UMR DKI Naik Jadi 2,4 Juta, Mungkin Ini Cara Jokowi Usir Idustri Ke Luar Jakarta

Penyelesaian macet di Jakarta memang tak melulu dirampungkan dari satu sektor, karena memang banyak sektor terkait.mBoleh jadi Jokowi menertibkan Tanah Abang, memberlakukan sistem Elektric dalam pembayaran untuk tiap kedaran yang lewat, dan sbagainya, dan sebagainya. Kini sebuah aturan baru bahwa UMR DKI adalah 2,4 juta, maka bisa dibilang bahwa ini merupakan pengusiran Industri atau pabarik k luar Jakarta.

jokowi
jokowi

Ya, bila Industri tetap tinggal di Jakarta maka dia harus membayar buruhnya seharga 2,4 juta minimum, maka bila mau lebih murah lagi monggo silakan pabriknya dibawa ke luar jakarta. Mau Ke Cikampek monggo, Cianjur monggo, atau tangerang , mongggo, dll. Kan lebih murah gan. Dengan kata lain ini merupakan cara brillian Jokowi secara halus mengusir Industri ke luar Jakarta ungtuk mengurangi kemacetan. Bijimana menurut agan sekalian?

“Ide dari kang Gundam”

49 thoughts on “UMR DKI Naik Jadi 2,4 Juta, Mungkin Ini Cara Jokowi Usir Idustri Ke Luar Jakarta

  • 3 November 2013 pada 20:07
    Permalink

    Bener juga boss,,,,

    Balas
  • 3 November 2013 pada 20:16
    Permalink

    2,4 belum layak mbah liat di tangerang gp karyawan kontrak 2,5[mitsuba,stanly,surya toto,mitsubosi,mitsubisi,]itu belum termasuk trasport,uang makan itensif,premihadir dll itu kontrak belum karyawan tetapnya. Paling ga 3 lah biar buruh bisa ambil n250 semua.hehehe

    Balas
  • 3 November 2013 pada 20:37
    Permalink

    cara ky gitu ga logis kang…sama aj nglepas lumbung duit..dmn pemprov dki dpt duit bt bangun ini itu nantinya?

    Balas
    • 4 November 2013 pada 00:26
      Permalink

      Pajak Jakarta gk selalu dari industri,lagi pula industri di Jakarta sedikit jika dibanding daerah lain

      Balas
  • 3 November 2013 pada 20:55
    Permalink

    Waduh cicilan mototq piye iki? Bakal ga kebayar….

    Balas
  • 3 November 2013 pada 21:03
    Permalink

    akankah menyelesaikan masalah kemacetan/akan menimbulkan masalah yg laen??
    wait and see ajalah…

    Balas
  • 3 November 2013 pada 21:11
    Permalink

    Weh… Dadi tersangka meneh…..

    Balas
  • 3 November 2013 pada 21:11
    Permalink

    susah karena kebanyakan pabrik tuh daerah sekitar jakarta… jd tetep aja macet… cet..cet…

    Balas
  • 3 November 2013 pada 21:32
    Permalink

    masbro, sampean kan tau banyak
    tentang mobil, khususnya mobil second alias mosec,tolong bikin artikel
    tentang mobil replika klasik suzuki
    marvia dong, ane sudah nyari artikelnya
    kemana2 gak dapet2, kali aja disini dpt
    pencerahan.kalo gak salah marvia itu
    pabrikan lokal yg memproduksi replika
    mobil2 klasik tahun 30an,
    menggunakan body fiber glass dan
    mesin suzuki carry extra.diproduksi th
    80an sampe 90an.tapi nyari info sama
    fotonya di internet gak
    nemu2..ditunggu ya bro artikelnya,
    syukur2 sama foto2nya juga.juga info
    harga second nya.kemaren ane ditawari marvia second buatan th 87,replika mobil mercy th 30an yg hidungnya panjang mirip di pilem titanic itu seharga 55jt, kemahalan gak ya?
    nuwun

    Balas
  • 3 November 2013 pada 21:50
    Permalink

    gaji buruh 2.4-2.9 blm termasuk lembur, yg cm lulusan SMP – SMA, Mosok Ane yang S1 gaji cm 1.7jt

    Balas
    • 3 November 2013 pada 22:04
      Permalink

      IDL mas :mrgreen:

      mereka layak dapat segitu karena mereka menghasilkan produk yang dijual dan menghasilkan uang 😀

      Balas
    • 3 November 2013 pada 23:47
      Permalink

      no offense… Ada lho S1 yg kerjanya bisa produce migas dan mempengaruhi geopolitik regional… mangkanya gajinya bisa 100 x 1.7jt dan bonus juga sangat menarik..

      S1 cuman title, bisa dari jurusan apa aja bisa dari university mana aja…. yg lbh relevan adalah job title ataupun bisnis yg dijalanin..

      Balas
    • 4 November 2013 pada 00:30
      Permalink

      Yah biarkan lah mas,kita tau kenapa ump di DKI itu semakin tinggi kan karna ada agenda lain juga yaitu biar industri pada cabut,lama-lama PHK massal deh

      Balas
    • 4 November 2013 pada 01:39
      Permalink

      Kalo meri dadi buruh wae kang aku malah luwih.rejeki ga harus berpatokan lulusan.rejeki wis enek sing ngatur

      Balas
    • 4 November 2013 pada 11:06
      Permalink

      waduh bos! s1 aja banyak yg jadi operator mesin produksi sama kayak yg lulusan SMK.

      Balas
  • 3 November 2013 pada 22:14
    Permalink

    Keluar gimana? Di luar DKI malah lebih gede upah buruhnya…lha di Bekasi sudah 2,9 juta…..DKI malah lebih kecil….:-)

    Balas
  • 3 November 2013 pada 22:31
    Permalink

    UMR kan buat upah buruh yang paling rendah, alias fresh,
    saya rasa cukup, dan harus dicukup cukupin,
    saya sendiri juga buruh, dan sudah 17 tahun menjadi buruh, dan alhamdullilah, upah saya sudah hampir, kadang lebih 10 kali UMR saat ini,
    tapi ingat, saya memulainya sudah 17 tahun yang lalu dimana…..
    sooooooo, 2.4 cukup buat buruh fresh, yang notabenenya lulusan sekolah, bukan kuliah….

    maaf bagi yang tidak berkenan

    Balas
    • 3 November 2013 pada 23:59
      Permalink

      Salut sama agan ini… sesuatu yg ditekuni ya sukses juga… Ane udah jd buruh selama 13thn… walaupun ane buruh migran di negri orang tapi esensi-nya sama aja… kerja buat company..

      Buat ane kalo tidak comfortable dengan salary yg sekarang ya bisa jg nyoba ke company lain atau nyangkul ke negri orang…

      Balas
      • 4 November 2013 pada 00:28
        Permalink

        betul sekali, kalo nga cocok dengan salary, ya cabut aja, jangan menuntut sesuatu yg out of range,….

        Balas
    • 4 November 2013 pada 00:34
      Permalink

      Saya kagum dengan Anda yg selalu bersyukur andai teman buruh yg lain bisa mencontoh sikap seperti Anda,tidak anarkis

      Balas
  • 3 November 2013 pada 22:35
    Permalink

    Jadi Buruh itu pilihan,
    suka, maju terus,
    tidak suka, cari usaha sendiri, alias bisnis

    Balas
  • 3 November 2013 pada 22:39
    Permalink

    mudah2an jgn ke tangerang larinya. sumpek euy. kebekasi aja pliss wkwk

    Balas
  • 3 November 2013 pada 23:05
    Permalink

    hah setuju….industri memang bagusnya sebagian diluar jakarta biar gak terlalu jakarta sentris

    Balas
  • 4 November 2013 pada 00:35
    Permalink

    Pergi keluar pulau Jawa aja biar ada pemerataan pembangunan dan ekonomi

    Balas
  • 4 November 2013 pada 00:52
    Permalink

    jitu..
    trus tahu2 ada demo dengan agenda politik 🙁

    Balas
  • 4 November 2013 pada 10:13
    Permalink

    mbah bons salah…
    justru UMP segitu supaya industri belum pindah. kalo mw pindah Jokowi teken UMP sekitar 3jt an.

    kenaikan 10% mah sama kek taon2 sebelumnya. masih normal itu.

    Balas
  • 4 November 2013 pada 10:49
    Permalink

    gaji belum saja,perusahaan saya bekerja sudah dapet surat edaran dari pabrik di jakarta kalau bulan januari ’14 ada kenaikan 10-15%……modarrrr

    Balas
  • 4 November 2013 pada 10:51
    Permalink

    kenaikan harga barang maksudnya…dengan alasan UMR DKI naik.

    Balas
  • 4 November 2013 pada 11:25
    Permalink

    biar jkt ga sumpek biar yang ngontrak2 minggir semua

    Balas
  • 4 November 2013 pada 14:41
    Permalink

    Salah satu cara untuk mensejahterakan buruh adalah dengan menghapuskan outsourcing, Selain menaikkan UMR.
    Jaman dulu PNS sengsara sekarang ongkang2 kaki, sekarang saatnya buruh juga minta kesetaraan sosial 🙂

    Balas
  • 4 November 2013 pada 18:41
    Permalink

    Sebenarnya kalau masalah perizinan dan birokrasi ada di tiap daerah pasti banyak pengusaha yg keluar jakarta

    Balas
  • 4 November 2013 pada 20:54
    Permalink

    Untuk semua : Perlu dikaji, berapa investasi, bearpa keuntungan kotor perbulan, berpa lama ROI nya, cukupkah untuk bayar UMP? Industri A mampu bayar UMP, tap[i Industri B belum tentu. Coba bandingkan anatara Garment dengan Otomotiv. Kekuatan finansial tiap2 industri beda2 mas bro…..,..Jadi harus bijak dalam menuntut dan menanggapi tuntutan.

    Balas
  • 5 November 2013 pada 07:27
    Permalink

    Ah ga juga, UMK karawang tahun ini saja 2,4 juta, Bekasi juga. Ga tahu tahun depan bisa jadi diatas 2.5 juta. JAdi Jakarta kalah sama provinsi Jabar.

    Balas
  • 2 Januari 2014 pada 08:38
    Permalink

    umr bekasi 2,9
    justru malah nantinya pabrik industri pada pindah ke jakarta yg umrnya cuma 2,4 . .

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: