Anting putri /Wrightia Religiosa adalah salah satu bonsai paling laris di daerah kalimantan, pohon jenis ini tak heran populer untuk dijadikan bonsai, karena pohonnya gampang di bentuk menjadi bonsai dan cara menanamnya relatif mudah serta dari segi estetika pohon ini mempunyai nilai seni tinggi.

Sedangkan  Mentaos (Wrightia javanica DC) yang nama lokalnya mentaos (Jawa), bintaos (Sunda, Madura), benteli lalaki (Sunda), bentawas, tawas (Bali), dediteh (Timor) adalah pohon yang tersebar di selatan Cina, Kamboja, Vietnam, Thailand hingga daratan Malaysia  menuju Pulau Solomon dan utaraAustralia. Tumbuh di hutan musim, semak belukar dan savana dengan kondisi lahan kering periodic atau permanent hingga ketinggian lebih dari 1.000 m dpi. Di Bali, bentawas banyak dijumpai di pekarangan rumah penduduk, tegalan dan pinggir jalan. Belum diketahui informasi mengenai kondisi iklim dan jenis tanah yang spesifik untuk tempat tumbuhnya. Mentaos ini ternyata kurang begitu populer untuk dibonsai di pulau Jawa.

Ternyata dua tanaman ini masih satu rumpun, dan nama latinpun masih satu jenis. Anting Putri bernama latin Wrightia Religiosa, sedangkan Mentaos bernama latin Wrightia Javanica DC. Setelah mengetahu hal ini seorang pebonsai asal Sidoarjo Jatim yang akrab di panggil Pak Basuki  mempunyai ide bahwa karena tanaman ini masih satu rumpun, sedangkan yang laris adalah Anting Putri, kemudian di Jawa banyak terdapat Mentaos, sehingga mendapatkannyapun mudah maka beliau mencoba membuat setek antara Mentaos dan Anting Putri. Mentaos di jadikan batang utama, karena banyak terdapat di alam baik di hutan maupun di pekarangan masyarakat, sedangkan anting putri yang menurut kebanyakan pebonsai adalah indah bagian daun dan dahannya maka dijadikan setek untuk bagian atas atau dahan dan daunnya, maka dengan demikianbila kita menyetek keduanya,  kita akan mempunyai sebatang Anting Putri yang tersohor itu, selamat mencoba.