Sebuah faenomen atau rumor pahit yang harus ditelan para pemrakarsa mobil Esemka, bahwa kabarnya pemerintah kurang mendukung proyek ini, bahkan pemerintah lebih mendukung mobil listrik. Suatu pilihan sulit mungkin bagi pemerintah karena memang kondisi sedang tak menentu ditengah harga BBM yang makin sulit. Namun lebih anehnya lagi kok malah kemarin pemerintah mendukung mobil murah yang bakal digelontorkan Honda setelah membangun pabirk besar baru-baru ini seperti dalam artikel berikut : http://2brk.wordpress.com/2012/03/16/pasca-bangun-pabrik-baru-honda-bakal-produksi-mobil-murah-di-indonesia/


Sebagaimana dilansir okezone bahwa Wakil Wali Kota Solo, Jawa Tengah FX Hadi Rudyatmo, mengaku heran dengan sikap pemerintah yang lebih condong mendukung mobil listrik, daripada mendukung Esemka. “Terus terang saya heran, kenapa pemerintah lebih condong mendukung mobil listrik, dibandingkan Esemka. Padahal dibandingkan mobil listrik, produksi mobil Esemka jauh lebih sulit,” terang Rudy, panggilan akrab Wakil Wali Kota, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/3/2012).
Secara real kalau memang semuatidak menjadi komoditas politik, tentu bila Esemka ini sudah ditetapkan menjadi mobil nasional, pabrik pembuatannya tidak hanya ada di Solo, bahkan menyebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, Pemprov Kalimantan Timur siap menanamkan investasi sebesar Rp100 miliar untuk membangun pabrik perakitan Esemka di Kalimantan Timur. Dari sini jelas akan menyedot tenaga kerja yang lumayan banyak dan mensukseskan program SMK itu sendiri yang memang belakangan digalakkan pemerintah. Wahy ada apa ini! Ada y6ang tahu?