Hidup Itu Ada Keperluan Dan Ada Tujuan

Brader sekalian kalau anda bergama Isalam,Β  anda pasti kenal halal dan haram, anda pasti pernah dengar surga neraka. Tahukah anda orang yang sering membicarkan halal dan haram dan mencetuskan kaidah halal dan haram sebagai suatu KUHP dengan didasari Qur’an da Hadits adalah Imam Syafii. Beliau terkenal

dengan kehati-hatiannya dalam menetapkan hukupmsupaya terhindar masuk neraka. Salah satu produk hukumnya yang terlalu hati-hati adalah ketika sampean sholat nggak boleh melakukan gerakan diluar gerakan sholat seperti garuk-garuk pala atau tangan 3 kali berturut-turut, karena menurut beliau itu membatalkan sholat. Begitu juga sampean udah wudlu mau sholat menyentuh lawan jenis, maka menurut beliau itu batal, karena takut sholatnya nggak diterima.

Seperti itulah kehati-hatian Imam Syafii dalam menetapkan Hukum sehingga beliau menyandang image saklek, ini dos itu surga itu neraka, dan seakan-akan jarang membicarakan pendekatan hati. Namun sekalinya beliau bertausiah tentang hati bwfffffffffffff sangat dalam dan menohok, alias memang betul-betul menggetarkan hati. Inilah fatwa beliau yang menggetarkan itu yang terrangkum dalam kitab Sirrul asrar:

Orang bisa hancur dalam segala hal dan makin jauh dari Tuhannya karena 3 perkara:

  1. Orang tidak bisa membedakan mana keperluan dan mana tujuan. Tujuan besar dalam hidup ini adalah beribadah kepada Tuhan, sementara untuk ibadah itu perlu makan, dan dalam hal ini makan adalah keperluan, dan makan adalah untuk hidup, bukan hidup untuk makan, namun hidup perlu makan. Seorang presiden tujuan utamanya mengayomi rakyat, untuk itu dia perlu makan, punya mobil helikopter dan lain-lain untuk melaksanakan tugasnya. Maka di jadi presiden bukan untuk memperkaya diri, namun mengayomi, nah sah-sah saja presiden dapat bonus helikopter selama dalam koridor menjalankan tugas. Seorang blogger tujuannya memberi informasi dengan cepat pada masyarakat, dan keperluannya adalah beli pulsa punya, komputer, informasi, dan lainnya.
  2. Orang tak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Bayangkan kita sering kali berantem dengan kawan sejawat, teman dekat, kadang bahkan dengan saudara sendiri, padahal musuh kita menertawakan kita dengan bangganya menunggu kehancuran kita. Dengan gampangnya kita sering menyalahkan kawan, meretakkan hubungn perkawanan gara-gara masalah sepele atau idialisme atau yang lain hanya sekedar beda pendapat padahal idealisme kita tentu nggak ada apa-apanya dimata Tuhan. Beda pendapat itu mencerdaskan, berdebat itu mencerahkan tentunya dengan syarat jika masing-masng menerima dengan seportifΒ  kebenaran yang dihasilkan. Dan jika perdebatan dan beda pendapat malah membawa pada keretakan hubungan silaturrahim, ya monggo saja tunggu kehancuran.
  3. Dengan bangga orang bilang “ini punyaku” padahal itu hanyalah titipan Tuhan semata. Disini orang bisa merasa wah, aku pinter, aku bener sementara yang lain salah, ini juga termasuk tipe hancur. Tuhan memberi uang untuk kita beli surga tapi kita hiyanat dan malah beli neraka! Ibarat seorang Donisius Beti yang memberi kita uang untuk membeli Xeon tapi yang dikasih justru membeli gerobag. Inilah beratnya mengemban amanat bro.

Sampean tahu artinya kan! Mohon maaf segala kekurangan, semoga bisa dicerna dan bermanfaat!

78 komentar pada “Hidup Itu Ada Keperluan Dan Ada Tujuan

  • 1 Maret 2011 pada 19:02
    Permalink

    very very smart article, tmcblog like this very much πŸ˜€
    terimakasih mas sudah mengingatkan . . . semua ini hanyalah duniaaaa betull

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 19:21
    Permalink

    artikel yang mencerahkan bang haji! πŸ˜‰
    semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya. amin!

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 19:30
    Permalink

    AKHU ATEIS

    ups…

    just kidding

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 19:35
    Permalink

    – – – – – – – – –
    – – – – – – – –
    – – – – – – – – –
    – – – – – — –
    – – – – – – – – –

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 19:40
    Permalink

    kalau udah baca yang beginian terasa copot semua bulu di tubuhku bons …

    Balas
      • 1 Maret 2011 pada 19:50
        Permalink

        jadi inget jaos, masterNeon, thole dan sejenisnya, yang sudah sering debat dengan sayah, tapi suer bons, sayah debat biar otak lebih tajem bukan cari musuh, kalau sayah salah ya saya akui, kalah menang bukan tujuan sayah ……… mudah-mudahan mereka tenang di alam sanah …. Ups … πŸ˜€

        Balas
  • 1 Maret 2011 pada 19:53
    Permalink

    yng jelas sesuai tulisan ini kang debat itu mencerdaskan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””’
    Beda pendapat itu mencerdaskan, berdebat itu mencerahkan tentunya dengan syarat jika masing-masng menerima dengan seportif kebenaran yang dihasilkan. Dan jika perdebatan dan beda pendapat malah membawa pada keretakan hubungan silaturrahim, ya monggo saja tunggu kehancuran.
    ”””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
    Sing penting tahu rulenya

    Balas
    • 1 Maret 2011 pada 19:59
      Permalink

      sengtuju sangat bons ……

      gak boleh ada dendam juga ya bons …

      Balas
  • 1 Maret 2011 pada 20:11
    Permalink

    mantaap lek gendis lagh.
    Ngaji selasa sore pak ustad
    *sambil duduk bersila*

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 20:18
    Permalink

    dunia hanya senda gurau….!
    i like it

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 20:18
    Permalink

    nggih mas matur nuwun sampun mengingatkan saya mengenai hedonisme, ini cuma dunia, penuhi keperluan sewajarnya sebab tujuan akhir bukan didunia

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 20:48
    Permalink

    wama kholaqtul jinna wal insaa illa liya’buduun (dan tidaklah di ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah)..
    Cwiiw…

    PISS..

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 21:22
    Permalink

    aselinya ini, ini inti dari semua artikel blog ini, top markotop, gud marsogud…

    Bagi yang berselisih silahkan, islah. Nek aku pertama tama islah karo Cak Heru, sering ngamplengi soale… πŸ˜€ . Endi wonge ?

    Balas
    • 1 Maret 2011 pada 21:59
      Permalink

      heheh beliau lagi menunaikan tugas mebjaga istri kekekeeke

      Balas
  • 1 Maret 2011 pada 21:29
    Permalink

    point yg kedua menohok tajam bang bons….. (sambil clingak-clinguk)
    pas ma situasi kondisi terkini…
    (no offense)

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 23:12
    Permalink

    maksud sanget pak ustadz ,menawi lepat nyuwun ngapunten…

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 23:20
    Permalink

    Seorang blogger tujuannya
    memberi informasi dengan
    cepat pada masyarakat, dan
    keperluannya adalah beli
    pulsa punya , komputer ,
    informasi , dan lainnya.

    * adakah yang mau belikan saya android SE xperia-pro Kartu unlimited bayarin pulsanya tiap bulan?

    **Mboh ratakon, sapa suruh jadi mboh.

    *** mana nih mercon?

    Balas
  • 1 Maret 2011 pada 23:32
    Permalink

    koboys aman terkendali…….
    pak haji ….ane mo tanya nih……pak haji bilang blog itu berbagi informasi…nah informasi itu apakah bermanfaat ato mudhorot (ikut…madhab sapi..i..jadi hati2)…bukankah kalo info itu salah malah menjurus ke fitnah???? kalo saya lebih sreg…berbagi ilmu dan pengalaman…genah2 ada tuntunannya dalam qur-an….”sampaikan walaupun satu ayat”…ayat di sini bisa qouliyah dan qouniyah…so bukan kabar-kabur yang bisa merugikan pihak2 tertentu………….cuma hasil menepi di padepokan…mohon share ilmunya……

    Balas
    • 1 Maret 2011 pada 23:49
      Permalink

      begini gan
      1. Dari sisi bahwa agama merupakan informasi dari Allah maka agama merupakan manfaat sebagi pemberi kabar gembira, tapi dari sisi agama adalah konsumsi publik atau fenomena dalam masyarakat Agama juga bisa manfat jua bisa mudorot tergantung digunakan untuk apa. Contoh neh Snock horgronye mempelajari Islam untuk menghancrkan orang Aceh, nah kan agama bisa digunakan untuk memfitnah to.
      2. Informasi juga demikian, ketika digunakan untuk kebaikan akan manfaat, tapi bila digunakan untuk kejahatan, dia akan jadi mudhorot.
      3. sama juga ilmu kaau dipakai yang baik akan manfaat, kalau ilmu sampen tentang mesin diapakai orang lain untubalap liar lalu terjadi sesuatu yang tak diinginkan, ilmu juga mudorot kan.
      4. Soal kabar-kabur, kan wis tak bilang ebat itu mencerdaskan, kalau ada sanggahan dari kompatitor toh akan semakin terkuak apa yang ada dalam debat tetrsebut.
      5. rentang isi blog, ya sampean lebih tahu lah, pasti ada informasinya, ad ilmunya, ada salahnya, ada debatnya, dan sebagainya, tak harus disebut secara lengkap kan kita sudh mafhum

      Balas
      • 2 Maret 2011 pada 00:03
        Permalink

        manteb…….penjelasan multi tafsir………….emang dunia itu milih!!! seperti keterangan pak haji diatas……..

        Balas
  • 1 Maret 2011 pada 23:48
    Permalink

    sego telungwungkus, endok gemak papat, sate brutu loro, gongan enem, susu jahe rong gelas.

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 05:35
    Permalink

    nek mbok nom iku kebutuhan opo tujuan…

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 05:51
    Permalink

    ternyata ada cendekiawan muslim disini πŸ™‚
    artikelnya mengingatkan sesama yg sebagai manusia kadang lupa

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 06:33
    Permalink

    artikelnya kerenn pak ustad bons…!

    sekali2 mbahas wajib mustahil jaiz dukz πŸ˜€

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 07:16
    Permalink

    semua hanya ke duniawian…
    Alloh tidak suka dgn orang yg berlebih2an dan boros…

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 10:12
    Permalink

    Jadi bahan renungan pakde, punya koleksi andenium? Media tanam yang bagus pakai apa ya?
    πŸ˜€

    Balas
    • 2 Maret 2011 pada 11:27
      Permalink

      kalau sampean ke taman mini isekitar situ banyak yang jual murah.
      mdia yang bagus sebetulnya tanha ama kompos, tapi kalau kesulitan bisa beli mutrah kok tanah yang bagus bercampur kompos, di sekitar sotu juga.

      Balas
  • 2 Maret 2011 pada 11:17
    Permalink

    Top markotp, artikel bagus mas…..!!!

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 11:50
    Permalink

    Menetapkan tujuan, itu babak pertama, mencari cara menuju tujuan, itu babak berikutnya..terimakasih air penyejuknya pak bons..
    ditunggu artikel2 sejenisnya ..

    Balas
  • 2 Maret 2011 pada 13:38
    Permalink

    Kaget…terperanjat…nggak nyangka sebelumnya…
    hampir 2bulan nggak pernah mampir di blog r2 , tiba2 beberapa blogger mundur dari koboi…
    asli…sy sngat sibuk akhir2 ini demi mewujudkan cita2 menghidupkan kembali bengkel yg sdh usang…
    Salam bwt temen2 …tetap jalin silaturahmi..
    Kerugian besar bila kehilangan teman.

    Salam garuker’s.

    Balas
    • 2 Maret 2011 pada 15:28
      Permalink

      ketemu lagi mas yahon di marih…
      sama 2 bulan juga op sayah…

      Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

%d blogger menyukai ini: