digorok-abis-azan
digorok abis azan

Kabar duka datang dari Riau gan, seorang pengurus masjid sekarat digorok orang tak dikenal di dalam masjid Nurul Yakin Dusun Sumber Sari KM 28, Kepenghuluan Balam Sempurna, Inhil, Riau, pada Kamis (17/12). Pelaku masih belum teridentifikasi atau dalam penyidikan polisi. Korban terpaksa dilarikan di Rumah Sakit Rantau Parapat untuk mendapatkan perawatan atas luka serius.

Kejadian ini berkembang beberapa versi:

Versi Brigade Ahlussunnah Waljamaah – Cyber Army

 :

Telah Syahid DARWIN NST, di RSUD Rantau Prapat. Korban penganiayaan di Rantau Prapat, Sumatera Utara. Beliau dianiaya karena mengundangkan azan di salah satu masjid, lantaran suara azan dianggap mengganggu tidur.

Mari aminkan Doa ini ikhwan
Ya Allah gantikanlah kesakitan nya sebelum menghadap-Mu menjadi kenikmatan di syurga-Mu
Dia di bunuh karena meninggikan Asma-Mu dan asma rosul-Mu
Dia di bunuh hanya karena dia meyeru hamba hamba-Mu untuk bersimpuh sujud kepadaMu Aamiin
satu like dan share adalah doa dan kepedulian kita
Moga amal dan dan kabjikannya di terima oleh Allah Ta’ala dan moga si pelaku dapat hukuman yang berat dunia dan akhirat.

Versi fajar.co.id/Pekanbaru MX (Group JPNN)

“Korban ernama Darwin Lubis selaku Nazir Masjid, pagi itu terkapar berlumuran darah di dalam masjid sekitar pukul 05.15 WIB, ketika warga baru saja usai menunaikan salat subuh. Jamaahpun heboh dan langsung memberi pertolongan, menyelamatkan korban ke Klinik Claudia Bahtera Makmur. Karena luka bacokan di sekitar bagian kepala sangat parah, korban selanjutnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Rantau Prapat, Sumatera Utara (Sumut).

Versi PKS Piyungan

“Dari sumber ini dikabarkan bahwa ibu-ibu Ida Langsa, Jumat (18/12) kemarin memposting foto di FB yang sangat mengerikan dimana terlihat seorang pemuda dengan muka babak belur penuh darah dan leher tergorok. Dengan statmen sebagai berikut:
“Ini kejadian di rantau prapat subuh tadi, beliau mengumandang kan azan, ada org merasa terganggu tidur nya, hingga beliau d aniaya begini. Ya allah lindungilah kami ummat muslim sedunia amiiiin.” Tulis Ida Langsa.

Saksi mata Rifai Siregar (50), warga sekitar yang rumahnya di samping masjid menjelaskan bahwa hal ini  terjadi setelah selesai salat subuh. Awalnya ia mendengarkan suara orang ngorok di dalam masjid, tapi suara tersebut sangat aneh seperti suara orang ngorok sebanyak tiga kali, begitu dilihat ternyata korban berlumuran darah.

Masih ngutip dari Fajar, bahwa Datuk Penghulu Bangko Sempurna Sukandrio menjelaskan, korban selama empat tahun belakangan tinggal di sebuah rumah di belakang masjid bersama istrinya. Sedangkan menurut Kapolsek Bagansenembah Kompol Dody Harja Kusuma SH SIK MSi, penganiayan tersebut dilakukan pelaku dengan cara menggorok leher korban dengan benda tajam dan pelaku masih dalam penyelidikan

Semoga saja kasus tidak melebar kemana-mana dan cepat usai gan.