Gonjang-ganjing Tank Leopard Antara TNI dan LSM

Tank tempur utama (main battle tank) Leopard 2A4 dan tank menengah Marder buatan Jerman sudah tiba di Indonesia. Dua unit Leopard dan dua unit Marder itu datang pada Minggu (22/9) pagi di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kepala Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi di Gedung Urip Sumoharjo, di Kompleks Kemhan pada Rabu (25/9) menyampaikan bahwa  kedatangan Alutsista TNI akan datang secara bertahap ke depan.

Tank Leopard
Tank Leopard

Satu hal yang nik bahwa  kelayakan alat tempur ini diragukan pihak LSM alias pengamat militer, para pengamat ini menganggap Leopard hanya layak di pakai di Pulau Jawadan dianggap bisa membuat jalanan aspal rusak saat dilalui. Lalu apa jawab pak Sisriadi! Ia mengatakan, pilihan jenis Alutsista yang dibeli tahun ini sudah melalui proses riset dan perencanaan yang baik. Bahkan dia meyakinkan, kritik-kritik terhadap kedatangan Alutsista dilakukan oleh LSM-LSM atau orang-orang tertentu yang perlu dipertanyakan nasionalismenya.”Berat tiap titik gandar itu 8 kg, itu lebih ringan dari kendaraan kontainer. Kalau masalah kelayakan, Leopard ini bisa dipakai di semua tempat, tidak di Pulau Jawa. Hal-hal teknis seperti itu sudah dibahas sebelum pembelian dan sudah dibicarakan di DPR, Sebenarnya siapa sih yang lebih tahu, pengamat atau kami yang tahu perang?” kata Sisriadi.

25 thoughts on “Gonjang-ganjing Tank Leopard Antara TNI dan LSM

  • 27 September 2013 pada 10:33
    Permalink

    waduh alasane rek, sungguh profesional sekali :mrgreen:

    kenapa gak sekalian aja truk2 kontainer dilarang lewat seluruh jalan raya di pulau jawa 😆

    Balas
  • 27 September 2013 pada 10:38
    Permalink

    jegurrrrr…..

    Balas
  • 27 September 2013 pada 10:54
    Permalink

    heran, ni masalah udah fix, masih aj diungkit2 LSM g jelas. dikunjungin bakin bru tau rasa.

    Balas
  • 27 September 2013 pada 12:31
    Permalink

    Sebenarnya siapa sih
    yang lebih tahu, pengamat atau kami yang tahu
    perang?”

    LSM klo g bicara dapur ga ngebul..

    Balas
  • 27 September 2013 pada 13:02
    Permalink

    modiaarr tenann….
    diajak perang tenanan gek kapok!!!

    Balas
  • 27 September 2013 pada 13:28
    Permalink

    kok gak T90 ato MA 1 abrams aja to???

    Balas
  • 27 September 2013 pada 13:35
    Permalink

    Abri dilawan….bedil ndasmu…..

    Balas
  • 27 September 2013 pada 13:53
    Permalink

    LSM nya tolol…
    ground pressure Leo lebih kecil dari pada sepeda pancal. bahkan lebih berat truk 10 ton. toh tank sekarang di rantai nya sudah di pasangi karet biar gak merusak jalan.

    Kalo tank aja ambless di rawa2 or jalan becek berarti prajurit juga gak bakal bisa lewat.

    LSM nya dulu pernah belajar Fisika gak sih?

    Balas
  • 27 September 2013 pada 14:21
    Permalink

    LSM goblok, itu sudah

    Balas
  • 27 September 2013 pada 14:47
    Permalink

    LSMnya dksih uang saku, pasti diem…

    Balas
  • 27 September 2013 pada 15:44
    Permalink

    coba ada kompon ban buat tank super kayak gitu. mesti bisa 100 km/jam di tol 😉

    Balas
  • 27 September 2013 pada 18:29
    Permalink

    asal tau aja.. truk yg nganter material ke t4 inyong nyari upo muatannya bs nyampe 45-50 ton.. blom truk’e..

    Balas
  • 27 September 2013 pada 20:11
    Permalink

    8 kg kan enteng 😀
    aspal rusak keno tank? ora di lewati tank we wis rusak kok 🙁

    Balas
  • 29 September 2013 pada 06:07
    Permalink

    jangankan masalah tank mendidik anak saja sering diajari katanya jangan …sekolahan sj sering didatangi ujung2nya ya minta duwit… lsm spti itu harusnya kepalane diplindes tank ae… biar g dadi penghianat bangsa…

    Balas
  • 29 September 2013 pada 12:35
    Permalink

    LSM itu racun bangsa.

    lindes wae mbek tank. gentenan mbek truk tronton. ben bngerti seng luih abot seng endi

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: