Ninja seminggu pake knalpot racing ditilang polisi dicilacap
Ninja seminggu pake knalpot racing ditilang polisi dicilacap

Bonsaibiker.com – Ada kejadian yang sebenarnya ya biasa aja, tilanggan atas kenalpot razing, cuman ya nyesekanya karena baru seminggu. Yup Ninja 250 Baru Seminggu Pake Knalpot Racing Dirampas Polisi. Jadi ama pak polisi, masbro ini suruh ganti kenalpot standar, sementara yang racing musti diserahin ke polisi. Seperti tertera dalam gambar di atas knalpot yang dipake adalah merk Proliner.

Kejadian ini dishareoleh akun fb Keluarga Hanafi digroup fb ‎NINJA 250 INDONESIA pada 12 Maret lalu dengan statmen berikut :

Apessss bgt.
Baru pake 1 mingguan..
Malah di rampas polisi.
Katanya tidak sesuai..
#polisicilacap

Ya memang sih biasanya knelpot racing ditilang gan, ada yang digorok di tempat, kayak artikel berikut:

Apes! Bawa Knalpot Racing Suruh Ngancurin Dewek di depan Polisi

Knalpot Racing Ninja 250 Seharga 6 Jt Ketilang, Harus Drusak Sendiri di Depan Polisi

TKP memang nampaknya di Cilacap gan, sesuai caption yang dibuat oleh penguploadnya di FB, dan memang kepolisian CiIacap sering gencar razia knalpot racing. Ya biasanya kanlpot racing ini bakal dihancurkan secara bareng-areng di depan publik, yang bleh jadi sebagaishock terapi. Cekidot saja bebarap artikel berikut:

Vidio Polisi Hancurkan Knalpot Racing Hasil Razia Sekitar Tahun Baru

Pemusnahan Knalpot Barong dan Miras Jelang Tahun Baru di Cilacap

Memang sih pakeknalpot racing itu melanggar gan, aturannya adalah UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285 disebutkan knalpot laik jalan merupakan salah satu persyaratan teknis kendaraan dikemudikan di jalan. Ini dia gan bunyinya  Pasal 285 Ayat (1) :

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Sementara itu untukspesifik masalah knalpot, tingkat kebisingannya diatur di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Untuk motor 80cc – 175cc max: 83 dB dan di atas 175cc max. 80 dB.

Nah, yang sering jadi polemik adalah kabarnya beberapa knalpot meski racing tetepi kalau memakai DB killer,tak akanmelebihi ambang batas, dan kabarnya lagi walau takmelebihi ambang batas, menurut pengakuan warganet tetep aja ditilang. Berikutsebuah komentar diIG mengenai hal ini:

“just.kidd.inkLho, lalu bagaimana dengan motor yang ganti knalpot racing (tapi nggak berisik karena pakai db killer) karena knalpot aslinya memang rusak? Banyak kok kawan saya yang memang ganti knalpot racing karena knalpot aslinya rusak. Mereka cuma cari solusi alternatif aja dari pada harus beli knalpot original yang menurut mereka harganya lebih menguras kantong jika dibandingkan dengan menggunakan knalpot racing. Jika seperti itu bagaimana, pak @polantasindonesia? Akan tetap ditilang? Ayolah, hukum jangan tajam kebawah tumpul keatas. Yang miskin makin miskin karena terus dicekik aturan yang cenderung memaksa dan nggak ada alternatif lain, yang kaya makin jaya melenggang seenaknya karena punya power. Itu nggak adil. Jika ingin mengayomi, ayomi semua. Jangan hanya suatu kelompok tertentu aja. Kalau memang rakyat biasa yang menggunakan knalpot racing dikategorikan sebagai melanggar sementara bagi rakyat berduit dikategorikan sebagai nggak melanggar, maka buatkan pengecualian aturan juga untuk rakyat kecil supaya adil. Buatkan regulasi yang nggak memberatkan, terutama untuk mereka yang hidup sekedar cukup. Jangan pilih kasih ya, pak. ? Cc

Nah, bagaimana menurut agan sekalian?