Isu Panas Merebak Pasca Kekalahan Maarquez Yang Begitu Mudah! Simak!

Marquez yang selama ini selalu menang dan menang secara mengejutkan kalah di Race GP Brno. Ngoahaha oalah Maar-Mar, menang terus diributin, kalah diributin, memang dirimu ini jadi pusat perhatian, ya wajar banyak yang ribut. Ya, pasca kejadian ini hampir semua mata pemerhari GP tertuju pada Marquez ini, kenapa kalah begitu mudah?

Tak ada crash, tak ada aral tau-tau hanya finish dari urutan 4, mungkinkah by design atau hanya kebetulan atau memang ada faktor lain? Lihat beberapa kemungkinan berikut!

Efek Senggolan dengan Ianone

Faktor paling mungkin membuat Marquez down adalah boleh jadi pasca senggolan dengan Ianone, hal ini memang nampaknya belum pernah terjadi dengan Marquez, meskipun sering duel dengan Rossi tapi tak pernah senggolan hingga hampir lepas kendali. Satu sisi boleh jadi berpengaruh pada mental Marquez walau hal ini dibantah langsung olehnya:

“Tidak, itu tidak benar . Hal seperti itu biasa terjadi di olah raga ini . Dan aku pernah mendapatkan hal yang lebih buruk dari itu.”-Marquez

Ataupun juga bisa jadi motornya mengalami ketidaksempurnaan setting efek dari senggolan tersebut. Jelasnya senggolan begitu kentara.

Senggolan dengan Lorenzo?

Β Crash Net mengatakan demikian: Pole man Marquez was fourth in the first corners with Lorenzo breathing down his neck. The Yamaha rider barged through into fourth ahead of Marquez at T4, with Rossi taking advantage to bump Marquez back to sixth.

Efek Rossi?

Joni Lono mulyo komentator motoGP di trans7 tadi mengatakan sewaktu Rossi berhasil menyusul Marquez, bahwa Rossi sempet “marah” ke diri marquez yang telah bermain sangat sangat agresif, itu setidaknya yang ditulis MotoGP lover. Adakah kemungkinan ini terjadi, mosok ya marahnya ketahuan pas lagi balap, heheheh!

Betulkah Ini By Design, Memuluskan Pedrosa Ke No. 2 dan Merampaikan MotoGP

Selentingan di berbagai forum diskusi, entah benar entah tidak, namun ini ramai dibicarakan bahwa ini adalah by Desain, Bahwa Marquez memang sudah diabang juara, tak adal lagi yang perlu dibuktikan, maka Honda menyetting motor Pedrosa dengan Jozz sehingga bisa ke depan, tujuannya adalah Posis 1 yakni juara adalah Marquez, lalu posisi 2 agar jatuh ke Pedrosa, sehingga semua dikuasai Honda. Rossi yang sering memberi kejutan memang dijaga Marquz agar tidak terlalu ke depan. Lalu Pedrosa ngacir di depan, sementara Lorenzo sudah diperhitungkan gak bakal bisa menyali Pedrosa dengan motor Jozz. Hehei ini hanya isu gan, jauh dari kebenaran, kalaupun benar ya gak tahu juga.

Sekali lagi ini hanya kemungkinan dan isu, mohon dihadapi dengan kepala dingin!

50 thoughts on “Isu Panas Merebak Pasca Kekalahan Maarquez Yang Begitu Mudah! Simak!

  • 17 Agustus 2014 pada 21:34
    Permalink

    ngemeng ap mbah?g mudeng aku,xixixi…
    Mlayuuu..

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 21:36
    Permalink

    emang lagi sial aja kali om…

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 21:39
    Permalink

    Pedrosa tukeran fairing sama marquez #filling ngawurq.

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 21:43
    Permalink

    udahlah ga usah lebay. kalah ya kalah aj ga usah bikin dugaan2 ga jelas. yang bikin blog itu tolol banget si. apa hebatnya marq. blm mampu atau pantas disamain dgn the doctor rossi. kelaut aj lu

    Balas
    • 17 Agustus 2014 pada 22:04
      Permalink

      aneh bgt komentar lu tong..kayanya ga ada tulisan yg bilang “marquez pantas disamain ma rosii”..jadi fans jgn goblok..marquez masih 21 thn..karirnya masih panjang..tp dia udah masuk calon legend lho..yg bilang gitu mantan2 jurdun lho ya..bukan dari opini lu yg bocah smp

      Balas
      • 18 Agustus 2014 pada 10:23
        Permalink

        wah komen ane ga disampain sama pembuat blog tolol dari tadi

        Balas
    • 17 Agustus 2014 pada 22:44
      Permalink

      Ini masalah jam terbang aja.Tp coba bandingkan wktu rossi awal2 turun dikelas gp500 dgn marques.
      pernahkah rossi juara dunia di tahun pertamanya dikelas gp500?pernahkah rossi juara 1 menang 10x berturut2 baik di gp 500/motogp? tlg jawab tong!

      Balas
      • 18 Agustus 2014 pada 10:25
        Permalink

        dsar goblok banget ente keliatan dongo nya, jelas beda karna level dulu sama sekarang lebih berat waktu era 500cc, skill murni betul2 dperhatikan. tidak banyak peranti elektro, tapi the doctor mampu membuat rekor2 fantastis, coba kalo sekarang, motor sudah banyak peranti elektro, apalagi dengan tekno honda yang canggih saat ini, jelas yamaha masih ada dibawah nya, coba pikir lu tololll!

        Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 22:10
    Permalink

    Gak sgampang itu kelez..

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 22:13
    Permalink

    Kalo saya di hrc, sekarang (di setengah musim terakhir) adalah saat yang tepat untuk implementasi teknologi yang dulu blon sempat dipasang. Baik itu untuk bikin motor tambah jos maupun yang bikin tenaga malah drop, misal (awamnya) buat ngirit bensin.
    Toh jurdun sudah di depan mata, lagian buat apa ngejar rekor.
    Inget ini adu prototype bukan adu skill balap macam sbk.
    Strategi? Biarkan pedrosa berjibaku didepan mirip valencia 2013, sedangkan mm konsen dipengembangan.
    Just opinion.

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 22:14
    Permalink

    Memang posisi Marquez sudah relatif aman. Misalnya Rossi mulai balapan seri 12 juara 1 terus menerus, point maksimalnya 348, bisakah Rossi?
    Jika JL yang juara 1 terus menerus sejak seri 12, point maksimal 312, mampukah JL?
    Jika DP yang juara 1 terus menerus sejak seri 12, point maksimal 361, mampukah DP?
    Jika MM 1 kali juara dan selanjutnya minimal peringkat 4 terus menerus sampai akhir musim, point MM sudah 366, padahal melihat track record dari seri-seri sebelumnya, dapat posisi podium bukan hal yang sulit bagi MM.
    Apabila tidak ada kejadian yang luar biasa, tahun ini tetap MM juaranya.

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 22:17
    Permalink

    markuwes dites ama hrc… motor apa pembalap yang hebat…

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 22:54
    Permalink

    Pedrosa!

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 23:04
    Permalink

    Kalo ane liat mah, si marc motornya kaya goyang dombret sendiri, terutana mau belok, beda sama pedorsa, rosi, lorenzo bahkan dovi dan iaone

    Bisa jadi : settinh motor bermasalah saat sengolan
    Si marc habis di putusin pacar

    Yg jelas emanh setelah race tadi, ,arc langsung bahas motor sama teamnya

    Tapi heranya si marc ga kaya kecewa, langsung serius bahas masalah gitu aja

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 23:09
    Permalink

    yg penting bikin kolom komen jadi rame oleh fby meski yg menang tetep honda…
    karna dg adanya marc ,yamoncrot kelihatan sangat inferior…!! sangat menyakitkan idola mereka yg udah bangkotan di tabokin mulu sama bocah…#dalam otak fby pokoknya mm93 jngn menang, πŸ˜€ sakit di sini(pant*t) kalo mm93 yg menang

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 23:14
    Permalink

    wah…ada kecurangan masif ini….haruznya lorenzo gugat ke MK…knp lap’nya cuma segitu…kalo ditmbah 10 lap lagi ada kmungkinan lorenzo menang.. (fby mode mutung )

    Balas
  • 17 Agustus 2014 pada 23:50
    Permalink

    Menurut ane pas rosi nengok ke belakang itu cm dia mau nglepas lapisan plastik kaca helmnya ( IMHO)

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 00:10
    Permalink

    Mungkin markes lg ngetes mongtor sepot Repsol gawean lokal mbah…

    Ngoahahahahahahahahahah

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 05:41
    Permalink

    Team order kurang meyakinkan. Kalau emang ada team order kenapa Marc harus ke posisi 4? Kenapa ga 2 aja kalau emang mudah?

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 06:37
    Permalink

    agak aneh memang,tapi menang 10 x secara beruntun sudah cukup membuktikan MM luar biasa.hehehe

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 07:02
    Permalink

    Marcuez apa Honda yg hebat ??

    *inget Rossi dulu

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 08:05
    Permalink

    tebakan ane si marquez ngalah karena dapat tekanan kali ya dari dorna.. wkwkwk konspirasi kah.. #efek kebanyakn nonton pilem..

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 08:12
    Permalink

    hujan oge aya raat na, hujan wae mah banjir atuh…soal kekalahan sang dominator cuma soal waktu aja…biar gmnapun selamat bwt peroksida yg udh matahin dominasi mm..bwt kang oci…nt bner2 macannn…

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 08:19
    Permalink

    tunggu seri silverstone…mungkin giliran kang oci yg mnang…syapa tau…the doctor vs the dominator…

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 09:16
    Permalink

    Isunya lagi motor yang di guanakan MM di Brno motor yang bakal di pake CC nanti musim 2014 πŸ˜€

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 11:37
    Permalink

    mungkin Marquez ngerasa poinnya udah ga mungkin terkejar. ga perlu podium finish jg pasti gelar juara dunia ditangan.

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 12:40
    Permalink

    menurut kajian ane sebagai mantan pembalap.. hehehehe…. kesalahan pada tehnisi dalam menyeting motor sehingga kedidoran di lap akhir….. padahal semangat MM untuk memecahkan rekor dohan sudah sangat tinggi… tpi apresiasi yg sangat besar buat MM yg membuat motogp mania jadi kecanduan nonton….

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 17:35
    Permalink

    kasian ama senior2nya aja paling itu..

    Balas
  • 18 Agustus 2014 pada 20:28
    Permalink

    design seperti itu memang bisa terjadi, karna prinsip kerja honda yang tak bisa di rubah oleh rider jagoan pun “you join us, you follow us”

    tapi klw gw liat c pas marq masuk pit setelah race, dia sempat menunjuk bagian ban belakang ke pada chief mekaniknya yg dia bawa dr moto2
    tp entah apa masalahnya kita liat berita aslinya…

    Balas
  • 20 Agustus 2014 pada 01:19
    Permalink

    Yg paling mungkin menurut pendapat saya adalah,,
    Pedrosa diplot agar juara di brno,supaya posisi 2 klasemen pembalap makin aman dari kejaran VR dan JL

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: