Penjarah Sibuk Bobol ATM saat Yang Lain Sibuk Penyelamatan Korban Gempa

Penjarah Sibuk Bobol ATM saat Yang Lain Sibuk Penyelamatan Korban Gempa
Penjarah Sibuk Bobol ATM saat Yang Lain Sibuk Penyelamatan Korban Gempa

Penjarah Sibuk Bobol ATM by bonsaibiker.com – mas bro, satu yang menjadi sorotan di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia adalah bahwa kondis kontras terjadi di Palu pasca Gempa. Satu sisi orang pada recovery pasca terjadi Gempa di palu, namun sekelompok oknum ini malah bobol ATM.Untung saja Polisi gerak cepat mengamankan mereka.

Berikut insiden Penjarah Sibuk Bobol ATM saat Yang Lain Sibuk Penyelamatan Korban Gempa :

Menurut Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto melalui pesan singkat saat dimintai konfirmasi, Senin (1/10/2018), dalam operasinya Polisi menangkap 4 pria karena diduga akan membobol ATM di Palu. Keempat pelaku ditahan di Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka adalah berinisial A (30), R (17), Z (25), dan F (36). kini para pelaku ini ditahan Polda Sluteng. Masih  menurut sumber ini percobaan penjarahan ATM tersebut tak hanya dilakukan oleh 4 tersangka ini saja. Beberapa tersangka kabur saat akan ditangkap. menurut rekam jejak polisi telah ada5 kali terjadi percobaan pembobolan ATM.

Ngeri masbro, jadi brutal begini . Untungnya semua upaya kejahatan penjarahan ini itu bisa digagalkan aparat yang siaga di lapangan. Masih menurut pak Setyo ini, upaya pembobolan mesin ATM ini terjadi di beberapa tempat yitu :

  • Jalan Touwa
  • Jalan S Parman
  • Universitas Islam Al-Khaerat
  • SPBU di Jalan Diponegoro

Semuanya ada di kota Palu. Sementara itu upaya pembobolan itu terjadi di empat ATM.  Lalu kemudian baru yang terjadi di Jalan S Parman inilah pelakunya bisa tertangkap.

masih lanjut dari keterangan pak Setyo, mesin ATM yang kerap jadi sasaran pembobolan adalah milik Bank Mandiri, BCA, BRI, dan Danamon. Sekarang polisi Untuk mengantisipasi hal tersebut, kini aparat bersiaga di sekitar ATM. Sebelumnya dikabarkan bahwa institusi Polri bakal mengirim 1.400 personel ke Palu dan Donggala untuk proses evakuasi pasca-gempa dan tsunami. Dan kemudian untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dan sehubungan dengan penjarahan ini, yaitu untuk mencegah peristiwa serupa, sejumlah personel polisi disiagakan