Sungguh Luar Biasa Romantisme Yang Engkau Pancarkan Bapak, Selamat Jalan Bapakku Tercinta!

Susah untuk merangkai kata gan, tangan gemetar, air mata mengalir deras, hati tak menentu, demikian yan terjadi pada James Bons detik ini. Sekitar 4 minggu lalu Ibu James Bons yang berusia 77 tahun menderita sakit parah. Pagi itu Bapak James Bons yang telah berusia 92 tahun kami mandikan lalu kami sandingkan dengan Ibu yang sebelumnya juga telah kami mandikan.

69754_172083116158652_325964_n

Saat bersandingan itulah mereka berbincang:
Bapak, “Sampean kok sakit gitu, dan aku sudah tua renta begini, nanti siap duluan yang bakal Meninggal?”
Ibuk, “Ya saya dulu dong Pak kan saya yang sakit!”
Bapak, “Ya saya duluan dong kan saya yang lebih tua 15 tahun dari sampean!”
Lalu mereka berdua berpandangan sambil berkata, ” ya udah kita meninggal bareng aja yuk!”
Sambil tersenyum sling berlirikan mereka berdua mengangguk untuk janjian pulang ke hadirat Ilahi.
Tepat tanggal 4 Desember Ibunda James Bons Meninggal dunia terbebas dari semua derita yang dihadapinya. Sejak saat itu Bapak seperti kehilangan pegangan. Beliau telah pikun, hanya sesekali beliau ingat bahwa Sang permata hati telah meninggalkannya. Namun ditengah kepikunannya itu rupanya beliau merasakan betul separuh nafasnya telah hilang.
Entah apa yang beliau rasakan dan pikirkan, sejak kepergian bunda tatapan matanya selalu kosong, pikirannya selalu melayang entah kemana. Boleh jadi otaknya tidak mampu mengingat apa yang terjadi, namun hatinya ternyata masihlah menyatu dengan bunda.
3 hari lalu Bapak kedinginan masuk angin, kamipun segera bawa ke dokter. Obat yang diberikan hanya ala kadarnya, wong memang bapak tidak menderita sakit parah kecuali hanya masuk angin kedinginan. Dalam dua hari ini Bapak masihlah sempat bisa diajak ngobrol sambil sesekali ngorok ketiduran. Namun tepatnya kemarin tanggal 2 Januaari 2013 bersamaan dengan tenggelamnya  matahari, bapak tertidur, namun tidak ngorok seperti biasanya, beliau tertidur untuk selama-lamanya, menyusul sang ibu, menepati janjinya untung meninggal bersama-sama. SUngguh sebuah romantisme yang terpancar dengan luar biasa.
Bapak! selamat jalan, do’a kami para anakmu akan selalu menyertaimu, sepanjang hidup kami, hingga kami menyusulmu!

Mohon brader sekalian keihlasan doanya mengantar kepergian Bapak Mubin Sanusi Bin Anom!

51 thoughts on “Sungguh Luar Biasa Romantisme Yang Engkau Pancarkan Bapak, Selamat Jalan Bapakku Tercinta!

  • 3 Januari 2013 pada 10:16
    Permalink

    Turut berduka bro. Saya pun terharu. Tau gimana sedihnya ditinggal orang yang kita cintai. Orang yang membesarkan kita. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di Sisi Allah SWT.

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 10:16
    Permalink

    Innalillahi wainalillahi Rojiun, Mas Bons, Kami turut berduka cita atas kepergian ayahnda tercinta.

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 10:23
    Permalink

    Innalilahi wa’innailaihi rojiun semoga bpk nya pak de jebons di beri tempat yg terbaik di sisi Nya, dan di trima semua amal ibadah nya. .
    Amin

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 10:24
    Permalink

    Innalillahi wainalillahi Rojiun, pak Bons, saya turut berduka

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 10:33
    Permalink

    Allahummagfirlahuma warhamhuma ….. smoga kembali ke Pemliknya dengan penuh kedamaian dan segala amal beliau berdua menjadi bekal di sisi Nya, amien… Buat yg ditinggal untuk slalu tabah dan tegar…

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 11:41
    Permalink

    SubhaNallah,
    Maha Suci Engkau Ya Allah,
    Yg telah Mempersatukan Ayah n Ibu Pak Bon ini,
    Hingga Beliau Diberikan Khusnul Khotimah,Dan Tetap Didekatkan Kedua nya Hingga Maut Menjemput.
    Alfatihah,,,,,,,

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 13:11
    Permalink

    innalilahi wa innailaihi rojiun
    turut berduka cita 🙁

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 13:35
    Permalink

    Semoga mereka dipertemukan kembali beserta orang-orang tercintanya …. (mann…I can’t stop my tears…)

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 14:57
    Permalink

    yang meninggal semoga diterima ibadahnya dan diampuni dosanya.
    untuk yang ditinggal semoga diberi kesabaran dan dapat mengambil hikmahnya.
    semoga kita semua khusnul khotimah. aamiin.

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 15:02
    Permalink

    Innalillahi wa inna illaihi roji’un, nderek belo sungkowo pakdhe bons, insya Allah Bapak Mubin Sanusi Bin Anom khusnul khotimah

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 17:01
    Permalink

    thnks agan semua atas doanya

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 17:16
    Permalink

    al-fatihah…

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 18:19
    Permalink

    turut berduka cita, semoga beliau berdua di terima di sisiNYA dan di ampuni segala dosanya serta keluarga yang di tinggal diberikan ketabahan. amienn..

    al-Fatihah…

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 20:19
    Permalink

    Turut berduka cita masbro
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 20:26
    Permalink

    ikut berduka cita mas bons..

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 20:30
    Permalink

    innalillahi wainnaillaihi roji’un…
    turut berduka cita

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 20:41
    Permalink

    makasih do’anya mas bro semua

    Balas
  • 3 Januari 2013 pada 21:18
    Permalink

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 06:15
    Permalink

    inalillahi wa inailaihiroji’un. Nderek belo sungkowo pak bons

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 08:18
    Permalink

    Innalillahi wainailaihi roji’un
    Kang, turut berduka cita ya, maaf tidak bisa ngelayat ke sana.
    Berarti kmrn pulang disi’an kui gara-gara ini kang?

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 08:18
    Permalink

    inalillahi wa inailaihiroji’un. semoga amal baiknya diterima disinya dan diampuni semua dosanya. untuk keluarga semoga iklas dan tabah menerima kehendak yang kuasa ini.

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 11:10
    Permalink

    inalillahi wa inailaihiroji’un…turut berduka sedalam-dalamnya, tapi kisahnya sangat menyentuh bangets,kang Bonsai….(Sesuatu yang perlu ditiru) Cinta – SeHidup seMati….

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 11:23
    Permalink

    buat pak Bons:
    teruslah jd anak yang soleh & senantiasa berdo’a kebaikan utk almarhum karena hal tersebut adalah salah satu yang dapat membantu beliau di alamnya

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 16:22
    Permalink

    innalilahi wainailaihi rojiuun. semoga amal diterima ALLAH SWT.
    semoga kedua ortu kita saudara saudara kita dan kita sendiri meninggal dalam khusnul khotimah. aamiin ya Robbal alamiin.

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 20:06
    Permalink

    innalillah..

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 21:03
    Permalink

    innalillahi wa innailaihi rojiun
    turut berduka cita, om bons….

    Balas
  • 4 Januari 2013 pada 22:58
    Permalink

    inna lilahi wa inna ilaihi roji’un
    “datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah”.

    semoga amal ibadah beliau, diterima di sisi Alloh SWT. amin.

    Balas
  • 5 Januari 2013 pada 11:17
    Permalink

    turut berduka cita mas bons,semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT.amiin………..

    Balas
  • 6 Januari 2013 pada 05:38
    Permalink

    assalamualaikum Lek…
    innalilahi wa inna ilaihi rajiun
    di dlm ikut berduka aku tetep pengin singsot:
    sirkuit…so romantic

    Balas
  • 6 Januari 2013 pada 19:59
    Permalink

    Mengharukan yah…saya bisa gitu gak yah nanti sama istri saya? ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

    Balas
  • 10 Januari 2013 pada 16:55
    Permalink

    semoga diterima disisinya amien

    Balas
  • 11 Januari 2013 pada 09:45
    Permalink

    komenku kena moderasi opo ilang yo???

    Balas
  • 17 Januari 2013 pada 09:21
    Permalink

    Bisa jadi panutan mas Bon
    Tuhan pasti melapangkan jalannya

    Balas
  • 13 Agustus 2014 pada 05:36
    Permalink

    semoga yang ditinggal jadi anak sholehah sehingga bermanfaat bagi kedua orang tua. ibuku juga sudah meninggal mas.

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: