Brangkali Sudah Nasib Honda Yang Selalu Kalah Start dari Kawasaki

Brader sekalian, bila kita simak secara seksama Honda di Indonesia nampaknya selalu kalah start dari Kawasaki dalam urusan motor sport premiumnya. Lihatlah bagaimana Tiger 200 cc yang lahir, adalah sebagai follower terhadap Kawasaki Binter mercy 200 cc. Sementara itu CBR 250 juga sebagai Follower terhadap Ninja 250. Lalu kini Kawasaki merilis ER 6 yang kabarnya bakal dihargai 90 sekian hingga 100 sekian juta. Kini tetep Kawaaki sebagai first mover, dan Honda, heheh, sukur-suku follower ngikooooot aja belum tentu.

ulisan di atas setidaknya hanya sebuah uneg uneg kenapa strategi AHM justru nampak sekali tak berani ambil risiko, Sedangkan Kawasaki lebih berani mengambil risiko. Kawasaki yang boleh jadi lebih kecil dari Yamaha padahal modal Honda 7 kali lipat yamaha, dalam hal ini kawasaki berani mengambil untung di ceruk sekecil apapun. Namun Honda Tidak. Honda lebih konsen terhadap pasar bebek yang benar-benar sudah kelihatan untungnya.

Bila kita berfikir negatif tentu Honda kita duga hanya untung besar oriented aja, hehe ya wajar wong bisnis, tidak berani membidik untung kecil, karena memang segmen ini hanya kecil. Nah Honda kurang berani atau para marketingnya kurang jeli melihat pasar, sehingga bila telah jelas bahwa kelas 250 ccitu begitu dirindukan di Indonesia dengan bukti larisnya Ninja 250, baru Honda jual, mmm, ha yo mbuh!!!!

 

41 komentar pada “Brangkali Sudah Nasib Honda Yang Selalu Kalah Start dari Kawasaki

    • 28 November 2011 pada 08:11
      Permalink

      Saya berani taruhan speed bison dengan jupiter z… Udah dicoba boison berat badan. Tenaga atas masih jupi duluan.. Tampang sih ok.. Bro.. Pilih tampang bolehla.

      Balas
  • 28 November 2011 pada 08:08
    Permalink

    Benar saja honda gak berani berinovasi.. Ditambah lagi dejgan yamaha jngankan yang 600cc yang 250/150cc aja gak berani nongolll.. Salut buat kawasaki yang berinovasi dan berani mengubah mainside orang indonesia.. Jual product berkwalitas bukan jualan kesing.. Dan ganti harga selangit… Bravoo kawasaki.

    Balas
  • 28 November 2011 pada 08:17
    Permalink

    kawasaki memanjakan konsumen, sedangkan honda memanjakan produsen.

    Balas
  • 28 November 2011 pada 08:50
    Permalink

    lha kalo kawasaki sama2 jualan bebek/metik ya kalah panggon rek… 🙂

    Balas
  • 28 November 2011 pada 09:15
    Permalink

    honda main aman mbah, doi gak mau mbuang dananya untuk kelas yang sepi peminat , matic dan bebek is the biggest apem mbah. . . .

    keep brotherhood,

    salam,

    Balas
  • 28 November 2011 pada 09:33
    Permalink

    Kalo menurutku gini, justru honda Itu cerdas, tau gak, masyarakat Indonesia ini susah banget untuk diedukasi, apalagi model baru yang bener2 butuh pengetahuan, edukasi terhadap CBR250R gak susah soalnya udah ada N250r, begitu juga siapa tau CBR600RR brojol, bila ZX6R sukses atau sudah teredkasi dengan baik 😀

    Balas
  • 28 November 2011 pada 09:53
    Permalink

    wah…mbah bons ini ada2 saja….jauh2 hari sebelum ada ninja 250cc 4tak…honda ditahun 70-an dah produksi sport 2silinder segaris dan dijual di Indonesia….ada CB 200, CB 175 sport CB 125 twin…..semuanya joss…bahkan sebelumnya honda juga melego hondra Drean 650cc dan 350cc…..
    di kelas garuk tanah ada honda XL 125cc….dikenal batangan ada CB 100, cb 125 juga CB sport (El-sinor) yang legendaris itu……
    Karna dulu honda pengin banget membantai produk eropa yang cc gede dan mengalihkan pandangan orang bahwa jepang (honda) lebih easy dari Piagio (vespa)…..nah…kalo sekarang dah menguasai pasar ngapaen juga jualan barang yang mahal dan belum jelas laku-tidaknya….(menyangkut payung hukum)
    lagian CC besar pasti mahal…biaya service Ninja aja 200rebong…belum kalo ganti part seperti busi, lampu ato ganti oli….wala….

    Balas
    • 28 November 2011 pada 12:39
      Permalink

      Yang jelas ada bekasnya hanya CB 175 2 silinder, yag lainnya nggak yakin kalau itu betul-betul disuport honda

      Balas
      • 28 November 2011 pada 13:17
        Permalink

        Lengkapnya gini lo:
        Kalau 175-200 ok itu memang dijual oleh federal motor cikal bakal AHM, Untuk cc besar seperti CB 175 dan CB 200 tersebut lebih laku dikalangan ekspat (orang asing) yang bekerja di Negara kita mengingat postur mereka yang lebih besar dari pada orang kita. Dengan kata lain mongtor ini hanya sukses untuk ekspatriat dan tidak suskses di kalangan masyarakat Indonesia.

        dengan kata lain saat masyarakat membutuhkan “sport 250 cc seperti sekarang” honda terlambat memberikan, saat masyarakat tidak membutuhkan seperti dulu yang “175-200”, honda malah memberikan.

        Lalu:
        type CB-CB yang lebih besar yang masuk ke Negara kita, seperti Honda CB 250, CB 300, CB 750, dan masih banyak type lain, masuk melalui jalur impor pribadi masing-masing para peng-impor, bukan oleh Federal motor, harap dicatat.

        Balas
      • 28 November 2011 pada 20:13
        Permalink

        oh iya…dulu yang jualan kawasaki KZ 200 (binter mersi) bukan KMI mbah…tapi PT.bintang terang….makanya namanya bin-ter(bintang terang)….dulu PT.Binter jualan GTO dan KZ…dikelas bebek jualan Joy…..sayang di tahun 1986 brand Binter musnah karna suporting sahamnya…lebih memilih untuk membesarkan indomobil grup!!
        sementara kawasaki sendiri diera tujuh-puluhan(70s) cuma menjual varian big twin KAWASAKI MEGURO 750cc….konsep dari kawak-meguro sendiri adalah plek…alias copy-paste BSA…yang legendaris dengan mesin twin (Golden-Flash)….jadi sebenernya kawasaki juga masih mencari2 pasar yang bagus buat produknya untuk market indonesia….namanya juga orang dagang…yang dicari untung..kalo matic adalah milik honda, batangan 150cc milik yamaha, ayam jago milik suzuki…ya mau gak mau kawasaki kudu ngalah ke cc besar twin ato enduro….sebab di lini single silinder 4tak 200cc bercokol gabungan ke-2 pabrikan besar+ bajaj yang harganya murah….

        Balas
  • 28 November 2011 pada 10:12
    Permalink

    kawasaki boleh jadi memang 1st mover… tapi tetap kalah dgn nama besar honda.
    seperti halnya kelas 250cc, jika produk 600cc kawak laku keras, & honda ikut2an rilis motor cc sama, ya pasti kawasaki kalah lagi… IMHO

    Balas
  • 28 November 2011 pada 10:52
    Permalink

    behhh ngeblog kok ngasal, sebaiknya cari data dulu sebelum jelek2in salah 1 pabrikan.

    Balas
  • 28 November 2011 pada 11:10
    Permalink

    kan mau mengikuti permintaan pasar, klo pasar ga minta ya ga produksi, biasalah inovasi emang bagus, cuma masalah prinsip ga punya dia

    Balas
  • 28 November 2011 pada 11:40
    Permalink

    beda… kawasaki lebih fokus ke motor buat life style sesuai taglinenya… cmiiw

    Balas
  • 28 November 2011 pada 11:59
    Permalink

    Buat apa diperdebatkan? Yang jelas AHM itu ‘raksasa bernyali kecil’, sedangkan KMI itu ‘kurcaci bernyali Ultraman’, hahaha…;)
    Bukannya mau meng-counter pernyataan KMI jualan bebek kaga laku makanya konsen di sport, tapi emang kenyataan Kawasaki dari dulu main di kelas heavy weight alias sport. Contohnya Binter Merzy, GTO dan AR125. Sedangkan AHM baru mau keluarin seluruh amunisinya hanya pada saat mempunyai tujuan utk menghancurkan lawan bisnisnya, jadi still ‘business in number one goal’.
    Coba seandainya AHM tidak mendapat gempuran dari YMKI, konsumen di Indonesia jgn pernah berharap akan ngelihat begitu banyak model2 skutik, New Mega Pro, PCX 125, CBR 150R apalagi CBR 250R. Saya pernah membaca koment di blog lain ada yg tulis ‘GL series forever’, hahaha…

    Balas
    • 28 November 2011 pada 12:21
      Permalink

      kalo mau komen, baca dulu komen yang sudah ada.. tuh baca komen pak begawan martini yang tau sejarah..

      Balas
  • 28 November 2011 pada 12:46
    Permalink

    strategi kawasaki melihat potensi utk jangka panjang.. nice dah, tiap produsen memang pnya pandangan tersendiri..

    Balas
  • 28 November 2011 pada 13:33
    Permalink

    Honda bukan kalah, tapi gk punya keberanian untuk memulai lebih dulu.. :p , selalu ngekor..
    dan satu lagi..kalau KMI memanfaatkan pabrikasi Thailand yang sesama ASEAN hingga bisa menekan harga demi kepentingan konsumen, sedangkan kebalikannya Honda tidak memanfaatkan itu, malah memanfaatkan image mindset konsumen Indonesia utk bikin harga yg operpress..
    masalah dulu ada moge Honda, itu kan dulu, wkt membangun image, skrg tinggal memanfaatkan image utk operpress..
    lempar lpg 12 kg.. *biar didengar AHM ama YMKI sekalian.. xixixi..makin byk yg keluar kan yg untung kita2/konsumen :p

    Balas
  • 28 November 2011 pada 15:34
    Permalink

    Suzuki Indomobil pun jualan moge sebenernya, tapi gak terlalu ngegaung :mrgreen:

    by order sihh

    Balas
  • 28 November 2011 pada 16:13
    Permalink

    karena kawasaki ngeri, klo bermain di bebekees dan maticeers..ngak bakalan laku, soale dah ada 2 pabrikan besar yg megang..

    mending main di area yg blom terjamah..walupun dikit tapi kaan lumyan..:), dan image kawasaki motor kuenceng tetep ada ngak luntur toh..

    Piss

    Balas
  • 28 November 2011 pada 18:45
    Permalink

    Yamaha lebih parah…jadi nasib siapa???

    Balas
  • 28 November 2011 pada 20:42
    Permalink

    Kayaknya lebih smart pabrikan Honda déh…
    Apapun alasannya…bisnis yang dicari ya seperti itu

    Gampangnya…
    10 tahun ke depan, kamu berani mastikan kalau Kawak
    bisa lebih makmur nggak, dengan idealis macam begitu?
    Bisa ikutan motoGP dan “menyenangkan” konsumén
    loyalnya kelas bawah…
    Atau tetap segmented, untuk akhirnya TUMBANG?

    :mrgreen:

    Balas
    • 28 November 2011 pada 20:48
      Permalink

      hanya Tuhan, orang dalem AHM beserta Mbah Wir yang tahu,
      wekekekekekekkekkkkkkkkkkkkkkekekekekekk

      Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: