By:Ny.James Bons

Mas bro sekalian, beberapa waktu yang lalu telah hangat diperbincangkan mengenai Pekan Kondom Nasional yang sangat mengundang protes dari berbagai kalangan masyarakat kita. Karena banyaknya protes tersebut, maka panitia penyelenggara gagal mengadakan PKN yang direncanakan selama seminggu. Sehari saja sudah menuai protes apalagi lebih lama dari itu. Justru mereka menilai bahwa masyarakat Indonesia belum paham benar akan kondom dan malah menjadi kontraproduktif. Padahal menurut saya sudah jelas bahwa dengan pembagian kondom gratis, meski dengan alasan pencegahan HIV/AIDS atau aman bagi suami istri, tapi tetap sama saja dengan mempersilahkan masyarakat berbuat maksiat apabila jatuh ke tangan yang salah dan penasaran lalu mencobanya.

anggaran polwan
anggaran polwan

Yang lebih miris lagi adalah, kebijakan pemerintah dalam mendanai program Pekan Kondom tersebut, kok bisa langsung terlaksana dengan mudah tanpa ada fikir panjang dan semacamnya. Justru untuk sebuah hal yang memberikan hawa positif seperti yang mas bro ingat dulu bahwa pemerintah menunda kebijakan POLWAN berjilbab dengan alasan anggaran yang masih dipertimbangkan lagi oleh DPR, padahal jelas bahwa POLWANpun mampu membeli seragam berjilbabnya sendiri. Sehingga pelaksanaan POLWAN berjilbab urung diresmikan. Itulah sebuah gambaran yang ada di negara kita sekarang.

Bagaimana menurut mas bro sekalian??