Vidio Permen Penghina Lafadz Allah

permen-menghina-lafadz-allah
permen-menghina-lafadz-allah

Setelah artikel dengan tajuk permen menghina Allah, kini ternyata sudah dividiokan gan dan beredar lua di youtube tengang hal ini.

Cekidot ini vidionya!

https://youtu.be/wtadbN4K2LU

Bagaimana menurut agan sekalian?

5 thoughts on “Vidio Permen Penghina Lafadz Allah

  • 16 Oktober 2015 pada 15:25
    Permalink

    entah apa dalih sang produsen. secara kata gaul banyak pengertiannya. kek ‘ya tuhan’ = OMG. bisa saja OMG dilogatkan pada lidah jadi ‘OweMGe’ bukan ‘OweMGi’.

    ‘yaowo’ bisa saja didalih itu adalah kata gaul dari anak bayi. alias hasil logatnya anak bayi. atau logat2 dari anak alay kalo ngomong. nah!

    ya yang jelas itu adalah salah satu bentuk pelecehan nama tuhan. meski dzohirnya (pengakuannya) gak ada niat melecehkan. tetap itu bisa kena pasal2 yang berkenaan dengan pelecehan suatu agama. bisa dituntut. ayo anak hukum mana neh 🙂

    Balas
  • 16 Oktober 2015 pada 16:18
    Permalink

    produsen harus klarifikasi dan menarik permen tsb jika tidak mau di demo besar2an ormas islam

    Balas
  • 16 Oktober 2015 pada 17:03
    Permalink

    bagus ya ada yang kritis dengan agamanya. secara agama adalah sesuatu perkara yang luhur, diakui dan terbukti keberadaannya dalam banyak pencatatan sejarah2. tapi apakah yang kritis ini banyak jumlahnya. mungkin bagi sebagian kalangan itu hal biasa. ya saya pun jadi maklum dengan oramg begini mbah. contoh saja, dalam penulisan latin yang berlogat indonesia/asia, doa kepada nabi disingkat jadi ‘SAW’ kan itu salah satu bentuk kemalesan. padahal ga dikasih gak apa. umat islam tau kok cara berselawat ya kalo didengar/dibacakan nama nabi barulah berselawat. uniknya SAW dalam bahasa internasional bisa berarti ‘gergaji’. sama kek ngasih doa dikasih kata gaul ‘ASS’. bisa saja diartikan ‘b*k*ng’ dalam bahasa internasionalnya. malah doa dan nama tuhan selanjutnya disingkat ‘WR’ dst. padahal cukup assalamu’alaikum saja boleh. dan yang menjawab malah dengan singkatan ‘wss’. padahal dianjurkan menjawab dengan lebih baik. kok nulis saja males. nulia doa loh. orang bikin mantra aja tau nulis ayat2 gak pakai singkatan dan kudi jelas 😀

    kepriben ki mbah :mrgreen:

    Balas
  • 17 Oktober 2015 pada 04:31
    Permalink

    ini sering diucapkan2 anak2 di sekolah kita, makanya pihak redaksi memasukkannya sebagai kata gaul…

    tidak bermaksud melecehkan karena kata2 ini diserap dari pergaulan anak muda kita yang sudah salah.

    Balas
  • 17 Oktober 2015 pada 11:24
    Permalink

    Fpi mana ea…????

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: