Anekdot Pasal 504 dana 205 Sungguh Menggelikan

Ya kadang memang menggelikan ketika berbicara masalah tilang ketika berhadapan dengan polisi. Jujur James Bons yang tukang keluyuran ini sering kali berurusan dengan polisi ketika di jalan, baik itu salah jalan, atau sekedar terjebak oleh aturan lokal. Akhirnya keluarlah pasal 504 bagi motor alias angka 5 dan angka 0 nya 4 alias 50.000, lalu untuk mobil jadilah pasal 205 alias angka 2 lalu ditambah angka 0-nya 5 alias 200.000 hemmm.

Kuapokmu kapan
Kuapokmu kapan

Sadar atau tidak sadar ungkapan ini merupakan tamparan buat aparat penegak hukum, bagaimanapun juga realitas di lapangan sering berbicara. Lalu siapa yang sebenarnya sering memberlakukan pasal 504 dan 205? Masyarkat atau Polisi? Hemm, monggo menurut agan sekalian!

 

14 thoughts on “Anekdot Pasal 504 dana 205 Sungguh Menggelikan

  • 17 November 2013 pada 03:52
    Permalink

    mruput lek bons…tas ibadah malem po??

    Balas
  • 17 November 2013 pada 04:07
    Permalink

    Tahu sama tahu

    Balas
  • 17 November 2013 pada 06:21
    Permalink

    salah semua.. polisinya jg suka nodong,masyarakat nya jg mau2 ngasih..

    Balas
  • 17 November 2013 pada 07:06
    Permalink

    Bahasa tubuh salin berbicara dan negosiasi..
    Jadi deh pasal 504 dan 205…
    😀

    Balas
  • 17 November 2013 pada 09:06
    Permalink

    Ane blm pernah bayar pulisi… Mending uang msk kas negara

    Balas
  • 17 November 2013 pada 09:37
    Permalink

    selama peraturan penerapan sanksi bersifat administratif, hukum indonesia tidak akan benar sampai kapanpun. bagusnya pelanggaran perdata dan pidana berat ya penjara aja. tapi kenyataannya ya wani piro xixixixix :mrgreen:

    Balas
  • 17 November 2013 pada 10:20
    Permalink

    sama2 deh mbah bons…
    polisi : nyari duit sampingan bwt balik modal/uang rokok+kopi

    masyarakat : ambil praktisnya aja,ogah ribet sidang,dll. lgan kl sidang y sm aja,uang dikorup pejabat yg lebih tinggi.

    smua hny omongan biasa,mgkn benar mgkn jg saya salah.

    Balas
  • 17 November 2013 pada 11:53
    Permalink

    kethok e kebutuhan bersama mbah….kemarin pas mampir karanganyar temenku bilang ora penting mas saiki sim utowo layang kendaraan…sing penting nek lunggo sangu duwit lancar gak perlu ruwet birokrasi dan wira wiri…piye jal

    Balas
  • 18 November 2013 pada 11:51
    Permalink

    di surabaya mobil pasalnya 105, abis kena karena keburu lampu merah

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: