Kelihaian Bajaj Dalam Memelihara Produk Sendiri Diantara DUke dan Ninja

KTM-200-Duke
KTM-200-Duke

aBrader sekalian, Bajaj lahir dari turunan tehnologi kawasaki. Banyak hal diadopsi Bajaj dari Kawasaki. Setelah cukup ilmu Bajaj membuat motor sendiri sejak 11 tahun lalu. Lalu sekarang bajaj juga berkolaborasi dengan KTM untuk menjual Duke, selain menjual Duke Bajaj juga membuat produk sendiri semacem Duke dengan label Bajaj.

Sementara di tengah kesibukan bajaj memproduksi motor sendiri, Bajaj masih sempat merakit

Ninja di pabriknya untuk dijual dengan brand Kawasaki, juga menyempatkan diri membuat kolaborasi menelorkan DUke 200. Tentu sebuah trik yang tak mudah, mengingat membuat Duke 200 agar tak bersaing dengan P 200 atau P 220, membuat P 350 agar tak bersaing dengan Ninja 250, tentu sebuah strategi yang layak untuk ditiru bangsa ini bagaimana bisa berkolaborasi dengan bangsa lain namun sekaligus bisa membesarkan bangsa sendiri.

Kapan indonesia bisa begitu yah!!!!! Hanya menjadi serbuan untuk jadi konsumen, bukan produsen

17 komentar pada “Kelihaian Bajaj Dalam Memelihara Produk Sendiri Diantara DUke dan Ninja

  • 23 Desember 2011 pada 04:32
    Permalink

    yaa
    harusnya indonesia dah bisa bikin motor,,
    kan sebenernya kaya honda n yamaha kandungan lokalnya dah >80%
    harusnya kita bisa,,apalagi kalau masyarakatnya mau mendukungya,,gimana.???
    ya dengan beli produk dalam negri lah CMIIW

    Balas
  • 23 Desember 2011 pada 05:17
    Permalink

    Yah telat. .
    Keduax. .
    Mslh nya msrkt krg mendkg scara lgsg tntg produk lokal, lebh bnyk mencemooh thdp produk bru yg lgsg di teliti kekurangan na. .
    Xixi

    Balas
  • 23 Desember 2011 pada 06:04
    Permalink

    mgkin petinggi kita yg di emong pabrikan jepun supaya ga bikin motor nasional. Slma petinggi kita mau memajukan bangsa sndiri ga memajukan diri sendiri pasti udh ada konsep motor nasional seperti bajaj

    Balas
  • 23 Desember 2011 pada 07:50
    Permalink

    Menurut ane lebih baik kita pake merk luar asal diproduksi disini dgn komponen2 lokal daripada pake merk lokal tp aslinya cuma produk luar yg ganti label doank.

    *sambil ngeliik mobil TIM*R

    Balas
    • 23 Desember 2011 pada 10:07
      Permalink

      iya tu mas bro, Happy diprodukssi di malang juga di semarang ada PT honley yang bikin diablo 200tu sebetulnya piur Indonesia atau ekspansi Cina ya, saya kurang tahu

      Balas
  • 23 Desember 2011 pada 09:35
    Permalink

    jauh kang..

    Balas
  • 23 Desember 2011 pada 10:14
    Permalink

    @exyband
    Brand lokal pada mobil luar (tim*r) adalah upaya alih teknologi om. Tidak mungkin kita tiba-tiba mampu memproduksi mobil tanpa adanya proses dan study dalam sebuah kolaborasi.
    Coba om bayangkan jika proyek Tim*r di lanjutkan (asumsi di kelola sehat), mungkin saat ini sudah bisa 100% lokal. Bandingkan dengan kondisi saat ini kandungan lokal sudah diatas 80% namun kita harus bayar royalti ke pemegang merk.
    mengapa langkah Tim*r efektif? karena saya tidak yakin kita mampu bermanuver seperti Hero Motor dalam membentuk Brand lokal!

    Balas
    • 23 Desember 2011 pada 10:30
      Permalink

      miripmalsia yang membeli saham lotus lalu bikin mobil sendiri dengan spek mirip lotus tapi harga hanya setengahnya

      Balas
  • 23 Desember 2011 pada 10:55
    Permalink

    kenapa kita gk bs membuat brand lokal sendiri yg bs bersaing??

    jawabnya:

    karena orang indonesia kebanyakan komentar daripada action-nya

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: