Warganet Sebut Penabrak di Solo Sebagai Pembunuh Bedarah Dingin, Inikah dia?

Warganet Sebut Penabrak di Solo Sebagai Pembunuh Bedarah Dingin, Inikah dia?

Penabrak di Solo Sebagai Pembunuh Bedarah Dingin
Penabrak di Solo Sebagai Pembunuh Bedarah Dingin

Penabrak di Solo by bonsaibiker.com Mas bro sekalian, mungkin kalau mas bro sekalian melihat ke google lalu ngetik panabrakdi solo, bakal menemukan sebuahperistiwa tabrakan maut yang bikin luar biasa merinding kisahnya. Nah,bagaimana warganet menggambarkan kisah maut ini? Ya, Warganet Sebut Penabrak di Solo Sebagai Pembunuh Bedarah Dingin, Inikah dia?

Seperti yang disampaikan akun fb Kiki Abrianto Janokosebagai berikut menggambarkan peristiwa ini sebagai berikut :

#INFO
#SS
#IKL_NUSANTARA

PEMBUNUH BERDARAH DINGIN DAN SADIS

Semalam bertemu langsung dengan keluarga di rumah duka, Gremet, selatan Stadion Manahan Solo.
Kemudian instingku menuntunku ke TKP, melihat genangan darah yang sudah ditimbun pasir, coretan-coretan petugas laka lantas, tidak ada sama sekali bekas rem, bertemu dengan saksi-saksi, banyak misteri terungkap di TKP.

Hanya orang yang benar-benar berdarah dingin berani melakukan dugaan tindak pidana pembunuhan ini, karena peristiwa ini berada di jalan KS Tubun, tepat di pintu sebelah timur Mapolresta Surakarta. Mungkin pelakunya adalah orang yang sangat yakin bahwa dia kebal hukum.

Tidak ada bekas rem dari mobil mewah Mercedez Benz AD 888 QQ, yang kemudian setelah menabrak kemudian korban terseret sekitar 20 meter hingga kepala korban terlindas ban mobil. Hebatnya lagi pelaku langsung melarikan diri, ini mengindikasikan bahwa pelaku melakukan dengan kesengajaan dan sangat sadis dan berdarah dingin.

Biasanya pelaku kejahatan yang menyebabkan kematian dengan cara sadis dan dingin pernah melakukan kejahatan serupa sebelumnya. Ini tugas polisi untuk mengungkap.

Korban yang sangat patut diduga sebagai pembunuh dengan kesengajaan tersebut adalah EKO PRASETIO, staf Farmasi RS Karima Utama Kartasura. RS tersebut merupakan donatur utama PP Tahfidzul Qur’an Isykarima. Dia adalah suami dari Dahlia alumni MUHI 2009 yang baru saja memiliki anak umur 10 bulan, sekaligus menantu anggota Polresta Surakarta.

Bermula dari kejadian di pasar Nongko, setelah korban beli areng, bumbu dan kipas, korban diserempet mobil pelaku. Korban justru dipukuli oleh 3 bodyguard dan disuruh minta maaf kepada bos. Korban tidak mau minta maaf lalu pergi namun pelaku terus mengejar. Korban bermaksud pulang ke rumahnya di Aspol utara Mapolresta Surakarta, akan tetapi tepat di depan pintu timur Mapolresta korban ditabrak dari belakang dan terseret hingga sekitar 20 meter, hingga akhirnya kepala korban terlindas mobil dengan berat 1,5 ton tersebut. Korban meninggal seketika di tempat. Sama sekali tidak ada bekas rem mobil, artinya pelaku melakukan dengan dengan dan power full.

Anggota Polresta, wartawan, ojek online langsung mengejar Mercedes Benz pembunuh yang melarikan diri. Beruntung di pertigaan jalan Ahmad Yani pelaku mau tidak mau harus memperpelan lajunya karena ada bis lewat, pelaku akhirnya tertangkap dan dibawa ke Mapolresta. Dari beberapa media yang berada di TKP pengemudi mobil maut tersebut adalah IWAN ANDRANACUS.

Hasil browsing, IWAN ANDRANACUS pemilik mobil mewah dengan nopol khusus tersebut adalah salah satu konglomerat di Solo, presiden direktur PT INDACO, perusahaan cat besar di Karanganyar.

Kapolresta Surakarta berjanji akan memproses hukum secara profesional dan meminta warga untuk mengawal kasus ini. Ini berita bagus. Namun di beberapa grup sosmed ada keraguan dari masyarakat, hal ini bisa dimaklumi karena selama ini jika yang melakukan tindak pidana dari dari etnis tertentu tidak ditindak lanjuti, bahkan meskipun menghina presiden malah hanya dianggap lucu-lucuan.

Ada kekhawatiran untuk menyelamatkan si bos kemudian orang lain akan dikorbankan sebagai pelaku, atau pasal yang digunakan adalah pasal kecelakaan, polisi akan diintervensi oleh kolega si Presdir, keluarga korban akan mendapatkan ganti rugi miliaran, berpuluh-puluh khayalan skenario yang jadi obrolan di masyarakat Solo saat ini.

Kapolresta Surakarta dalam ujian berat kali ini, salah melangkah peristiwa 81 bisa terulang kembali. Semoga beliau bisa mengambil langkah yang tepat, tegas, adil dan bijaksana.

insyaAllah jenazah almarhum Eko Prasetio akan dikebumikan jam 10.00 WIB dari rumah duka jl. Mliwis III Gremet, Solo. Pintu selatan stadion Manahan ke selatan. Kepada masyarakat yang akan takziyah dipersilahkan.

Solo, 23 Agustus 2018

Semoga saja segera tuntas kasusnya. Itu di atas adalah hal yang digambarkan warganet.

5 Comments

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.