Sedikit Diskusi Kenapa Honda Begitu Gampang Merongrong Dominasi Sport Yamaha? Based on Data Aisi

Brader sekalian, berdasarkan data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) dari Januari-Mei tahun ini, total penjualan sepedamotor sport nasional tercatat sebanyak 484.605 unit atau tumbuh 12,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari data tersebut, motor sport Honda berhasil terjual 197.101 unit atau tumbuh melampaui pertumbuhan pasar motor sport nasional yaitu meningkat signifikan 33,6% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini mengantarkan AHM menguasai 40,7% pangsa pasar motor sport nasional. Nah dari sisanya yang 59,3% dimiliki Yamaha, Kawasaki, TVS, dan Suzuki, artinya dominasi Sport Yamah kini sudah terrongrong oleh Honda.

CB 150 R Modif Hello Kitty
CB 150 R Modif Hello Kitty

Satu pertanyaan cukup menggelitik adalah kenapa Honda bisa secepat itu merongrong dominasi sport Yamaha? Padahal hanya dengan modal Megapro, Verza, dan CBSF, sementara CBR 250 dan CBR 50 kirang monvcer, hayo bijimana gan? Padahal kalu melihat desain, jelas menangan NVL. O iya ini data baru bulan mei kemarin, boleh jadi R 1 dan R 25 belum masik kategori ini.

Mingkikah karena kalah dalam kapasitas produsi? Untuk NVL biasanya kapasitas produksi per bulan sampai di angka 40 rebuan, sementara CBSF baru di angka 20 rebuan, itu bulan April lalu, mungkin kini sudah berubah, nah untuk Verza dan NMP, lalu Byson dan Scorpio, James Bons tidak pegang data kapasitas produksinya gan. Adapun R 25 jelas hanya 200 per bulannya, sementara R 15 belum tahu gan.

Mungkinkah juga karena trik marketing? Ingat bahwa strategi dagang Honda adalah memperbanyak stok, sehingga ketika buyer datangmotor sudah ready stock, sementara Yamaha, sebaliknya bikin motor kalau ada pesanan, ya lihat aja R 15 dan 25 pesan dulu baru dibikinin, dan nanti agustus untuk r 25 baru keluar.

Mungkinkah karena sudah jenuh akan sport Yamaha, atau spesifiknya adalah NVL? Mmm, sudah sejak tahun 2007 gan motor ini ngaspal, tiu saja pertimbanganya.

Nah bagaimana menurut agan sekalian, monggo bebas berpendapat!

 

51 thoughts on “Sedikit Diskusi Kenapa Honda Begitu Gampang Merongrong Dominasi Sport Yamaha? Based on Data Aisi

  • 13 Juni 2014 pada 03:37
    Permalink

    Yimm payah jumlah produksinya. Dari dulu inden2an mulu ya. Semoga cepet memperbaiki diri sebelum negara api menyerang 😀

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 05:10
    Permalink

    Banyak yang nunggu R15 akhirnya g jadi beli NVL mungkin ha ha

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 05:42
    Permalink

    KALAH MODAL. . . .

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 06:16
    Permalink

    krna astra brot, coba bukan astra belum tentu modal hampir gk ada habisnya

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 07:33
    Permalink

    Nama besar honda sudah melekat di hati orang indonesia..apapun motornya asal merk honda pasti laris

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 08:01
    Permalink

    hehehe…mbah Bons….selamat ajalah buat mbah BONS yg lg mencoba menghibur FBH dari tsunami…..udah dibilang cbsf itu lemot, mesin rompal, karatan, tangki bocor, abal kw 27… masih aja pada beli, heran……..

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 08:17
    Permalink

    paling banyak itu Verza sebetulnya, CB masih dibawah. berhubung verza lbh banyak maka tergrogoti. lawan Yamaha sebetulnya bukan CB tapi Verza.

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 08:35
    Permalink

    mungkin sudah kecewa dengan yamaha… tidak bisa cash… klu pun bisa indenya lama bgt.. klu gini caranya dalam satu jm saja konsumen langsung bisa ke lain hati.. datengin dealer tetangga…

    Balas
      • 13 Juni 2014 pada 11:04
        Permalink

        gak jg kale 3 vs 2, msa verza, nmp, cbsf vs nvl, byson aj, lha scorpio dikemanain tuh…, mlah udah tmbah R15 & R25 jg lho

        Balas
      • 13 Juni 2014 pada 11:23
        Permalink

        ooo jadi kelas 250cc nya di ikutkan. IC IC

        kalo gitu diganti jadi

        Verza CW, Verza SW, CBSF, CBR150CBU, CBR250, NMP vs R25, NVL, Byson, Pio n R15

        🙂

        Balas
      • 13 Juni 2014 pada 14:53
        Permalink

        nah gt kan maknyuz mas bro…., nek isa it NVL dipecah jg jd 2 NVL KICK starter & non Kick Starter, jd tambah valid tah?? so pasti tambah panas tentuna….haahaaa….

        Balas
      • 14 Juni 2014 pada 07:50
        Permalink

        ya sudah gw tambahin deh

        Verza CW, Verza SW, CBSF, CBR150CBU, CBR250, NMP FI, NMP Karbu, Tiger, CS1 vs R25, NVL KS, NVL NON KS, Byson, Pio n R15

        🙂

        Balas
  • 13 Juni 2014 pada 09:03
    Permalink

    Verza itulah bahaya laten bagi YIMM … Makanya Vixion lawas harus segera “didowngrade” jadi motor 18 jutaan …

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 09:08
    Permalink

    Yamaha gak bisa di cash langsung dapet sih

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 09:10
    Permalink

    jawabannya adalah “abg” yang dulu ngeledek “honda motor bapak-bapak” sekarang udah pada jadi bapak beneran jadi belinya Honda, sedangkan yang masih abg pada beli FU, beat sama scoopy :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 09:10
    Permalink

    masalhe kalo di kampung saya wonogiri belinya gak boleh cash.apalgi buat tipe terlaris
    dan yamaha terlslu sibuk ngurusi sport kelss atasnya padahal yg bawah yg laris ksrena disitu ngumpulnya entri buyer.yg mau nsik kelss dari bebeek ke sport

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 09:16
    Permalink

    jgn pake alasen kapasitas lagi.,

    dulu pertama kali mio kalah ama beat alasannya kapasitas,

    Balas
    • 13 Juni 2014 pada 09:31
      Permalink

      betul, kapasitas yimm mampu ko sampe 350.000 unit per bulannya. berarti sekarang ada 100.000 unit line produksi yang nganggur.

      Balas
      • 13 Juni 2014 pada 10:24
        Permalink

        ah…
        masa sih….
        kapasitas yamaha di YIMMWJ karawang 2 juta pertahun, khusus melayani matic dan beberpa jenis bebek…..
        klo pulogadung berapa kapasitasnya…?

        Balas
      • 13 Juni 2014 pada 10:33
        Permalink

        ah nobita itukan alasen mu dari jaman majaphait,

        Balas
      • 13 Juni 2014 pada 10:44
        Permalink

        #nobita

        kalo kita flash back ke belakang pas jamannya YMKI dimasa keemasannya yamaha pernah nekuk honda di distribusi perbulannya. pas jamannya YMKI distribusi perbulannya selalu nyentuh angka 300.000 unit perbulan/ jarang dibawah 250.000 unit perbulan.

        nah kenapa sekarang pas diambil jepang (YIMM) justru perbulannya selalu dibawah 250.000 unit. sisa line produksinya dikemanain tuh.

        Balas
  • 13 Juni 2014 pada 10:39
    Permalink

    Saya dulu pingin vixion, mau beli datanglah tetangga saya sales honda, minta tolong beli motor honda dari dia, soalnya targetnya belum tercapai, jadi saya beli honda, suprax lagi, gagal oplok2 deh, tangan kiripun jadi jablay….

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 10:42
    Permalink

    selama kelakuan dealer dan sales2 yamaha masih seperti sekarang ini, penjalannya pun akan tetap stagnan….
    jangankan sport laris, matic GT 125 pun dibanyak daerah masih dipermainkan dealer/sales/leasing, harus credit, klo mau cash mesti inden 2-3 bulan.

    siapa yang tidak gondok klo kayak gitu….? orang mau pake motor, atau butuh motor sekarang koq disuruh nunggu 2-3 bulan.
    mending pergi ke dealer tetanga, 1 atau 2 hari langsung bisa ditumpaki tuh motornya.

    coba bayangkan, berapa banyak konsumen di indonesia yang jadi ilfil dengan kelakuan dealer/sales yamaha..??

    Balas
    • 13 Juni 2014 pada 10:48
      Permalink

      nah ini yang harus dibenahi oleh YIMM kalo mau kembali kemasa keemasannya lagi. ane sih gak tau gimana caranya memperbaiki sistem ini, tapi pasti tim ahli marketing YIMM sudah punya solusinya.

      Balas
    • 13 Juni 2014 pada 11:01
      Permalink

      klo smua FBY gak cm asal BC kompetitor & pnya pikiran kayak lek nobita trus menegur petinggine, mesti tragedi mio gak akan terjadi & yimm isa moncer lg

      Balas
  • 13 Juni 2014 pada 11:08
    Permalink

    Sumpah saya gak tau mbah, ayo, tolong yg lebih tau kasih tau!?..

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 11:24
    Permalink

    perbedaan besar kekuatan AHM sama YIMM sepertinya hanya di sales marketingnya saja, kualitas produk sama, kekuatan brand hampir sama, kapasitas produksi bisa di genjot, tapi kalo yg jual loyo dan semau gue ya sia-sia semuanya.

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 12:49
    Permalink

    sebenarnya sih kebalik mas…. pabrikan trtua dan terbesar di mari itu honda. jadi yg selalu merongrong itu yamaha… jdi pertanyaanya… mengapa yamaha dgn gampang merongrongg dominasi honda indonesia… sebagai pabrikan dgn finansial, 3s, dan nama yg sangat kuat. mestinya honda sulit digoyang di semua segmen termasuk sport. tpi pada kenyataanya, yamaha selalu bisa membuntuti bahkan di segmen sport bisa melewati. sebenarnya semua orang juga tau sebabnya. tpi ada baiknya mas bon protolin satu satu sebab dan alsanya

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 17:23
    Permalink

    jangankan konsumen awam…, seorang fansboy pun kalau butuh motor dan punya duit cash tapi dipaksa kredit atau disuruh nunggu dua atau tiga bulan, mending pindah ke dealer tetangga…
    motor bisa langsung dipakai, gak perlu nunggu 3 bulan, dan juga gak perlu dicekek bunga kredit, toh kualitas bisa dibilang sama saja atau 11-12.
    kecuali jika motor yang kita inginkan memang lebih spesial atau keunggulannya mutlak dibanding tetangga, seperti r25 dan cbr250 misalnya, bolehlah kita sabar nunggu sebentar.

    Balas
  • 13 Juni 2014 pada 17:31
    Permalink

    honda benar2 ergonomis..motor sportnya hampir semuanya nyaman dipakai,beda dg yamaha desain jauh dari rasa nyaman apalagi aman….itu salah satu alasannya disamping nm besar honda yg sdh tdk diragukan lg

    Balas
    • 14 Juni 2014 pada 13:55
      Permalink

      jangan terlalu fanatik om…

      kecuali kalo ente sales…

      kamsud loe > kek tiger 2000cc moge kucing yang aman n nyaman walaupun tangki bocor diiringi gemercik rantai… 😆

       

      Balas
  • 13 Juni 2014 pada 21:51
    Permalink

    Pak Iwan perwakilan yimm pusat turun tangan distribusi R15 kepelosok Tulungagung.

    Assalamu’alaikum kang….
    Mau cerita dikit nih kang…
    Alhamdulillahunit R15 yang saya indent 8 mei lalu (yang sempat diduga upping prise dan ternyata itu hanya sebuah keasalahfahaman saja) sore tadi jam 3 lebih telah dikirim dan sampai dirumah dengan selamat, kang….
    Sungguh bahagia rasa hati karena pada akhirnya kuda besi idaman sejak beberapa tahun lalu (sejak di India sono) telah selamat saya pinang…. hehehe kok kayak kawinan wae…

    Jujur kang, ketika unit sampai dirumah, orang rumah sempat terkejut karena pengiriman dikawal langsung pimpinan dealer Tulungagung dan oleh Pak Iwan yang merupakan perwakilan dari Yamaha pusat ‘JAKARTA’. Sempat was was juga ada apa gerangan kang kok sampe pegawai pusat turun tangan lanngsung… maklum wong ndeso kang… hehehe.
    Jujur kang… sontak rasa was was, ndredeg, ngoploh, gemeter bercampur jadi satu. Lawong tamunya orang besar dari Jakarta je… seiring obrolan ringan yang terjadi, suasana hati yang sudah sedemikian itu menjadi mencair kemudian sirna berganti menjadi rasa bangga karena hanya untuk meminta maaf keatas apa yang sudah terjadi, YIMM sudi turun langsung kedaerah untuk mengantarkan unit R15 tersebut.
    Ini yang membuat saya respect banget kang…. pabrikan sekelas YIMM, sang penguasa segmen motor sport Indonesia, tidak segan datang langsung ke Pucanglaban untuk bersemuka dan meminta maaf secara langsung kepada konsumen….
    Jujur kang, dalam hati ini timbul sutu kebanggaan tersendiri yang sulit dijabarkan lewat kata.
    Kali ini YIMM membuktikan komitmennya. Memberikan bukti nyata bahwa era dealer nakal dan spg ‘genit’ akan segera berlalu. Inilah yang saya tangkap dari kehadiran pak Iwan yang sudi datang jauh jauh dari jakarta.

    Terimakasih Pak Iwan, terimakasih YIMM yang dengan cepat tanggap terhadap keluhan pelanggan. Terima kasih atas hadiah helm nya dari jakarta… helm nya keren banget.
    Semoga dengan tindakan nyata ini YIMM semakin didepan kompetitor.

    Oh ya kang dapet hadiah juga dari dealer Tulungagung berupa dispencer sebagai bentuk permintaan maaf…

    Matur suwun sudah mau mendengarkan cerita saya…

    Wassalam…

    Balas
  • 19 Juni 2014 pada 01:05
    Permalink

    pas ane minang byson 2,5 thn lalu…unitnya ready kok, gx pake inden” segala…pd hal ane asal kal-bar domisili di kota kecamatan lg (tepat nya kecamatan sandai kab.ketapang)…tanya aja sama bro yudha deep…gmana kondisi daerah kami….

    Balas
  • 16 Februari 2017 pada 15:30
    Permalink

    Orang cerdas pasti milih honda, liat aja dari vendornya dulu.. vendor honda : Showa, Musashi, Denso, Aisin dll, itu pabrikan bonafidde semua.. gede pabrik nya.. klow vendor yamaha dimana aja ya ?? Ada yang tau?

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: