Nulung Sambil Menthung, itulah yang dilakukan Australia mungkin, dan Indonesia parahanya gak nyadar bahwa sambil di tulung (tolong) tapi sekaligus dipentung. Setidaknya itulah yang dikemukakan Indonesia Police Watch (IPW) menduga kuat peralatan cyber crime milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi pintu masuk penyadapan yang sering dilakukan oleh negara-negara asing terhadap pejabat-pejabat di Indonesia, khususnya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

poto bentrok
poto bentrok

Hemm, peralatan milik cyber crime Polri terbilang cukup canggih, terlebih peralatan penyadapan yang dimiliki oleh cyber crime milik Mabes Polri dan tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Dan yang perlu diketahui Kebanyakan cyber crime ini dari Australia, mm alamak! Kabarnya alat sadap cyber crime Polri itu ada di lima titik, diantaranya di Mabes Polri, Polda Metro Jaya, di Bali kemudian ada di Sumatera Utara dan NTB. So, masih dipake? Hemm sama aja menelanjangi diri sendiri.