Pasca Suzuki dan Kawasaki aben dari MotoGP kini praktis tinggal 3 pabrikan yang bermain, yakni Honda, Yamaha, dan Ducati. Ya,beberapa sponsorpun hengkang, lalu kondisi diperparah dengan terlalu perkasanya honda atas dua rivalnya, yakni Ducati dan Yamaha. Bagi Honda secara sepihak tentu ini sangat membanggakan dan menguntungkan,namun bagi kebanyakan orang yang terlibat ini sungguh merugikan. GP tak serame dulu, ini adalah sebuah fakta, hampir tak ada lagi salip-salipan, hampir pula tak ada lagi kejar mengejar, yang ada hanya Honda yang melesat di depan terutama Stoner lalu yang lainย  baru ngintil. Gp layaknya robot yang hasilnya bisa diumuskan, aksi-aksi liar dan penuh entertainer ala gaya Rossi tempi dulu kini tak dijumpai lagi. Wal hasil GP jadi kurang menarik, sah-sah aja Honda dan Stoner juara, namun itu hanya nikmat ditonton bagi para fansnya. yang terjadi kemudian bisa ditebak, penyandang dana alias sponsor pada kabur.

2105007620X310
2105007620X310

Sebuah kabar paling baru bahwa TV Ttalia, Mediaset, memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan Dorna, yang berakhir musim 2013, tak mau lagi nyiarin MotoGP. Ya, keputusan ini didasari dengan tak adanya kepastian tentang aturan, partisipasi sejumlah pabrik dan sejumlah pebalap pada 2014, Mediaset memutuskan tidak perbarui kontrak dengan Dorna.Kemudian Sky membeli hak eksklusif MotoGP tersebut dari Infront untuk periode selama tiga tahun, dari 2013-2015, dengan sebuah opsi perpanjangan selama tiga tahun.
Selanjutnya Mediaset beralih ke WSBK yang menurutnya lebih prospektif, di mana sebelumnya hak penyiaran berada di televisi Italia La7. Dengan demikian, Mediaset akan menghentikan semua iklan seri prototype tersebut, yang sudah mereka perlihatkan sejak 2002, dan mengalihkan konsentrasi kepada seri yang berbasis pabrik.
Kompas dengan terang-terangan menyebut “Suram” terhadap masa depan GP ini, lalu mengatakan bahwa secara tersirat, Mediaset menilai masa depan MotoGP agak buram dan bertambah runyam menyusul buruknya performa pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang mana membuat rating acara mereka menurun drastis, dan diperkirakan bisa lebih buruk dari tahun lalu.
Ingat ini lamunan liar gan, bisa saja fans Stoner bilang,”Dulu lebih monoton, ROssi mulu yang menang”. Hahahaha tergantung dari sisi mana dulu kita memandang.