Larangan Kendaraan Bermotor Telah Berhasil Mengurangi Tingkat Kemacetan

larangan kendaraan roda dua
larangan kendaraan roda dua

Bonsaibiker.com – Ternyata ungkapan Gubernur Jakarta Anis Baswedan tentang peraturan larangan kendaraan bermotor melewati jalan protokol di Ibu Kota mendapat banyak tanggapan ni gan. Seperti pendapat Prasetyo Edi Marsudi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI,  lebih tegas mengungkap penolakan terhadap rencana Anies itu. Alasannya, jalan protokol di Ibu Kota harus ditata secara ekstra karena menjadi etalase ketika pejabat sangat penting, termasuk presiden dan tamu negara, melintas. Namun tidak bermaksud mendiskriminasikan para pengendara  bermotor.

Prasetyo menyatakan khawatir, jika pengendara sepeda motor dibebaskan, kemacetan dan kesemrawutan bakal terjadi di jalan protokol. Apalagi, dia menambahkan, pemerintah sedang berusaha mendorong penggunaan transportasi publik massal, seperti Transjakarta dan mass rapid transit (MRT) yang proyeknya ditargetkan rampung tahun depan.

Komisaris Besar Halim Pagarra Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya juga mengatakan bahwa aturan saat ini tetap kita laksanakan, kecuali aturan itu betul dicabut. Halim merujuk pada pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ihwal rencana mencabut larangan sepeda motor tersebutmasih akan menerapkan larangan melintas di Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat bagi sepeda motor. Larangan bersepeda motor itu dinilainya telah berhasil mengurangi tingkat kemacetan, dan bahkan polusi udara. Halim menganggap pembatasan lalu lintas sepeda motor berjalan cukup baik.

Lihat juga Pajak Ditagih Hak Dibatasi, Ribuan Bikers Bakal Gelar Demo Tolak Pembatasan Motor di Jakarta

Danang Parikesit Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia mengatakan bahwa karakteristik dan kecepatannya kan berbeda, sehingga harus dipisahkan. Kalau tidak, bisa jadi hambatan satu sama lain, bisa semakin macet dicabut-tidaknya larangan terhadap pengendara sepeda motor tak akan banyak mengatasi masalah kemacetan ataupun kesemrawutan lalu lintas di Jakarta. Menurut dia, pengaturan jalur sepeda motor, mobil, dan angkutan umum jauh lebih penting. Hal penting lainnya, dia melanjutkan, adalah meningkatkan kedisiplinan pengemudi melalui penegakan hukum yang tegas. Pengendara sepeda motor ia nilai kerap tidak berdisiplin. Dia mencontohkan, saat ini banyak pengemudi ojek berbasis aplikasi yang berkendara sambil menggunakan telepon seluler.

Anies Baswedan menyatakan bahwa pergub-nya (larangan sepeda motor) itu juga nanti akan diubah. Itu nyambung dengan pembicaraan sistem electronic road pricing. Dalam perencanaannya juga tidak memasukkan kendaraan roda dua mengungkap rencananya mencabut larangan melintas bagi kendaraan roda dua di Jalan M.H. Thamrin dan membatalkan perluasan larangan hingga Jalan Sudirman. Selain itu, dia berencana membongkar rancangan penataan trotoar di kawasan yang sama.

Harapan dari semua puhak yang ingin peraturan itu tetap berjalan adalah Balai Kota DKI berkomunikasi dulu dengan kepolisian untuk berkoordinasi jika hendak mencabut aturan pembatasan itu.

 Baca juga

Mulai 15 Agustus Siswa Bawa Kendaraan Bermotor Ke Sekolah Ditilang

Polisi Nilang Pemotor Di Jalan Tol, Polisinya Juga Pakai Motor, Ramai Jadi Perbincangan

Lagi Ngetrend Petugas Ngasih Hukuman Push Up Buat Sopir Angkot Bandel

Be the first to comment

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.