SMK Rajawali Hidupkal Lagi Asa Mobil Nasional, Meski Kerikil tajam Menghadang

Sebuah mobil warna hitam yang tergolong model Sport Utility Vehicle (SUV) itu memiliki kapasitas 7 orang penumpang, didukung mesin 1.500 cc 4 silinder dengan sistem injeksi, ya ini adalah sebuah asa lagi akan adanya mobil nasional yang kini oleh walikota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dideklarasikan pemakaian mobil Esemka Rajawali sebagai mobil dinas. Jokowi dan wakilnya, Hadi Rudyatmo, sontak membuat geger masyarakat. Pejabat kok pakai mobil dinas Rp 95 juta per unit buatan domestik. Katanya “Mobil ini cukup nyaman. Saya ingin mendorong anak-anak SMK lebih kreatif. Kenapa harus tidak bangga memakai produk mereka?”

rajawali
rajawali

Ya, mobil ini tak kalah maco dengan pabrikan Jepun, dengan fiturnya yang modern, seperti power window, AC dual zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, bahkan s

udah memiliki sensor parker maka layak untuk disebut mumpuni, mangstabnya harga mobil Esemka Rajawali cuma di banderol sekitar 75 juta rupiah dan dapat di pesan di agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mobil Esemka Rajawali, PT Solo Manufaktur Kreasi.

Namun sayang kasus lama terulang, dalam kisah truk “Perkasa” yang digarap texmaco kandas sepertinya bakal pula dialami mobil ini.Ya, sebuah tanggapan miring muncul, seperti dilansir mbah Edo, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang menganggap langkah Jokowi adalah sembrono. “Bangga itu boleh. Bangga bahwa anak-anak kita bisa berkarya luar biasa. Tapi kebanggaan itu yang terukur dong. Lha ini belum apa-apa, teruji saja belum kok sudah ada yang berani pasang pelat nomor (untuk kendaraan dinas -red). Sembrono itu namanya. Kalau nanti sampai nabrak kebo gimana. Tidak usah cari muka lah,” Hemm lagi-lagi kita berantem dengan bangsa sendiri demi sesuatu yang abu-abu, Semoga saja asa mobil nasional tetap terjaga.

62 komentar pada “SMK Rajawali Hidupkal Lagi Asa Mobil Nasional, Meski Kerikil tajam Menghadang

  • 6 Januari 2012 pada 04:59
    Permalink

    hadew kon dolan rene kae sepur kelinci, penggiling padi, gergaji kayu, semua jalan baik2 aja, pastinya ijin darimana? Lha ini mobil dah mayan kok susah dapet ijinya

    Balas
    • 6 Januari 2012 pada 05:33
      Permalink

      klo yg g pro biasanya gengsi….. mobil dinas kok harga murahan imho….. g hamburin duit anggaran g maknyus

      Balas
  • 6 Januari 2012 pada 05:30
    Permalink

    ane mah ndukung langkah pak jokowi…… pro rayat je…… walau ane bkn orang solo….

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 05:33
    Permalink

    Perlukah kita bentuk organisasi pembela produk bangsa. .
    Agar produk kta bsa bangkit gmn pun cra nya. .
    Pa perlu kta cabut krikil tu lalu kita masukan ke tong aspal. .
    Sungguh sangat pdih emg. .
    **** buat bpa gubernur

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 05:36
    Permalink

    Ayo gan kita dukung mobil nasional kta jgn mau di jajah terus gan. . .

    Balas
    • 6 Januari 2012 pada 09:34
      Permalink

      yo kan padi juga dari bibit wekekekek gak langsung gedekkekkke

      Balas
  • 6 Januari 2012 pada 08:02
    Permalink

    smoga bsa melanjutkan proyek Timor..
    cintai produk Indonesia

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 08:08
    Permalink

    Berattttt….
    gak ada niatan baik dari pemerintah…. sehingga proteksi terhadap barang dhewe gak ada…
    ibarat bayi jektas belajar mbrangkang langsung diajak balap lari ma orang dewasa.. tekor pesena telor.. Selama belum ada setoran yang menguntungkan kantong pejabat… project2 Nasional masih jauh rasanya…

    Untuk Pak Bibit, “nak duduk raimu sing nyoba terus sopo maneh suuu !! mosok rakyat’e dikon dadi bemper terus..”

    – Komentator pernah punya pacar wong Solo –
    Gak takonnnnnn 😀

    Balas
    • 6 Januari 2012 pada 09:35
      Permalink

      ngragas golek pacar adohmen dul weakakakakkakaaaaaaaaakakakakka

      Balas
  • 6 Januari 2012 pada 08:46
    Permalink

    ditunggu ulasan randhane Esemka ?
    😛

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 08:58
    Permalink

    kno harganya cuman 95 juta coba? jangan mau kalah dengan mobil2 bikinan LN, lgan kalo tuh mobil d jual dgn harga murah, ntar semua orang bsa beli tuh mobil dan menambah kemacetan deh, mending tuh mobil d hargai mahal aja lho, hehe

    Balas
    • 6 Januari 2012 pada 09:38
      Permalink

      mungkin terlanjur bermoto kalau nggak mahal gak keren kali ya mas bro

      Balas
  • 6 Januari 2012 pada 09:15
    Permalink

    namanya juga yang menghalang Bibit masalah… 🙂

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 09:55
    Permalink

    yang ini bukanya namanya kiat esemka..klo rajawali klo ga salah yg buatan smk malang..cmiiw n ktnya ini udah d uji coba sby-jkt

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 14:01
    Permalink

    sipppp dech buat esemka..program ini seharusnya didukung pemerintah pusat,..tujuannya sgt simple,agar semua org terjangkau mmbeli nya..

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 15:34
    Permalink

    smk sudah memulai tinggal pemerintah yg melanjutkan. kok kayak kewalik ya? tapi ra popo sekrg pintu sudah terbuka nah pemerintah mau tidak tindak lanjut dengan take over dan benar2 serius di industri nasional, syukur2 bisa buat transportasi massal nasional lha yg mobil atau motor nasional cukup di ekspor saja.

    Balas
    • 6 Januari 2012 pada 16:27
      Permalink

      ya macem Pindsad yang akhirnya banyak diekspor atau Nortanio juga demikian

      Balas
  • 6 Januari 2012 pada 16:28
    Permalink

    itu gubernur ko gak pro rakyat yah ? bukannya bangga bisa bikin mobil kaya gitu,kaya tuh gubernur bisa bikin mobil aja…..ckckckkc

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 16:53
    Permalink

    Sepertinya menurut Gwa sih hadirnya MobNas bakal ngikis sebagian market share-nya Mobil Eropa ataupun Amerika, mengingat secara design tidak terlalu kalah jauh dengan buatan luar.
    Sebagai warga indonesia Gwa sih mendukung dengan kehadiran MobNas ini

    Balas
  • 6 Januari 2012 pada 17:27
    Permalink

    Bikin fan page yg 1 juta apa gtu mas bonsai nanti saya dukung dan mencari masa. .
    Wekeke demi indonesia semangat 45

    Balas
  • 7 Januari 2012 pada 17:56
    Permalink

    Ayo buat petisi ke presiden, dukung PROGRAM MOBNAS. Pemerintah & DPR harus buat kebijakan yg mendukung dan menfasilitasi PROGRAM MOBNAS, Jangan ada yg maen mata dan jangan mau di sumpal dengan duit oleh ATPM yg dengan sengaja meminggirkan program MOBNAS. Sudah bertahun tahun, uang rakyat Indonesia di hisap prinsipal, berapa trilyun uang yg mengalir ke negri Jepang dll? Harga mobil dan motor yg di jual di indonesia juga gak tanggung tanggung mahalnya karena tidak adaya MOBNAS & MOTNAS. Di india, honda dan yamaha gk berani menjual dengan harga mahal karena kuatir gk bisa bersaing dengan harga produk lokal india (Bajaj, Pulsar dll). Ayo dukung PROGRAM MOBNAS & MOTNAS.

    Balas
  • 9 Januari 2012 pada 14:17
    Permalink

    Tindakan Jokowi cukup berani membuat pejabat lain ketir2 kalau mau beli mobil impor ratusan juta bahan sampai miliaran. Salah satunya yang mulai kuatir ya Gubernur Jatenglah. Kalah popularitas dan keberanian membela rakyat.

    Balas
  • 9 Januari 2012 pada 21:28
    Permalink

    Lebih baik memajukan bangsa sendiri daripada memajukan negara lain; tp apakah rakyat Indonesia sudah siap menghadapi tantangan bisnis skg ini yang lebih memikirkan kualitas produk dan layanan after salesnya

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 09:00
    Permalink

    Lebih baik berbuat daripada cuma cuap-cuap…Mobil Esemka merupakan bukti klo kita bisa berbicara di dunia otomotif…sekarang tinggal dukungan pemerintah untuk memajukannya

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 20:13
    Permalink

    Katanya org indonesia harus maju.. loh dah mau injek gas kreasi produk dalam negeri , dah ngemeng2 lagi,, lah coba donk kasih dukungan wahai pemerintah.. skr kl melihat bisnis realnya, kualitas produk kita udah gemeteran,,hehehe ( mod on parto OVJ) yah,,, dukung lah pemerintah,, kasih jalan,,biar bisa terus merangkak ke depan.. ^.^

    Balas
  • 14 Januari 2012 pada 15:12
    Permalink

    Semoga Jokowi bisa menjadikan contoh yang baik buat pemerintah agar Indonesia bisa berkembang pesat di kalangan dunia Otomotif dan juga sebagai pendorong anak2 penerus bangsa agar Indonesia Terlihat oleh Dunia.

    Balas
  • 15 Januari 2012 pada 07:58
    Permalink

    SMK lagi naik daun..ini semoga menjadi angin awal tonggak lahir dan bangkitnya dunia bisnis otomotif kita. Biar jadi produsen. Sekrang tgl pemasaran nya seperti apa .. biar tetep eksis.

    Balas
  • 17 Januari 2012 pada 14:32
    Permalink

    hidup Bp Jokowie..
    kapan bapak mau jadi gubernur jabar?

    Balas
  • 17 Januari 2012 pada 16:11
    Permalink

    syirik aja paling.
    kreatifitas anak bangsa harus disikapi dengan sportif dan optimis,

    Balas
  • 27 Januari 2012 pada 10:09
    Permalink

    Hal-hal yang positif seperti ini harusnya disikapi dengan positif juga, bukan malah dikritik habis-habisan. Bangga dengan produk dalam negeri juga salah satu bentuk bangsa yang besar loh.
    Semoga terus bisa dikembangkan sifat seperti ini.

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: