Bisakah Kita Seperti Mereka

Ini adalah sebuah figur realita yang patut di contoh untung pasangan suami istri ideal. Pasangan itu adalah Mbah kung Mubin Sanusi dan Mbah Ti Suratmi, mereka menikah ketika Mbah Ti Suratmi berusia 15 tahun dan Mbah Kung Mubin Sanusi Berusia 30 tahun. Nampak jauh memang usia mereka terpaut, tapi kini setelah Mbah Kung di usia 90 sedangkan Mbah Ti di usia 75 mereka nampak sama usianya.

Berbagai cobaan hidup telah mereka lalui mulai dari masalah ekonmi, ancaman perceraian, ketidakcocokan karakter, kesenjangan dengan mertua, dan lain sebagainya. Toh semua itu tidak mampu memisahkan mereka, mungkin hanya maut yang bisa memisahkan.

Bisalah setidaknya kita lihat kekompakan mereka di usianya yang sudah amat senja masih melakukan berbagai aktifitas bersama, seperti terlihat dalam foto, mereka menjemur padi masih bersama, melakukan sungkeman lebaran sebagai wujud tali kasih keluarga, hingga ngumpul bareng anak ,cucu, dan buyutnya. Sang Nenek masih setia dan rela melayani sang Kakek sampai memotong rambutpun dilakukan istri tercinta. Memasak dengan penuh tanggungjawab untuk san Kakek.

Semoga kita nanti setidaknya bisa mencontoh hal semacam ini, sehubungan banyak sekali hubungan keluarga kandas di tengah jalan karena godaan dunia belaka.

27 komentar pada “Bisakah Kita Seperti Mereka

  • 24 September 2010 pada 02:09
    Permalink

    like thiss
    moga bisa seperti mereka
    amin ya Allah

    Balas
  • 24 September 2010 pada 02:10
    Permalink

    Pertamaxxxx…

    Balas
    • 24 September 2010 pada 02:12
      Permalink

      🙁

      menata hati dalam membaca,
      malah diléwati bbrp alay diatas

      huhhh…

      Balas
  • 24 September 2010 pada 03:00
    Permalink

    Pak tua lewat doang, buakakakakakakakakaaaa
    @Brilliant & pok tini
    amin
    @BJL
    dijak sabdo neng mas taufik minggu iso ra?
    @WSP
    wes, waras ngalah, kakakakak

    Balas
  • 24 September 2010 pada 04:15
    Permalink

    ki mesti kampung veteran nggone masbro.. :mrgreen:
    memang efek urbanisasi koyo ngono kuwi..
    sebenarx pas sholat bareng nggonen masbro dulu yo bertanya-tanya ki jane nom-nomane podho nang ngendhi??

    Balas
  • 24 September 2010 pada 06:17
    Permalink

    ➡ jadi inget lagi ini…

    Lirik Lagu Sheila On 7 – Saat Aku Lanjut Usia

    saat aku lanjut usia
    saat ragaku terasa tua
    tetaplah kau selalu di sini
    menemani aku bernyanyi

    saat rambutku mulai rontok
    yakinlah kutetap setia
    memijit pundakmu
    hingga kau tertidur pulas

    reff: genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
    kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
    kita lawan bersama dingin dan panas dunia
    saat kaki tlah lemah kita saling menopang
    hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
    sampai jumpa di kehidupan yang lain

    saat perutku mulai buncit
    yakinlah kutetap terseksi
    tetaplah kau selalu menanti
    demi aku di malam hari

    😥 😥 😥

    pak Aseen kalau mau reply kudu pake lagu jugak!

    Balas
  • 24 September 2010 pada 07:22
    Permalink

    @Rozzi kawula muda

    Hai kawula muda, kau punya gairah
    Hai kawula muda, kau punya tenaga
    Gunakanlah masa muda untuk bekerja
    Sebelum menjadi tua dan tak berdaya

    Hai kawula muda, kau punya semangat
    Hai kawula muda, kau punya keringat
    Kobarkan api juang mencegah maksiat
    Jangan kau selalu jadi sasaran nasihat

    Kalau masa muda selalu hura-hura
    Masa depan suram tak akan bahagia
    Kalau masa muda selalu foya-foya
    Masa depan susah tak ‘kan bisa jaya

    Kawula-kawula, kawula muda
    Kawula-kawula, kawula muda
    Kawula-kawula, kawula muda
    Kawula-kawula, kawula muda sadarlah

    Hai kawula muda, kau punya tantangan
    Hai kawula muda, kau punya harapan
    Dari itu janganlah kau berpangku tangan
    Singsingkan lengan baju raih kemenangan

    Hai kawula muda, kau punya potensi
    Hai kawula muda, kau punya kreasi
    Manfaatkanlah sebelum menyesal nanti
    Masa muda tak ‘kan pernah terulang lagi

    Kawula muda

    Balas
  • 24 September 2010 pada 10:44
    Permalink

    terharu aku mbah..smg sampeyan,mbah nuno d javu dan bang raul gonzales wsp tetep langgeng jg..buat yg lain juga..
    -semoga,klaproject-

    Balas
  • 24 September 2010 pada 17:01
    Permalink

    kalau Allah mengijinkan, kelak kita bisa seperti mereka!
    makasih bang haji, artikel yang menyadarkan kita bahwa menjadi tua adalah wajib dan pasti, sedangkan untuk menjadi dewasa adalah pilihan 😉

    Balas
  • 25 September 2010 pada 12:13
    Permalink

    wah … bagus jug tuch kang A Seen nyanyiin lagu Roma Irama D’Kabayan (xixixi) ….

    mereka panjang umur tapi tetep akur …. ckckckck ….

    Balas
  • 25 September 2010 pada 12:26
    Permalink

    wes mbah memang bikin bangga!

    iklan mode on
    balasnya pakai iklan juga yo ?

    Balas
  • 25 September 2010 pada 12:33
    Permalink

    nampaknya juragan bonsai juga tertarik untuk setia sampai mati..saran ane jangan kebanyakan karaoke…banyak gadis karaoke yg menarik hati..xixiixix

    Balas
  • 26 September 2010 pada 02:44
    Permalink

    semoga….saya bisa seperti mereka…..
    detik berganti detik menit berganti menit jam berganti jam hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan taun berganti taun waktu dan terus berlalu……berbagai rintangan dlm hidup berumah tangga pasti ada….

    Balas
  • 27 September 2010 pada 00:27
    Permalink

    @Lek dji
    cepet dapet cucu lek
    @One
    yup sekedar cermin aja mas bro
    @KentasDis
    semoga sampean langgeng mas bro
    @uDIen
    namanya juga usaha kang
    @Bejo
    heheheh permintaannya gitu sih kikiki
    @Dewa aSMARA
    hush kui sesekli trapopo to
    @Kilau Biru
    mugo2 kita semua happy end lah

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: