapkan pada diri kita dan lingkungan kita berada. Kita berandai-andai bahwa kita naik kapal, bahwa ada sesorang yang melobangi kapal sehingga bisa menyebabkan kapal itu tenggelam, maka disitulah ketegasan perlu dilakukan. Ketika ada orang membuang tinjanya dikolam susu kita, maka itulah saatnya ketegasan perlu dilakukan. Katakan tidak, dan bila perlu ambil tidakan.

Masalah yang di sepakati banyak ulama adalah bahwa dalam masalah usul atau pokok seperti Rukun Islam dan Rukun Iman adalah tidak boleh terjadi khilafiyah atau perbedaan. Dan bila terjadi perbedaan maka ketegasan harus dilaksanakan. Dulu zaman Khalifah Abu Bakar Siddiq pernah memerangi orang yang tak mau membayar zakat, karena zakat adalah masalah pokok, yaitu bagian dari rukun Islam. Lalu masalah usul atau maslah cabang, nampaknya para aliran dalam Islam sepakat untuk tidak sepakat, seperti shalat subuh makek qunud atau tidak, tarawih 8 atau 20 rakaat, dan sebagainya. Lalu kita bagaimana? Monggo sesuai selera asal harus ada dasar hukumnya.

Belakangan banyak sekali reborn masalah klasik, yakni hal yang pokok yang masih diperdebatkan seperti adanya nabi palsu, membuat Quran tandingan, dan sebagainya, padahal ini jelas jelas menyentuh maslah pokok, dan memang dituntut untuk suatu ketegasan, tak usah ragu-ragu! ingat sabda Rasul:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

Artinya: “siapapun di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubah kemungkaran tersebut dengan tangan, jika tidak sanggup merubah dengan tangannya, hendaklah dia rubah dengan lidah dan jika masih tidak sanggup, hendaklah ia rubah dengan hati. Dan itulah iman yang paling lemah“. (HR Imam Muslim)

Lalu ketika berdalih tak ada paksaan dalam agama berdasarkan dalil di bawah ni
قال الله تبارك وتعالى في سورة البقره “ لا أكراه في الدين قد تبين الرشد من الغي فمن يكفر بالطغوت ويؤمن بالله فقد أستمسك بالعروة الوثقى لا أنفصام لها والله سميع عليم ” البقره 256
……....Tiada paksaan dalam agama………………………….”
Perlu diketahui ayat ini diturunkan untuk tidak memaksakan agama kepada orang diluar Islam,  karena Islam berdakwah dengan damai, nah kalau kita sudah masuk Islam berarti kita sudah berserah diri, rela dipaksa berdasarkan hukum Islam, karena pada dasarnya setiap hukum itu memaksa. Siapa yang tak mengikuti sunnah Nabi berarti siap menanggung risiko, masuk Islam berarti taat pada rukun Isam dan rukun iman,  tak ada lagi acara membuat nabi palsu, membuat Quran tandingan. Monggo ketegasan itu perlu dilakukan bila menyentuh ajaran pokok. Katakan tidak, dan bila perlu ambil tidakan.

Waduhhhh berat dong  jadi orang Islam? Nggak juga, paksaan berbuat baik kok, kan nggak berat, bahkan lebih indah, bayangkan ketika semua berbuat baik, alangkah indahnya dunia! Haisyah nanti semua orang berbuat baik Neraka percuma donk nggak ada yang menghuni! Hus hanya ber seloroh.

Sedangkan cara mengambil tindakan dalam menyelesaikan masalah ketika terjadi pelanggaran masalah pokok inilah yang sering terjadi percekcokan antara umat Islam yang berlainan faham. Ada yang frontal langsung serang, ada yang diplomasi, dan ada yang cuman berdoa dan berharap cemas. Saudaraku sesama muslim, semua orang Islam itu bersaudra, mari kita saling dukung, apapun cara kita, saling lah kita maklumi, jangan sampai terjebak politik adu domba ala kafir!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.143 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: