Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan

Sungguh gila cara segelintir orang Jakarta mencari makan dengan membuat celaka oranag lain. Ya modus menebar paku adalah cara jitu untuk meraup rejeki bagi para tukang tambal ban, namun sayangnya cara ini sangat membahayakaaan pengguna jalan. Lalu apakah pemerintah diam aja? Ya sebenarnya sih sudah sering dilakukan pembersihan jalan dan hasilnya bisa sekarung paku di peroleh. Lihat saja poto dari yahoo dibawah ini!

RanjauPaku080112-4_070309
RanjauPaku080112-4_070309
Bagi para biker maupun drivers sekalian monggo silakan hati-hati bila melewati ruas tertentu di j
akarta, seperti Gatot Subroto Cawang Jaktim yang sangat tenar dengan ranjau pakuinya. Mungkin Polisi dan Pemerintah DKI Jakarta harus melakukan tindakan untuk menekan penyebaran ranjau paku di jalanan Jakarta dengan merazia tukang tambal ban, menambah patroli polisi sampai menyediakan jasa tambal ban resmi dari Pemda. Biar kapok atau masukkan aja ke pembinaan lembaga pemasyarkatan. MMMMM SUNGGUH MERESAHKAN!!!!

25 thoughts on “Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan

  • 10 Januari 2012 pada 11:33
    Permalink

    iku pakune bar dikumpulno didol ndek endi Pak dhe…
    huehehehe

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 14:41
    Permalink

    pakunya dijual ke penebar ranjau saja….wekekekeke….bons..ngomong-omong kok gede men pakune…iso nggo gawe omah kuwi paku sekarung!!

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 15:19
    Permalink

    kalau paku biasa sih no problem mbah, ban tubles aman-aman saja.
    tapi kalau pakunya itu potongan tangkau payung di jamin ngobos juga tublessnya ( pengalaman sendiri :palu: )

    keep brotherhood,

    salam,

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 16:50
    Permalink

    benar kurang kerjaan.. pernah jd korban jg..bkn paku, tp tugelan wesi payung

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 18:32
    Permalink

    Ujung pakunya di bengkokin dikit ya???

    Balas
  • 10 Januari 2012 pada 19:04
    Permalink

    sing tukang nyebar paku nek ketangkep dipaku ndase wae cak bro..

    Balas
  • 1 Februari 2012 pada 12:37
    Permalink

    Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker I was recommended this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my difficulty. You are wonderful! Thanks! your article about Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker Best Regards Craig Lawrence

    Balas
  • 1 Februari 2012 pada 12:40
    Permalink

    Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker I was suggested this blog by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my difficulty. You are amazing! Thanks! your article about Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker Best Regards Justin Agata

    Balas
  • 1 Februari 2012 pada 12:46
    Permalink

    Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker I was recommended this blog by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You’re wonderful! Thanks! your article about Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker Best Regards Yoder Agata

    Balas
  • 5 Februari 2012 pada 12:30
    Permalink

    Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker I was suggested this blog by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my difficulty. You are amazing! Thanks! your article about Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker Best Regards Yoder Veronica

    Balas
  • 5 Februari 2012 pada 12:30
    Permalink

    Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker I was recommended this web site by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my trouble. You’re wonderful! Thanks! your article about Ranjau Paku di Jakarta Makin Meresahkan Bonsai Biker Best Regards Andy Lawrence

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: