Hakim Cium Tangan Terdakwa, Potret Dunia Pendidikan Jordania

Hakim Cium Tangan Terdakwa, Potret Dunia Pendidikan Jordania

Hakim Cium Tangan Terdakwa by bonsaibiker.com –  mas bro sekalian, sebuah gejolak baru yang belakangan menjadi viral dan banyak diberitkan di Indonesia. Yaitu bentuk kekerasan terhadap guru. Beberapa kali  kasus guru dilaporkan murid dan berakhir di meja hijau, atau setidaknya samapai ke tangan polisi. Sebabnyapun sebenarnya hal spele, murid dihukum lantaran melanggar. Lalu si murid tak terima hukuman dan lapor polisi. Nah, bagaimana hal ini berlaku di luarnegeri sana? Yup, coba kita tengokmisalkan yang terjadi di Jordania.

Hakim Cium Tangan Terdakwa
Hakim Cium Tangan Terdakwa di jordan
ktm indonesia

Lihat juga beberapa kasus guru-murid berikut :

Viral, Anak SMP Dihukum Guru Karena Telat Masuk Malah Lapor Polisi

Bu Guru Dianiaya Wali Murid Sampai Berdarah di Kalbar

Miris! Guru Dipukul Siswanya Hingga Meninggal di Madura

Friksi Antara Bu Guru Tika dan Biker Bengkulu Kini Telah Dimediasi Polisi, Surat Bermaterai Dirobek, Case Closed

Nah, mas bro, kembali ke topik, sebuah kejadian yang konon terjadi di Jordania, Hakim Cium Tangan Terdakwa, ini setidaknya memberi kita gambaran Potret Dunia Pendidikan Jordania. Potret ini disharedari akun fb Nanda Elisa 21 jam. Benar tidaknya James Bons belum tahu persis,namun setidaknya dari narasi ini bisa memberi kita sedikit gambaran sebuah penghormatan pada guru. Berikut simak mas bro :

HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA
(Sebuah Pelajaran Berharga dr Jordania)

Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.
Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”
Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.
Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dr guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.
Peristiwa yang terjadi di Jordania pada tahun lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.
Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah memukul kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orang tua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.
Lalu saat kita menjadi orang tua di zaman sekarang… tak sedikit berita orang tua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai.
Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik,mereka takut dilaporkan oleh orang tua murid sprti yang dialami teman-temannya. Sudah bbrpa guru di Sumatera Selatan dilaporkan orang tua murid hingga hrs berurusan dgn polisi. Smga tulisan ini,bgi kta org tua/wali murid,bsa membangun hbngn yg lbh baik dgn Guru. Kita bersinergi untk mnyiapkan sbuah generasi msa dpn🙏

Bagaimana menurut mas bro sekalian?

1 Comment

  1. Inget pendidikan jaman dulu saat ortu lebih bijaksana dan murid ga alay..
    Pernah yg nama.y d jemur dan hormat bendera d bawah terik, d pukul penggaris kayu pantat.y.. apa saya dendam? Gak.. justru sekarang sya berterimakasih.. karna mereka melakukan itu untuk mendidik saya.. bukan hanya mengajar materi pelajaran tpi jga mengajar norma dan akhlak kesopanan… Beliau2lah orang tua kedua saya d luar rumah.. mereka mlakukan itu karna kita salah.. bukan tanpa sebab..

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.