Gonjang-ganjing Biaya Bikin SIM di Purwakarta Bengkak Sampai 700 Rebu

biaya SIM di Purwakarta membengkak
biaya SIM di Purwakarta membengkak

Bonsaibiker.com – Dalam 3 minggu belakangan dunia maya dihebohkan oleh bertia Gonjang-ganjing Biaya Bikin SIM di Purwakarta Bengkak Sampai 700 Rebu. Pengamat kemudian menilai hal ini sebagai modus baru Pungli yang terjadi di masyarakat khususnya untuk bikin SIM ini.

Pertanyaannya adalah kenapa bisa bengkak sampai 700 rebuan? Ternyata gan, menurut kabar yang berkembang, ketika bikin SIM, masyarakat kudu menyertakan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh pihak ketiga. Nah untuk mendapatkan sertifikat ini masyarkat mesti bayar gan, dalam hal ini PT Pajajaran Sinar Perkasa sebagai pihak ke 3 yang direkomendasikan oleh Polres Purwakarta untuk mengeluarkan sertifikat sebagai persyaratan untuk mengurus SIM di Polres Purwakarta.

Ngutip dari kabar yang ditulis tribun, Dwi Prasetyo, instruktur pelatihan mengemudi dan kordinator lapangan PT Sinar Pajajaran menyampaikan bahwa besara biaya sertifikat untuk pelatihan roda 2  adalah Rp 500 ribu, kemudian untuk roda 4 adalah Rp 600 ribu. Hal ini disampaikan saat tim tribun menemui yang bersangkutan di kantornya, Jalan Industri, Senin (4/12).

Perlu diketahui bahwa biaya pengurusan SIM ‎ini diatur dalam PP Nomor 50 Tahun 2010 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Tertera di dalamnya bahwa biaya pengurusan SIM A baru sebesar Rp 120 ribu, sementara biaya pengurusan SIM C sebesar Rp 100 ribu.

Nah, ketika biaya di atas, ditambah biaya sertifikat, maka biaya yang harus dikeluarkan pemohon SIM, misalnya untuk SIM A adalah, 600.00 + 120.000 maka menjadi Rp 720 ribu, di luar biaya kesehatan. Sedangkan SIM C adalah 500.000 + 100.000 maka menjadi 600.000 rupiah. Lhadalah, mayan mahal ya gan.

Statmen Kapolres Purwakarta perihal Biaya Bikin SIM di Purwakarta Bengkak

Masih dari sumber di atas, bahwa menurut Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani, bahwa biaya pengurusan SIM A dan C menjadi membengkak, karena karena ditambah biaya sertifikat lulus kompetensi mengemudi, hal hal ini telah diatur dalam pasal 77 ayat (3) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jadi Pasal 77 ayat 3 menyatakan bahwa untuk mendapatkan SIM, calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri. Makanya kepolisian Purwakarta menunjuk badan yang bertanggungjawab pada keluarnya sertifikat kompetensi mengemudi.

Tanggapan pakar hukum dan advokat senior Agus Amri perihal Biaya Bikin SIM di Purwakarta Bengkak

Pakar hukum dan advokat senior Agus Amri angkat bicara dalam hal ini. Ngutip dari statmen FB Saber Pungli RI yang diunggah pada 29 Desember 2017 lalu, bahwa pakar hukum ini menilai apa yang terjadi di kabupaten Purwakarta merupakan modus baru Pungli SIM. Hal ini menurutnya sangat bertentangan dengan semangat pemerintah yang ingin pelayanan masyarakat itu dilakukan dengan cepat, mudah, dan murah.

Masih dari sumber ini, bahwa Agus Amri ini khawatir sertifikasi tersebut disinyalir hanya menjadi kedok praktik pungli belaka terkait layanan SIM di Purwakarta. Jadi menurut Agus, praktik ini merupakan bentuk salah tafsir terhadap UU NO 22 tahun 2009 pasal 77 ayat 3 yang  menyatakan bahwa untuk mendapatkan SIM memang harus memiliki kompetensi dalam hal ini memiliki kemampuan secara teknis dalam mengemudikan kendaraan. Nah, kompetensi ini kan bisa diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri. Jadi kalau belajar sendiri kan sertifikat tidak dibutuhkan. Sementara di dalam UU jugatidak ada kata yang harus dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.

Selanjutnya Agus mempunyai harapan besar bahwa jajaran Polres Purwakarta mau merevisi kebijakannya  lantaran tak ada dasar hukum yang kuat.

Sementara itu di luar kontek ini, ada pula kabar yang berhembus bahwa kewajiban memiliki sertifikat kompetensi bagi pemohon SIM juga telah berlaku di Polda Metro Jaya. Rumornya gan, pihak ketiga yang mengeluarkan sertifikat kompetensi adalah juga perusahaan yang ditunjuk oleh pihak Polres Purwakarta.

Wah, jadi mahal dong, nah gimana menurut agan sekalian?

6 Comments

  1. Idenya bagus tapi
    1. Harus transparan.
    2. Tidak ada unsur asal bayar sertifikat keluar.
    3. Memiliki dasar hukum saat akan mengikuti latihan atau bisa di jadikan surat ijin kepada instansi tempat bekerja.
    4. Apakah saat memperpanjang sim kalo telat harus mengulangi tes lagi secara sertifikat itu tidak berjangka kan kecuali sertifikat tersebut berjangka, mirip SKCK.

  2. Lagu lama om. 10th lalu saya mengalami. U teori lulus, Praktek 3x gagal. Nego, suruh ke pimpinan. Dijelasin bla bla bla, ternyata blm lengkap gak ada serifikat kecakapan. Trus? Tambahan biaya 100rb. ok. Balik ke bag u praktek, minta juga (dlm hati kampret belang)

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.