Pembatasan Kecepatan Kendaraan Bermotor Berlaku 6 bulan lagi

Pembatasan Top Speed
Pembatasan Top Speed

Mas bro sekalian, sehubungan dengan banyaknya kecelakaan terjadi akibat speed yang berlebihan, maka kementerian perhubungan bakal menerapkan aturan pembatasan kecepatan. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan, saat ini sedang masa sosialisasi dan transisi hingga enam bulan ke depan. Wew, berarti 6 bulan lagi peraturan ini akan berlaku. Dan bila melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111/2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan.

Nah rinciannya menurut pak Djoko  batas kecepatan secara nasional dan dinyatakan dengan rambu lalu lintas, yaitu paling rendah 60 kilometer per jam (kpj) dalam kondisi arus bebas, paling tinggi 100 kpj untuk jalan bebas hambatan, dan paling tinggi 80 kpj untuk jalan antarkota. Paling tinggi 50 kpj untuk kawasan perkotaan dan paling tinggi 30 kpj untuk kawasan permukiman.

Selain itu ada lagi perubahan batas kecepatan paling tinggi dapat ditetapkan lebih rendah atas pertimbangan berikut:

  • Frekuensi kecelakaan yang tinggi di lingkungan jalan yang bersangkutan,
  • Perubahan kondisi permukaan jalan,
  • Geometri jalan dan lingkungan sekitar jalan
  • Usulan masyarakat melalui rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan sesuai dengan tingkatan status jalan.

Sedangkan kewenangan menetapkan perubahan batas kecepatan dilakukan oleh menteri untuk jalan nasional, gubernur untuk jalan provinsi, bupati untuk jalan kabupaten dan jalan desa dan wali kota untuk jalan kota. Bijimana menurut agan sekalian?

14 thoughts on “Pembatasan Kecepatan Kendaraan Bermotor Berlaku 6 bulan lagi

    • 12 Agustus 2015 pada 11:14
      Permalink

      kencang bukan berarti laju kan 😀

      50 km/jam dalam 1 detik :mrgreen:

      Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 08:33
    Permalink

    ketikane pating pecotot ngunu pak :p

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 10:01
    Permalink

    Siapa yang mau ngawasin semua kendaraan bakal jalan sesuai aturan? Lagian kalo tilang harus ada bukti otentik (hasil bacaan speed trap), bukan subjektif (menurut saya).

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 10:13
    Permalink

    gak mungkin daah…
    kalo boleh usul, kubikasi maksimal motor 120cc(motor sport) dan 95cc(motor bebek). untuk mobil maksimal 650cc(kelas avanza,xenia,apv,grandmax). 700cc kelas sedan, dan 950cc untuk kelas pajero, fortuner… wkwkwkwk…

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 10:25
    Permalink

    dijakarta banyak yg ditilang dong. kan naek motornya kayak kesetanan semua. 😀

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 10:37
    Permalink

    @dian= mana lakulah k0plak bgt :ngakaks

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 11:11
    Permalink

    bagus. hukum kita semakin maju.

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 16:02
    Permalink

    makanya yg overbore hijrah ke opercurut sambil nyruput ludah.

    mau ngebut di mana bro?

    Balas
  • 12 Agustus 2015 pada 18:29
    Permalink

    tambal dulu semua lubang dijalan, aspal atau betonin dulu jalan yg masih berbatu berpasir berlumpur, benahi dulu jalan sampe ke pelosok, baru deh.

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: