Banyak Dibilang 80 Sekian-90 Sekian % Part Lokal, Tapi Kok Hingga Kini Indonesia Gak Punya Mobil/Motor Nasional ya?

Pertanyaan cukup menggelitik, ketika motor dibilang part lokalnya 90 sekian % atau juga mobil rakitan lokal dengan kandungan part 80 sekian %, tapi hingga kini tetep saja bangsa ini belum punya mobil atau motor sendiri, masih juga mengandalkan jajahan Jepun, bahkan Indihe! Padahal jelas-jelas vendor pemasok part tersebut memang dari Indonesia, dan Indonesia sangat mampu membuatnya! Apakah mungkin ini Indonesia lebih suka dijajah bangsa lain?

kymco 125
kymco 125

Lihat India pertama mungkin ngathok dulu pada Jepun, tapi lama-lama mereka bisa, ngathok dulu sama KTM tapi kemudian lahir P 200 NS Demikian Malaysia ambil teknologi Mitsu, lalu lahirlah Proton, kemudian membeli lexus, lalu lahirlah Lexus pake hemat seharga 300 juta.

Indoneisa? Haha, 350 tahun enak dijajah belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang, dan hingga kini masih dijajah lagi oleh jepang. Kapan Merdeka?

Nah menurut agan sekalian, ini faktor kebanggaan bersama, pemerintah yang tidak tegas, koruptor yang cari untung, atau oknum yang bermain?

Faktanya semua kandas oleh urusan politik. Timor, kandas karena keluarga cendana lengser, Esemka kini tak jelas karena tak ada dukungan pemerintah! Padahal secara kualitas, kini Timor masih layak pakai setelah usianya melewati sepuluh tahun! Sementara kita mm, saling membanggakan merk pjaan masing-masing, padahal semua Jepun, hehehey!

Bijimana menurut agan sekalian!

48 komentar pada “Banyak Dibilang 80 Sekian-90 Sekian % Part Lokal, Tapi Kok Hingga Kini Indonesia Gak Punya Mobil/Motor Nasional ya?

  • 4 Juni 2014 pada 06:10
    Permalink

    Salah semua rakyat Indonesia. 😀

    Balas
    • 4 Juni 2014 pada 21:16
      Permalink

      indonesia dikebiri sama pejabat sendiri.

      Balas
  • 4 Juni 2014 pada 06:22
    Permalink

    yg salah sdh di penjara om…. hehe.

    Balas
    • 4 Juni 2014 pada 07:57
      Permalink

      memang produk lokal bro,tetapi yg dimaksud adalah brandnya bro,biarpun faktanya itu buatan dalam negri klo merknya dari jepang,eropa dll…tetep aje rasa bangga kita tidak ada…yg kita inginkan adalah produk lokal merk lokal..

      Balas
      • 4 Juni 2014 pada 08:08
        Permalink

        ya gan bener….cuma terkadang hal seperti itu selalu saja di sangkut pautkan dengan politik lah, itulah, inilah… contoh terakhir mobil listrik buatan dalam negeri tuquxi…tp skrng hangus ceritanya…hehehe… padahal produk sekelas Lamborghini aja memakai nama Madura sebagai produk keluaran terakhirnya….

        Balas
  • 4 Juni 2014 pada 06:44
    Permalink

    gabungan dari semua yg mbah bilang….

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 06:44
    Permalink

    astra suruh cerai sama honda dulu mbah

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 07:08
    Permalink

    Berpuluh tahun, ATPM mentalnya cuma nyalo dan puas jadi tukang rakit, gan !!! Karena dengan gitu aja dapet untung gede … (Laen kalo bikin sendiri, modal gede, untung belum tentu karena harus bersaing dengan pabrikan mapan!) Cina yang numpang usaha di Indonesia, ya begini ini. Smangat nasionalismenya setengah hati! Laen dengan ATPM Korea, Malaysia, dan kini India, yang berani melawan “kemapanan” dan hebatnya negara + masyarakatnya mendukungnya!

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 07:17
    Permalink

    Gak munafik, memang mental kita seneng barang brand luar. Contoh, motor honda vs motor lokal JOKO (seandainya jokowi jd presiden n bikin motor nasional) model sama, harga sama, fitur n kualitas sama, pilih mana hayooooo?

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 07:34
    Permalink

    Loh terus kanzen itu motor mana? Katanya motor “indonesia”

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 07:52
    Permalink

    sepertinya pemerintah kita sekarang ini tidak memikirkan itu mbah.

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 07:56
    Permalink

    mbah bon sendiri kalo kanzen masih ada milih mana sm honda…model sm persis kek supra…

    Balas
    • 4 Juni 2014 pada 09:06
      Permalink

      apapun merknya dan bagaimanapun kondisinya kalau didukung segenap bangsa Indonesia yakin bakal menjadi besar

      Balas
  • 4 Juni 2014 pada 08:12
    Permalink

    lha. .mobil listrik yang digembor gemborkan si Menteri itu gimana kelanjutannya mbah mbons?
    menurutku kalo mobil dan motor listrik kedepannya bisa bersaing dengan negara maju. . .kalo mobil berBBM ya susah. . dan ga selamanya akan ada BBM kan. . . .

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 08:27
    Permalink

    yg pegang pemerintahan antek2 asing mbah. kalo ga mau jd antek bakal digoyang tuh. setoran freeport, blok2 lepas pantai juga ga bisa dipegang negeri sendiri.
    presiden kita malah dapet gelar bangsawan sir dari negeri atas angin

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 09:04
    Permalink

    cintailah ploduk ploduk indonesa. 🙂

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 09:21
    Permalink

    kita semua sudah dicuci otak supaya malu membeli merk asli indonesia, inilah keberhasilan penjajahan 350 tahun + 69 tahun merdeka…

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 09:37
    Permalink

    Yg susah membangun reputasi merk’nya. merk2 baru kurang dipercaya masyarakat indonesia

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 10:03
    Permalink

    cessss….timor kan cuma rebrand ajaaa….

    kaya hp lokal² itu loohhh….sama kek kotornya kimim lover, cuma rebrand……

    mau motor nasional??? tunggu matius jadi presiden.

    Balas
    • 4 Juni 2014 pada 10:06
      Permalink

      cessss….typo ngetik motor jadi kotor…..

      maap ya mbah bons…

      cessss

      Balas
  • 4 Juni 2014 pada 10:34
    Permalink

    gak usah muluk2 ke mobil fokus ke motor lokal aja asal speknya bagus dan menggiurkan, pasti lama2 laris ada fansnya, selama ini punya brand lokal kualitas cina -_-

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 10:51
    Permalink

    merk lokal, konten lokal, pekerja lokal, insinyur lokal. HARGA MATI

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 13:30
    Permalink

    Semoga bloger2 yg laen jga mau membuat artikel2 mengenai produksi dalam negeri bukan terus aja mlototin produk2 jepun.kalau bukan kita siapa lagi.malaysia dibanding indonesia dari segi SDM&SDA masih kalah byk quantity nya tapi bisa maju dgan pesat negaranya.yo iki jenenge kebo nyusu gudel cak.mbiyen guru di impor tko indonesia.saiki hasil karya murid2 e di ekspor nang indonesia.jian bumi gonjang ganjing langit kelap2 Ooooee..

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 14:04
    Permalink

    Salute untuk artikelnya om, ayo dukung blogger2 ujung tombak perubahan. Seandainya byk blogger yg dekat dgn pemerintahan dan punya niat yg mulia, tentu artikel2nya lbh joss.

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 14:05
    Permalink

    mangkanya ini yang ane heran om. berarti palìng ga. kualitas sama kapasitas Vendor lokal Indonesia itu sudah jempolan. Pabrikan Jepangkan juga cuman ngrakit2 aja brg2 vendor.

    hemm. -.-
    mafia tenan ki. . .

    seharusnya Pemerintah buat regulasi .
    Pabrikan dengn kapasitas produksi dan penjualan tertentu.. harus share tekhnologi dengan perusahaan lokal.
    kayak Hero – Honda di India. Atau Jialing-Honda di China

    Balas
  • 4 Juni 2014 pada 23:10
    Permalink

    Indonesia itu buanyaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk membuat roda 2 maupun roda 4 , bahkan sampai export ke luar negeri….tapi sayangnya walaupun desain nya hasil anak bangsa sendiri , tetap aja menggunakan merek jepang, contohnya daihatsu xenia..itu jelas2 buatan bangsa sendiri..tapi memang konyol masih “meminjam” merk daihatsu.,
    Bangsa kita adalah bangsa yang unik, betapa tidak? Untuk sektor elektronik dan kendaraan mereka masih “alergi” terhadap merk sendiri walaupun uda buatan lokal. Beda dengan sektor Food & Beverages malah berlomba2 dengan merk sendiri.
    Mohon maaf bila ada yang salah.

    Balas
  • 5 Juni 2014 pada 11:56
    Permalink

    Ada harapan Indonesia akan memiliki brand otomotif lokal dg momentum pilpres ini. Prabowo berkomitmen utk membangun industri otomotif nasional. Makanya kalau beliau terpilih jadi presiden RI, impian kita2 sebagai bikers Indonesia akan terwujud. Beliau juga berkeinginan utk menjadi orang yg meresmikan pabrik2 sepeda motor, mobil, pesawat, kapal & kereta api brand nasional. Nah makanya, ada baiknya mendukung beliau dlm pilpres nanti agar Indonesia memiliki brand sepeda motor, mobil, pesawat, kapal & kereta api nasional. Impian mulia yg sudah sejak lama rakyat Indonesia impikan 🙂

    #maaf bukan kampanye

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: