Kekuatan Militer Indonesia Urutan 15 Besar Dunia,

Copas dari FB TNI di https://www.facebook.com/pages/Tentara-Nasional-Indonesia-Paling-Update/286974721406673 Ternyata peringkat TNI di dunia versi Global Firepower kini di pos

Pelontar Peluru Kendali
Pelontar Peluru Kendali

isi 15 besar wew :

BRAVO TNILembaga analisa militer Global Firepower merilis kekuatan Indonesia kini berada di urutan 15 dunia sejak Juni 2013. Sebelumnya, tahun 2011 lalu Indonesia masih berada di peringkat 18 besar dunia. Untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia tercatat sebagai negara terkuat nomor 7. Jauh di atas Malaysia (33) dan Singapura (47).

Penambahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dibeli Kementerian Pertahanan membuat TNI makin bergigi di darat, laut dan udara. “Kita sendiri sangat merasakan itu di forum internasional. Saya baru pulang dari ASEAN plus eight dari Brunei Darusalam itu 10 menteri pertahanan ASEAN berkumpul dengan 8 menteri yang lain. Kita memiliki peranan yang cukup besar dalam kawasan Pasifik,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada merdeka.com saat ditanya soal peringkat militer Indonesia ini, Jumat (30/8).

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai Indonesia kini memang layak diperhitungkan dengan penambahan sejumlah persenjataan baru. Tapi jumlah ini baru sekitar 30 persen dari kebutuhan minimum pertahanan. Idealnya, TNI harusnya jauh lebih kuat dari sekarang. “Kalau dibandingkan dengan negara-negara yang militernya kuat, Indonesia masih sangat jauh,” kata pensiunan Mayor Jenderal TNI ini.

Ada 40 indikator penilaian dalam situs globalfirepower.com. Untuk persenjataan darat, situs ini menghitung jumlah tank, meriam hingga truk angkut perbekalan. Untuk aspek laut, jumlah kapal perusak, kapal induk, kapal selam. Di udara jumlah jet tempur, helikopter dan sarana pendukung airport. Tak cuma itu, globalfirepower.com memperhitungkan jumlah penduduk, luas negara, produksi minyak hingga jumlah airport, jaringan rel kereta api dan pelabuhan laut.

Berikut daftar kekuatan militer yang diurutkan dalam situs tersebut:
1. Amerika Serikat
2. Rusia
3. China
4. India
5. Inggris
6. Prancis
7. Jerman
8. Korea Selatan
9. Itali
10. Brazil
11. Turki
12. Pakistan
13. Israel
14. Mesir
15. Indonesia
16. Iran
17. Jepang
18. Taiwan
19. Kanada
20. Thailand
21. Meksiko
22. Ukraina
23. Australia
24. Polandia
25. Vietnam
26. Swedia
27. Saudi Arabia
28. Etiopia
29. Korea Utara
30. Spanyol
31. Filipina
32. Swiss
33. Malaysia
34. Afrika Selatan
35. Argentina
36. Nigeria
37. Austria
38. Aljazair
39. Suriah
40. Venezuela
41. Kolombia
42. Norwegia
43. Yaman
44. Denmark
45. Finlandia
46. Kenya
47. Singapura
48. Afghanistan
49. Yunani
50. Rumania
51. Cile
52. Belgia
53. Kroasia
54. Serbia
55. Portugis
56. Yordania
57. Uni Emirat Arab
58. Irak
59. Libya
60. Georgia
61. Mongolia
62. Paraguay
63. Kuwait
64. Nepal
65. Qatar
66. Lebanon
67. Uruguay
68. Panama

Jenderal Moeldoko tak puas TNI ada di peringkat 15 besar dunia, “Itu masih kurang. Ya, kalau bisa lebih bagus lagi kenapa tidak gitu, makanya kita harus bisa lebih bagus lagi,” kata Jenderal Moeldoko kepada merdeka.com saat ditanya soal peningkatan rangking tersebut, Jumat (30/8) lalu.

Mantan Kepala Staf TNI AD yang baru saja dilantik menjadi Panglima TNI tersebut mengaku bangga dengan peningkatan alat sistem utama pertahanan (alutsista) yang dimiliki TNI. Sejumlah peralatan tempur modern dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah dimiliki.

Jenderal Moeldoko berjanji akan melakukan konsolidasi agar para prajurit memahami organisasi ketentaraan. Dengan cara ini, dia berharap agar para prajurit di lapangan tidak memble, padahal alutsista yang dimiliki sudah modern.

“Langkah pertama saya akan melakukan konsolidasi untuk memahami organisasi, kira-kira tidak lama, itu untuk penguatan SDM, prajurit-prajurit TNI harus profesional. Di sisi lain harus militan jangan alutsistanya bagus prajuritnya memble,” ujar Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, dirinya akan terus mendorong modernisasi alutsista yang akan dilaksanakan secara bertahap. Dia juga berharap pertumbuhan ekonomi semakin baik, sehingga alat pertahanan akan semakin membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tingkatkan dan jalankan (pengadaan alutsista) dari waktu ke waktu, diharapkan pertumbuhan ekonomi kita semakin baik dan dengan sendirinya prajurit saya akan banyak diberikan alutsista,” ungkapnya.

Ada sejumlah alutsista yang kini akan didatangkan dari sejumlah negara, mulai dari pesawat, tank, hingga persenjataan. Saat ini, ia menunggu seluruhnya datang hingga seluruh personel dapat menggunakannya dengan baik.

“Untuk Apache memang perlu waktu yang banyak 2018-2021, mungkin 2013 baru beberapa, masalah anggaran saya tidak bicarakan karena itu domainnya Kemenhan,” ujarnya.(mdk/ian)

Berikut Kekuatan TNI Versi Lembaga analisa Global Firepower

1. Jumlah personel militer dan cadangan

Jumlah personel militer aktif
Indonesia: 438.410

Pasukan cadangan
Indonesia: 400.000

Penduduk yang bisa dijadikan tentara
Indonesia: 107.538.660

2. Kekuatan Darat

Tank Baja
Indonesia: 400

Kendaraan lapis baja
Indonesia: 506

Artileri jarak jauh
Indonesia: 62

Peluncur roket
Indonesia: 50

Mortir
Indonesia: 3.350

Senjata antitank
Indonesia: 11.000

Kendaraan angkut logistik
Indonesia: 11.100

3. Kekuatan Laut

Kapal perang
Indonesia: 150

Kapal selam
Indonesia: 2

Kapal pendarat pasukan
Indonesia: 26

Kapal kelas korvet
Indonesia: 23

Kapal kelas frigat
Indonesia: 6

Kapal dagang
Indonesia: 1.340

Pelabuhan Laut Utama
Indonesia: 9

Kapal Patroli
Indonesia: 70

4. Kekuatan Udara

Kekuatan pesawat udara
Indonesia: 444

Helikopter
Indonesia: 187

Lapangan udara dan airport
Indonesia: 676

5. Faktor penunjang lain

Anggaran pertahanan
Indonesia: USD 5.220.000.000

Produksi minyak
Indonesia: 982.900 barel per hari

Konsumsi minyak
Indonesia: 1.115.000 barel per hari

Cadangan minyak
Indonesia: 3.885.000.000 barel per hari

Luas daratan
Indonesia: 1.904.596 km2

Panjang garis pantai
Indonesia: 54.716 km

88 komentar pada “Kekuatan Militer Indonesia Urutan 15 Besar Dunia,

    • 6 September 2013 pada 12:34
      Permalink

      Dalam keadaan damai dan keadaan perang sekalipun, suatu bangsa merdeka kebetulan sebagai negara kepulauan, harusnya kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara nya yang diperbesar..

      Apalagi jaman sekarang kalaupun ada invasi bangsa lain pasti pertama melalui serangan diperbatasan laut dan udara, setelah jebol pertahanan laut dan udara, baru kemudian menyerbu pulaunya untuk menguasai daratan..

      Taktik perang gerilya didaratan memang efektif sewaktu jaman jebot, sekarang jaman semakin modern, suatu negara kepulauan apa iya mau menunggu serangan / bertahan didaratan saja tanpa memperdulikan kekuatan pertahanan terdepan diperbatasan laut dan udara ?
      Sangat konyol bila ada sebuah negara kepulauan seperti itu !

      Di Indonesia ?

      ^yahh…., mirip-mirip seperti dongeng ane di atas !

      😀

      Balas
      • 6 September 2013 pada 12:59
        Permalink

        kalo di negeri entah berantah, kekuatan pasukan nasi bungkusnya siap mangkal 1×24 di dunia maya..

        untuk pertahanan di air, ada speedboat yakampret bersenjatakan garpu karatan dan ada anak kodok si cebong stressfire dari pasukan tangki konde sayap merah..

        untuk pertahanan di udara ada new vietkong lemot dengan senjata sinar x kepala sinchan dan siluman tiger picek beriklan pesawat jet tempurnya, belum lagi bantuan pasukan itik dari planet jupiter underbone..

        untuk pertahanan di darat ada ninja dari pasukan genk ijo, di bantu pasukan para waria ngorok dan pasukan batman (beat manis manja mania).

        sedangkan untuk menjaga keamanan dalam negeri, ada personel hansip bebek gentong livery kunyit remasol.

        😀

        *cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan nama peran, tokoh dan tempat, harap maklum !

        Balas
      • 7 September 2013 pada 10:43
        Permalink

        http://bonsaibiker.com/2013/09/05/kekuatan-militer-indonesia-urutan-15-besar-dunia/#comment-129858
        ^pernah “psywar” sama engkong ane dari bokap, yang purn anggota matra darat pangkat terakhir pamen melati tiga dipundaknya (kolonel purn) maklum tentara jadul yang pensiun jaman cing ato, kemudian dikaryakan ke depdagri..

        engkong ane bilang: “tidak bisa itu cucuku, krn matra darat lebih tua dari matra laut dan udara, juga lebih banyak jumlahnya dari matra lainnya…!”

        ^hadehh..
        engkong pahami dulu kamsud dari omongan cucu mu ini.. (spt ungkapan komentar ane di atas itu).

        😀

        ^engkong ane ini dari jaman jebot punya sifat “kebanggaan korps yang sempit terhadap matra n kesatuannya”

        😀

        *untung gak nurun ke ane..

        😀

        wkwk..

        Balas
      • 7 September 2013 pada 10:55
        Permalink

        kalo disini tentaranya cuma bisa perang sama saudaranya sendiri..

        😀

        *sambil ngebakar mapolres oku..

        wkwk..

        -hidup hansip-

        Balas
      • 7 September 2013 pada 11:19
        Permalink

        Qwerty 4njin6 kurap

        dah dicuci otak sama trimomok jadi anak cucu durhaka sama kakeknya.

        Balas
  • 5 September 2013 pada 13:38
    Permalink

    Saya termasuk penduduk yang bisa dijadikan tentara opo gak yooo??? 😆

    Balas
  • 5 September 2013 pada 13:42
    Permalink

    SDM cukup mumpuni,apalagi kalo rakyatnya siap jadi tentara cadangan.
    tinggal alutsista aja ditingkatkan nyang ploduk dalam negeri…

    Balas
    • 7 September 2013 pada 09:50
      Permalink

      ada juga militer disuatu negara yang terlalu banyak mencampuri urusan sipil, mungkin warisan dari jaman kemarin..

      selalu berkoar-koar tentara pejuang, merasa lebih berjasa terhadap perjuangan rakyat sipil, padahal pada jaman di awal kemerdekaan negara itu belum ada yang namanya tentara, yang ada hanya perjuangan rakyat sipil sebagai embrio kekuatan militernya, dan hal itu yang sampai sekarang terlupakan oleh rakyatnya sendiri, ditambah banyaknya penyimpangan sejarah pada kurikulum pendidikan demi kepentingan penguasa masa lalu di negeri tsb..

      pernah ke negara usa, jepang, malaysia, singapura ?

      ok gak usah jauh2, di negara tetangga tentaranya gak ada yang blusukan kekampung2, apalagi berkeliaran pakai seragam dinas..

      tentara di sana lebih profesional fokus ke urusan pertahanan dan tentara di sana tunduk / patuh terhadap hukum sipil, juga tidak merasa superpower terhadap domain sipil..

      Balas
  • 5 September 2013 pada 14:15
    Permalink

    asik siap perang dunia ke 3 🙂

    Balas
  • 5 September 2013 pada 14:20
    Permalink

    Di sentil ayam malay ko mingkem terus ya presiden qt,,,ada udang dbalik batu kah?

    Balas
  • 5 September 2013 pada 14:33
    Permalink

    seharusnya indonesia berani menghajar tuh malaysia aka malingshit…., udah terlalu sering kurang ajar ke kita…

    Balas
  • 5 September 2013 pada 14:36
    Permalink

    Perbaiki dulu ‘Moral’ prajuritnya, jgn cuma persenjataan alutsista nya yg ditambahi emangnya ‘Mau perang dimana sih ?’
    Sekarang itu jamannya perang ideologi, lihat aja tuh perekonomian kita anjlok & hukum blm dijunjung tinggi

    Balas
    • 5 September 2013 pada 16:29
      Permalink

      ente salah om…
      alutsista ada sebagai efek deterrent kepada negara lain. Indonesia punya 2 ska Sukhoi + 3 batt MBT, si Oz n Malon akan mikir2 tuh apalg punya 12 lontong…

      wah udah ketakutan setengah mati tuh 2 negara itu. S’pore pun belum tentu mau macem2 ke kita….

      😉

      Balas
      • 5 September 2013 pada 21:04
        Permalink

        betul kata si roy,
        efek deterrent itu tujuan utamanya.

        sama dengan lu punya rumah dikasih teralis, pager gerbang, gembok, dll. emang mau dimaling tiap hari????
        ya gak lah itu juga biar orang jahat mikir2 lihat pengamanan yg mumpuni.
        sama halnya dalam militer. alutsista itu ya gerbang dan gemboknya negara ini.
        fungsi alutsista sebagai alat pencegahan

        Balas
      • 6 September 2013 pada 08:02
        Permalink

        @wasis

        ada kejadian ketika latihan perang Indonesia dan Malaysia dan bebrapa negra lain. ketika setelah latihan Kapal Selam Indonesia mengikuti kapal tempur negara sebalah sampe ke pangkalannya tanpa terdeteksi.

        tau2 muncul di deket hanggar yang langsung bikin heboh ketika itu.

        makanya sekarang menhan mw beli Kapal Selam lg. sebagai efek deterrent.

        sekelumit kisah yang pernah dibaca…

        CMIIW

        Balas
  • 5 September 2013 pada 15:23
    Permalink

    Selama kemandirian ekonomi blm tercapai mah…. Percumah…. Skrg jamannya penjajahan ekonomi. Perang ekonomi

    Balas
  • 5 September 2013 pada 16:01
    Permalink

    Harusnya masuk militer itu gratis,mengingat negeri lain pun malah mewajibkan militer para warganya.biar ga ada lagi tuh,para peng-obsesi tentara yg gagal trus masuk organisasi dgn seragam ala militer

    Balas
  • 5 September 2013 pada 16:17
    Permalink

    tidak membaggakan indonesia tetap aja cleperrrrrr

    Balas
  • 5 September 2013 pada 18:37
    Permalink

    urutan 15 karena menang jumlah pasukan, tapi selama peralatan beli sih bakalan tergantung mulu….bikin sendiri lah alutsista-nya biar industri dalam negri jalan.

    Balas
    • 5 September 2013 pada 21:06
      Permalink

      lah itu anoa, komodo, kapal selam yg lagi join ama korsel, KFX (yg 1/2 jalan), senjata dari pindad, KCR klewang yg kebakar, samape PT PAL segala juga ikutan urunan

      Balas
    • 6 September 2013 pada 08:08
      Permalink

      eits…

      Indonesia kalo gak di tekan negara lain udah lebih maju dari malon om.

      Anoa, kemudian panser canon. light tank kerja sama dengan turki. KFX, Kapal Selam, KCR 50, KCR 60. Kapal angkut. etc…

      kalo pesawat untuk terjun payung ringan udah punya mock up nya tuh. N250.

      😉

      Balas
  • 5 September 2013 pada 18:50
    Permalink

    tapi sama sparatis dan ham kok takut ya….

    Balas
  • 5 September 2013 pada 20:11
    Permalink

    tunggu leopard ama apache kita dateng.
    kalo ada yang teriak2 emang mau perang?? lebih penting beras blablabla. ntar kalo perang beneran situ mau lempar beras ke musuh?

    Balas
  • 5 September 2013 pada 20:14
    Permalink

    di belakangnya malon ada brits, aussie, spore kl ga salah. ada perjanjian antar negara2 ex jajahan inggris kalo perang bakal saling bantu. lha indonesia sapa yang bakal bantu?

    Balas
    • 6 September 2013 pada 08:14
      Permalink

      ngepek gitu?
      Indonesia dulu pernah bikin armada laut Inggris/Amerika ketar ketir. Pesawat tempur nya nempel kebarisan gugus tempur mereka ketika itu.

      skill tersebut masih ada sampe sekrang. pilot2 Indonesia menggunakan Hawk MK201 aja bisa nabokin pilot2 Oz dan Malon di atas F-18 Hornet mereka.

      :mrgreen:

      Balas
      • 6 September 2013 pada 13:25
        Permalink

        kalo gak salah pernah ada kejadian Hornet Oz mampir ke salah satu tempat di negara ini. Belawan kalo gak salah or apalah. Dikejar ama BAE Hawk Mk201, dapet tuh pesawat ampe kekunci tinggal di luncurin rudal aja tuh.

        tapi ama pimpinan disuruh jangan tembak. akhirnya Hornet nya kabur pake super sonic. Hawk ya gak sanggup ngejar lah lha wong cuma sub sonic.

        kemudian dateng lg malem2 dalam jumlah banyak. akhirnya tuh bandara dimatiin seluruh lampunya.

        salah satu bukti kehebatan pilot2 Indonesia.

        :mrgreen:

        Balas
      • 6 September 2013 pada 19:05
        Permalink

        bawean om roy, bukan balawan

        Balas
  • 5 September 2013 pada 20:29
    Permalink

    Cadangan minyak
    Indonesia: 3.885.000.000 barel per hari
    tanya kenapa???

    Balas
    • 5 September 2013 pada 21:18
      Permalink

      @imah
      nyarinya susah bray. kalo salah sekali pas ngedetect ruginya trilyunan. cuman perusahaan minyak besar luar yang berani sama resikonya. pertamina yang masih nebeng pemerintah masih belum berani gambling segitu.

      Balas
      • 5 September 2013 pada 22:07
        Permalink

        masak sih?? modal/ duit asing tuh sbenarnya juga duit kita loh, udah disedot 30tahun lebih emas kita, trus dibawa lagi kemari buat ngebor minyak kita, wah dedel duel ngene kie jenenge, trus kapan Indonesia bisa mandiri?? wes jadi males tanya….:D

        Balas
      • 8 September 2013 pada 22:26
        Permalink

        @x-roy>>berani, tapi pemimpinnya haruslah sekelas Bung Karno, yang punya pengaruh kuat untuk bikin sekutu minimal dengan rusia dan china, ato kekuatan sekelas gerakan non-blok dulu (kekuatan asia-afrika) soalnya klo kagak punya sekutu, proses akuisisi berefek samping seperti irak, libya, suriah, ato mesir….cmiiw.

        Balas
  • 5 September 2013 pada 21:08
    Permalink

    yg bikin geli ETIOPIA urutan 28, jauh di atas malay, singaparna, dan suriah

    Balas
  • 5 September 2013 pada 21:22
    Permalink

    ojo percoyo karo GLOBAL FIRE,mosok indonesia urutan 15 opo indonesia luwih hebat teko jepang,padahal jepang luwih sembarange tinimbang indonesia,cobo pikiren ,pakar militer lek eruh iki mesti guyu kepingkel pingkel sampek gulung koming

    Balas
    • 5 September 2013 pada 21:56
      Permalink

      bukan cuma alutsista bo’, jumlah penduduk. wilayah, SDA, dll juga diitung.
      kita lihat jaman JERMAN VS SOVIET.
      jerman menang teknologi & paling canggih saat itu, pesawat siluman aja udah ada waktu itu walau masih prototype.
      tapi soviet menang SDA&SDM, mundurlah jerman.
      dan pakar militer lek eruh iki mesti guyu kepingkel pingkel sampek gulung koming juga 😀

      Balas
      • 6 September 2013 pada 07:56
        Permalink

        joss kang analisane…. inget battle of stalingrad, battle of moscow…. german mati kutu saat berhadapan dg SDA n SDM soviet, quality german mmg ok, tp quantitynya sdikit, dilibas ama jumlahh soviet yg gak berbatas, pantesan 20jt org soviet jd korban, tp ttp menang coy

        Balas
  • 5 September 2013 pada 21:38
    Permalink

    itu yg diundang tv2 dia bilang alutsista kita tertinggal jauh dr malaysia bahkan ada hitung2annya juga tuh.klo perang pun si analisis bilang kita kalah lha wong kapal perang ngejar speedboat aja kaga bisa.lha ini kok kita urutan 15 dunia?? yg bener yg mana ya? klo alutsista lengkap,personel banyak,tp denger bedil di perbatasan pada kalang kabut tuh yg dikirim sbg tentara perdamaian,di lebanon klo g salah ya?

    Balas
    • 5 September 2013 pada 21:51
      Permalink

      mana ada kapal perang yg sanggup ngejar speedboat. kasih tau dong… kapal si amrik aja gak bakal bisa ngejar speedboat.
      soal alutsista gak bakal gamblang diungkap ke publik, bisa aja ki ta ngaku cemen walau sebenernya joss..
      sama halnya soal kapal selam yg tertulis cuma 2 unit, KRI CAKRA & NANGGALA doang.
      tapi apa iya hanya 2 unit? lihat media russia ada pejabat yg bilang kilo class udah ada di RI, tuh pangkalan kapal selam di sulawesi yg mulai disiapkan, masa iya cuma buat 2 unit hantu laut?

      Balas
  • 6 September 2013 pada 04:30
    Permalink

    btw qt koq msh ngeper sama malay, sing n aus yaaaa….

    Balas
  • 6 September 2013 pada 06:32
    Permalink

    setuju….!!!

    rakyat bisa di jadikan kekuatan yang besar…rakyat kita hobi untuk membantai, penggal kepala mah ecess buat masyarakat, dah biasa, kalau di latih, bakalah menjadi kekuatan menakutkan, layaknya malaikat pencavut nyawa….

    semoga wajib militer jadi dilaksanakan…!

    Balas
  • 6 September 2013 pada 07:35
    Permalink

    sepertinya korupsi juga sm2 peringkat atas pak bons

    Balas
  • 6 September 2013 pada 07:38
    Permalink

    kl masalah perang menaklukan indonesia msh susah soalnya terdiri bny pulau. misalnya jawa tumbang maka akan berdiri kekuatan di pulau2 lain

    Balas
  • 6 September 2013 pada 08:01
    Permalink

    maaf, hitungan kekuatan kita mayoritas bkn krn TNI-nya, apalagi alat2nya yg hampir semua impor, tp kekuatan lebih ke SDA n SDM yg luar biasa, andai bisa dikelola dg baik, kalo cm german n inggris sih g ada apa2-nya, apalagi malaysia, jauh bgt bung!!!.
    kita bs sejajar sm china n russia sbg superpower energi n material, masalahnya mmg KKN yg makin gerogoti kemampuan itu jd gak bisa muncul

    Balas
  • 6 September 2013 pada 12:18
    Permalink

    tingal beli 2 kapal induk, bisa naik lagi tuh peringkatnya 😀

    Balas
    • 6 September 2013 pada 14:58
      Permalink

      buat ngangkut apa om?
      Indonesia gak perlu kapal induk tapi cukup KCR dan Corvette yang banyak. Frigatte juga gak terlalu kepake. paling ideal ya KCR dan Corvette.

      tapi banyak… 200-300 biji gitu. terus Kapal Selam 12 biji. itu juga udah cukup kok buat nakut2in negara sekitar…

      Balas
      • 6 September 2013 pada 19:11
        Permalink

        betul, kapal induk mah percum tak berguna 😀
        doktrin militer kita kan defensif. tinggal bikin landasan militer di tiap pulau utama maka jadilah kapal induk ajaib yg paling sulit dikaramkan.
        yg butuh sih betul KCR, kapal pengangkut pasukan. plus hantu laut AKA kapal selem.

        Balas
      • 6 September 2013 pada 19:57
        Permalink

        eh, kabarnya SU 30 MK2 dateng lagi tadi malam di makassar, dipikul pake antonov joss lah, lengkap 1 skadron

        Balas
      • 9 September 2013 pada 07:45
        Permalink

        @wasis

        Oz aja ketar ketir ketika MenHan bilang mw punya pesawat tempur ampe 60 biji.

        PM nya langsung komplain terkait hal tersebut. katanya Indonesia mengawali Arm Race di ASEAN…

        😆

        Balas
  • 6 September 2013 pada 21:18
    Permalink

    Bacanya seru….

    Balas
  • 7 September 2013 pada 10:41
    Permalink

    padahal ga perlu alusista aneh2 , cukup pake asap udah bikin negara2 tetangga batuk2 sampe muntah2 😀

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: