Sebuah pernyataan ditulis Bro Joko dalam komentarnya pada artikel http://bonsaibiker.com/2014/01/17/mobil-pribadi-nguing-nguing-tot-tot-haha-lalu-ditilang-polisi/ sebagai berikut:

“Kalau turing kaya gitu sih bukan sbg mahluk sosial, tapi sbg mahluk egois. Jalan sudah penuh dgn orang yg cari makan. Kok malah mau lebih dipenuhin dgn orang main2. Pakai acara nyuruh orang lain minggir lagi. Sekali lagi bukan sosial, itu egois.

Touring (Gambar Lek Idrus)
Touring (Gambar Lek Idrus)

Ya, kalau dipikir-pikir dengan melihat realita yang ada, memang ada benarnya juga. Brader sekalian seringkan lihat sekelompok orang touring lalu pake pengawalan. Pake sirine, tet-tot-tet-tot, yang lain suruh minggir, sementara segerombolan ini melaju kencang. Hehe, bener kan bahwa orang ini ingin mencari hiburan, bersenang-senang, terus sementara yang lain banyak yang sedang ini bekerja cari makan, kenapa harus minggir. Berarti dengan demikian pola pemikirannya adalah senang-senang lebih penting daripada bekerja mencari sesuap nasi.

touring
touring

Entah logika apa yang dipakai oleh segerombolan orang ini, apakah merasa menjadi orang penting jadi yang lain harus ngalah, berarti sama aja mentalnya dengan sopir bus AKAP yang ugal-ugalan yang lain suruh minggir. Atau pula seperti pejabat ketika dinas juga menggunakan pengawalan, maka apakah model ginian minjem mental pejabat padahal misalkan mereka ini ada yang pejabat, kan tidak sedang dinas. Ataupun juga orang ini layaknya orang sakit atau meninggal yang didahulukan jalannya ketika naik ambulan, mmmm, padahal orang ini kan sehat walafiat.

Ya meskipun tak semua petouring kayak gini, ada juga yang santun di jalan.

Hanya sekedar pendapat aja gan, kalau gak setuju ya monggo!