Beberapa Kelemahan Toyota Kijang

Hay para HOMOSEK alias Hobi Mobil Seken, bila anda peyuka Kijang dan penyayang keluargam nampaknya anda sudah berada di jalur yang tepat. Ya mobil ini memang asoy untuk bawa keluarga, muat banyak bawaan, lumayan nyaman, dan enak buat diajak lari. Namun anda harus berhati-hati dengan beberapa hal nerikut ini yang menjadi titik lemah dari Kijang:
Mesin
ADA 4 pilihan mesin Kijang Kapsul, yaitu bensin 1.800 cc karburator, 1.800 cc EFI, 2.000 cc EFI dan diesel 2.400 cc. Semua mesin ini tergolong bandel, namun sayang hanya mesin dieselnya yang tak haus bahan bakar.
Varian LX menggunakan mesin 7K dengan pasokan bahan bakar karburator. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi tapet hidraulis di katup silinder bisa terganggu akibat oli mesin. Pastikan juga semua komponen pengapian mashi bagus agar mesin bisa bekerja dengan baik.

Bushing arm
DI samping beban yang ditopang cukup berat. Kijang Kapsul lebih mampu mengatasi medan berat sepperti lubang dan jalan rusak dibanding sedan. Hal ini membuat bushing arm yang terbuat dari karet gampang aus dan getas.

Per daun
PEMUATAN beban berlebih membuat suspensi bekerja lebih keras. Kerap terjadi, per daun Kijang Kapsul mengalami kegagalan fungsi akibat pengunaan yang berlebihan. Cirinya adalah bodi mobil yng miring ke salah satu sisi. Mengatasinya, lembar per yang bermasalah harus diganti.

Karet bodi
SELAIN bushing arm, komponen lain yang ada kemungkinan mengalami kerusakan adalah karet bodi. Selain retak, karet bodi juga bisa terkelupas. Sebaiknya segera diganti agar tampilannya lebih enak dilhiat mata dan mampu melakukan fungsi peredaman dengan baik. mau lihat hal2 lain silakan kunjungi sumbernya: http://www.toyota.astra.co.id

48 komentar pada “Beberapa Kelemahan Toyota Kijang

    • 6 April 2011 pada 19:06
      Permalink

      pengalaman pribadi ki

      Balas
  • 6 April 2011 pada 18:57
    Permalink

    homosek wajib tahu ini, aku cinta Kijang, bandel dan muat banyak, daripada avanza, ngebut ditol goyang krawang je… 🙂 komentar ra moco blaz

    Balas
  • 6 April 2011 pada 19:10
    Permalink

    Bengkel recommend buat setting mesin kijang kalo dijakarta dimana ya?

    Balas
    • 6 April 2011 pada 19:13
      Permalink

      jakarta mana mas Bro?

      Balas
      • 7 April 2011 pada 18:51
        Permalink

        Jakarta selatan atau timur bro.. ada gak bro?

        Balas
  • 6 April 2011 pada 19:17
    Permalink

    kalau pengen jelas lagi ada tuh di kaskus kpk [komunitas pecinta kijang]yg membahas kijang kotak sampe inopah dengan penjelasan para suhu2 kijang tentunya,

    Balas
  • 6 April 2011 pada 19:54
    Permalink

    satu lg kelemahannya,,dari gigi satu langsung ke gigi tiga..
    sesuai taglinenya “kijang,memang tiada dua-nya” :mrgreen:

    Balas
    • 6 April 2011 pada 22:57
      Permalink

      waakakakakakakakakakkkakakakk yakin lucu

      Balas
  • 6 April 2011 pada 20:50
    Permalink

    like this,,,
    kebetulan dulu ada LGX diesel 2001,,,,nyaman banget…mesin irit banget,,bebas masalah dan ngaciir,,,,lumayan untuk ngejar avanza xenia 1.3 masi mampu,,,masi nembus 140-150,,,

    sebelumnya pake LSX 1.8EFI 2000….emg jauh lebih alus dan nyaman,,serta lebih galak dikit tarikannya,,tp buat naik gunung sering ngelitik dan borooosnya tu lo,,,si solar dapet 1:10,,sementara si bensin dapetnya cuman 1:7 mentook

    Balas
    • 6 April 2011 pada 22:58
      Permalink

      makasih shrenya mas Bro

      Balas
  • 6 April 2011 pada 21:33
    Permalink

    katanya boros ya ini pak bro? tp walopun udah tua kebanyakan masih utuh yang lalu lalang di jalan2

    Balas
    • 6 April 2011 pada 23:00
      Permalink

      ya, keawetan kebandelan derta keborosannya memang diakui

      Balas
  • 6 April 2011 pada 22:09
    Permalink

    ah, dieselnya kijang juga masih kalah irit sama punya panther meski selisihnya gak banyak. tapi kijang mesinnya 2.4L & panther 2.5L. tapi kalo dibandingkan kuda diesel, ya masih iritan kijang diesel. (kok kewan kabeh ya?)

    Satu yang saya kagumi dari kijang diesel, akselerasinya paling OK dibanding panther maupun kuda, walau mesinnya lebih kecil. cuma untuk top speednya harus ngalah 😀

    Balas
  • 6 April 2011 pada 22:33
    Permalink

    Mantap…!

    Tapi aku terlanjur sudah pindah ke yang lebih muda (kijangnya).

    Trims.

    Balas
  • 6 April 2011 pada 23:58
    Permalink

    Kijang kapsul diesel kalo dah pernah mulet mesine susah balik normal, abis 10jt masih gak sperti kondisi awal , rawan retak rambut di mesin jika hoby doyan ngebut :mrgreen:

    Balas
  • 7 April 2011 pada 09:16
    Permalink

    Mas bons tolong bahas taruna donk… lagi bingung nih mau ambil kijang, zafira, atau taruna..
    Trims.

    Balas
  • 7 April 2011 pada 09:17
    Permalink

    Mas bons tolong bahas taruna & zafira donk… lagi bingung nih mau ambil kijang, zafira, atau taruna..
    Trims.

    Balas
  • 24 September 2011 pada 11:40
    Permalink

    like kijang kapsul lgx,kotak lgx.
    Kijang rover kabinnya sempit

    Balas
  • 23 April 2012 pada 02:17
    Permalink

    kalau stirnya tidak dipegang mobil(LSX ku) mengarah/ membelok? melenceng ke kanan sendiri,, kira- kira apanya yang rusak ya,,,

    Balas
    • 29 Juni 2013 pada 09:31
      Permalink

      itu minta di spooring, bawa ke bengkel balancing dan spooring.
      ongkosnya per roda sekitar 50.000 tergantung kerusakan

      Balas
  • 24 Januari 2013 pada 03:05
    Permalink

    sebenernya kekurangan yg paling terasa adalah boros, dan borosnya ini tak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan karna mesin masih OHV.

    kecuali seri inova, & kijang diesel.

    tapi… kijang termasuk mobil yg awet kenyamanan kaki-kakinya, body, sampai mesin. dibanding mobil-mobil tanpa bonet sekelasnya.

    coba bandingkan kenyamanan kijang keluaran 93, dengan espass tahun 2005 an, jelas masih lebih enak kijang tahun 93. 😀

    Balas
  • 12 Februari 2013 pada 22:56
    Permalink

    puas dhe pake kidang…. maren bru ganti dari grand xtra ke kapsul lgx disel langsung brasa…….

    Balas
  • 2 Juli 2013 pada 17:15
    Permalink

    Sore..klo bs mobil sy ad suara tek tek tek2x…itupun kadang2..kmrn q spooring kt bengkelnya onderstel g ad yg kocak…kr2 apa ya….?mkci…..

    Balas
  • 2 Juli 2013 pada 17:24
    Permalink

    Mas bon….itu td makin tancap gas makin keras suaranya..aneh nya
    porseneleng kosong kutancap gas suaranya g kluar……mkci…

    Balas
  • 2 Juli 2013 pada 17:58
    Permalink

    Lem biru aja lmpar beli yg baru

    Balas
  • 3 Juli 2013 pada 13:50
    Permalink

    Impar tu apaan….? Yg dilem apa….?

    Balas
  • 22 Agustus 2013 pada 11:29
    Permalink

    panggah penak Juminten….seng bakulan sego pincuk neng terminal…wuih lebaran dijak munggah wuenak tenan rek…

    Balas
  • 15 Maret 2014 pada 21:43
    Permalink

    untuk para suhu suhu mau tanya nih, lampu indikator yang gambarnya mirip keran di panel dashboard pada kijang lgx th 2000 saat kunci kontak diputar 1x terus menyala dan akan mati setelah mesin hidup apa itu normal? setahu saya pada mobil avanza indikator itu akan menyala sebentar diiringi dengan suara desing lalu akan mati sebelum mesin dihidupkan. jika itu tidak normal kemungkinan rusaknya pada bagian apa? mohon bantuannya ya….thanks

    Balas
  • 20 Maret 2014 pada 23:57
    Permalink

    indikator oli mesin maksud’a bro, ketika kontak di hidupkan memang menyala, sebelum mesin nyala, dia ga akan mati, tapi kalo mesin nyala dia ga mati2, na.. problem tuh : biasa’a c oli kurang, ato semacam’a yg berhubungan dengan oli mesin, sebaik’a diperiksa takaran oli terlebih dahulu..

    Balas
  • 6 Juni 2014 pada 11:56
    Permalink

    Udah 13 thn pake LGX 1.8 efi.. Gak ada kendala & nyaman.. Klo Boros relatif gmn injek gasnya aja. Soal tenaga ganti camshaft kangaroo titanium + msd ignition jg beres 160kmh (mentok) enteng. Biar lbh stabil bisa upgrade suspensi pake bilstein ato aftermarket lainnya. ?

    Balas
  • 17 Mei 2017 pada 09:35
    Permalink

    Halo agan2, saya mau tanya masalah mobil inova bensin tahun 2005 km udah 600 ribuan. Masalah nya kalo habis jalan trs mesin mati kurang lebih 15-30 menit mesin susah hidup, star nya panjang baru mau hidup

    Balas
  • 9 Oktober 2017 pada 07:32
    Permalink

    saya punya kijang lgx 1.8 efi tahun 2000, akhir akhir ini kalau str awal mesin suaranya kasar sebentar lalu halus apa penyebabnya ya om.

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: