Kronologis Siswi Di Mojokerto Hampir Lumpuh Dikarenakan Squat Jump 90 Kali

siswi ini kini hanya bisa berbaring
siswi ini kini hanya bisa berbaring

Kronologis Siswi Di Mojokerto Hampir Lumpuh 

Squat Jump 90 Kali By Bonsaibiker.com – Nah mas bro, menyambung dari kejadian tragis Siswi SMA di Mojokerto Terancam Lumpuh Setelah Jalani Hukuman Squat Jump Sebanyak 90 Kali itu gan, Info selanjutnya yaitu Kronologis Siswi Di Mojokerto Hampir Lumpuh Dikarenakan Squat Jump 90 Kali ni gan. Karena sudah tentu hukuman datang akibat suatu kesalahan. Dan tentu juga cedera dialami siswi ini akibat hukuman yang berlebihan. Tapi pada artikel ini akan james bons coba lengkapi agar bisa lebih jelas kronologisnya gan. 

Nah, jadi Kronologis Siswi Di Mojokerto Hampir Lumpuh Dikarenakan Squat Jump 90 Kali ini seperti yang dilansir dalam  Grid.ID bahwa petaka ini terjadi saat siswi bernama Mas Hanum Dwi Aprilias ini mendapat hukuman skot jump karena datang terlambat saat ikut Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya pada Jumat (12/7/2018) gan. Saat itu, ada dua anggota UKKI yang terlambat termasuk Hanum.

Gus M.Rofiq Afandi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghoits mengungkapkan bahwa, “Anaknya (korban) sudah selesai menjalani hukuman 60 skot jump tetapi karena ada temannya yang tidak menjalani hukuman maka hal itu ditanggung korban sebanyak 120 kali. Ia bisa melakukan sekitar 90 kali skot jump dan sudah tidak sanggup lagi,” katanya. Hukuman untuk kelompok ekstrakuriler Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) yang terlambat sebenarnya adalah membaca ayat Alquran. Tapi ia sendiri tidak tau siapa yang memulai, hingga akhirnya disepakati hukuman fisik berupa squat jump seperti itu.

Info terkait

Siswi SMA di Mojokerto Terancam Lumpuh Setelah Jalani Hukuman Squat Jump Sebanyak 90 Kali

Gus M.Rofiq Afandi juga menjelaskan, ia gak curiga karena Hanum awalnya tidak merasakan gejala apapun. Tapi pas beberapa hari, Hanum baru merasakan sakit pada bagian kaki dan tulang belakangnnya. “Puncaknya, ketika hendak salat subuh ia tidak bangun, kedua kaki dan tubuhnya tidak bisa gerak,” ujarnya. Ia mengetahui dari teman sekolah Hanum tentang penyebab kejadian yang menimpa Hanum tersebut dan kejadian ini telah berlangsung selama seminggu kemarin.

Ayah korban, Sugiono mengungkapkan hanya bisa pasrah atas musibah yang dialami anaknya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku kesulitan membiayai pengobatannya. “Saya berharap pihak sekolah bertanggung jawab terkait seluruh pembiayaan pengobatan hingga sembuh,” ujarnya.

Semoga lekas sembuh dan mendapat perawatan hingga pulih.

Baca juga

Debt Collector Penikam Siswi SMK Ditembak Polisi

Sadis! Siswi SMA Teladan Disayat-sayat Wajahnya Hingga Berlumuran Darah

Siswi SMP Bully dan Keroyok Siswi SD, Kini Masuk dalam Penyidikan Polisi

5 Comments

    • Curiga kajian agamanya soal apa?….awas HTI masuk sekolah…ormasnya sdh dibubarkan…tp orang dengan pemahaman HTI masih bebas berkeliaran…….

  1. Dari dulu squat jump sdh g boleh untuk hukuman anak skolah..lha ini gara2 g ikut kajian agama di sekolah dihukum………lha ente ngajar agama tp hukumnya trlalu….dihukum hapalannya ditambah bnyak kan juga bisa……..

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.