Brader sekalian, diferensiasi starategi antara Honda dan Yamaha di segmen sekutik memang begitu kentara. Yamaha menerapkan diferensiasi edisi dalam satu model motor, yakni model Mio tapi terbagi dalam beberapa edisi, Mio Standar, Mio Sporti dan Muio Soul, tentunya ditambah  skutik lain yakni Xeon dan Nouvo yang kini sudah tak diproduksi lagi. Sementara Honda menerapkan model yang berbeda-beda, yakni mulai dari Beat, Soopy dan Spacy, tentunya ditambah Vario, baik yang standar maupun yang CBS techno, juga PCX.


Bila dilihat secara teliti sebenarnya diantara 3 edisi Mio dan 3 model Honda yakni Beat, Scoopy dan Spacy adalah lawan sepadan dari sisi jumalah dan kelasnya dalam artian harganya, tanpa memperhitungkan fitur. Sah-sah saja dikatakan bahwa si Spacy ini melawan Mio Standar la wong harganya sama, lalu Beat melawan Mio Sporty, dan Scoopy melawan Mio Soul.
Kenapa Yamaha mesti melakukan starategi ini? Tentu alasan yang masuk akal adalah bahwa Mio adalah sebuah ikon matik yang sudah mengakar dalam hati masyarakat, kalau beli matik ya Mio, Mio adalah sebagai first mover atau kalau boleh dibilang sebagai status quo yang ingin mempertahankan singgasananya. Maka karena nama ini sudah terlanjur populer kiranya kalau membuat nama baru sebagai panggilan dari model baru akan terasa lebih lama memasyarakatkannya. Tinggallah yamaha membuat diferensiasi edisi dimana namanya tetap Mio, tapi beda edisi, yakni standar, Sporty dan Soul.
Sementara Honda adalah figur oposan yang mau mengkudeta dominasi Mio sebagai penguasa. Tentu membutuhkan nama dan model yang baru yang mengandung banyak hal baru untuk ditawarkan. Untuk menerobos barisan Yamaha yang kuat ini diperlukan serangan dari berbagai arah, maka dari depan Honda ciptakan 3 motor matik tersebut yakni Beat, Scoopy dan Spacy, sementara disela-selanya masih ada Vario baik yang standar maupun yang CBS ditambah PCX yang tentunya untuk memecah pertahanan si Mio ini. Dengan model keroyokan ini diharapkan oleh Honda perlahan-lahan anggapan masyarakat bahwa namanya Skutik itudalah Mio mulai tergusur.
Ya memang strategi masing-masing nampaknya sudah sangat tepat, dimana Honda mengeroyok Yamaha dari segala penjuru karena memang Honda punya tentara yang banyak, amonisi yang banyak, dan logistik yang banyak pula, asupan modal yang besar itulah kunci kehebatan Honda. Sementara Yamaha merapatkan barisan bermain devensif untuk mengurangi beban biaya, sehingga tak kebobolan dalam pertahanannya,maklum modal dasar Yamaha hanya spersekian punya Honda. Lalu siapa yang menang, tentunya yang paling cerdik, kita tunggu saja.