Brader sekalian.setelah Lorenzo menyatakan dukungannya bagi Indonesia untuk menggelar race MotoGP, kini giliran Bos Yamaha Racing, Lin Jarvis, yang sedang mengkampanyekan untuk memperluas penyelenggaraan MotoGP di negara-negara lain di dunia, menilai kelas utama sekarang terlalu menunjuk pada Spanyol dan Italia.
Saat ini, kata Jervis, 8 dari 18 balapan di gelar di 3 negara, Spanyol, Italia dan Amerika. Kedepan dia mengharapkan agar MotoGP bisa menggelar lebih banyak balapan di negara Asia. Lebih spesifik lagi dia menyebut Indonesia layak untuk menggelar event ini. Harapan Jervis agar MotoGP bisa digelar di Indonesia memang sangat beralasan. Menurutnya, Indonesia memang memiliki potensi dan pasar yang luar biasa. Bahkan dia mengatakan bahwa penonton TV saat tayangan MotoGP berlangsung pun di Indonesia sangat banyak.
β€œIndia akan menjadi sangat positif jika dia bergabung. Tapi secara pribadi saya lebih menginginkan melihat balapan digelar di Indonesia karena memiliki pasar yang luar biasa. Yamaha dan Honda berhasil menjual motor lebih dari 6 juta unit di Indonesia,” terangnya seperti dilansir Gilamotor.com.
Memang pasca hengkangnya tim Kawasaki pada tahun 2009 yang secara tak langsung membuat greget MotoGP terkikis. Lantas dampak krisis global yang terasa keras di MotoGP, memaksa tim Interwetten Honda harus undur diri pada akhir tahun 2010. Tak hanya itu, Suzuki pun terpaksa harus mengurangi keterlibatannya di musim 2011 dengan hanya menurunkan satu mesin saja. Hal ini jelas memimbulkan kekhawatiran pada kelangsungan dan masa depan gelaran balap motor paling bergengsi di dunia.