Siswi SD Telat Bayar SPP Suruh Push Up 100 Kali

Telat Bayar SPP Suruh Push Up 100 Kali

Bonsaibiker.com – Sebuah berita yang cukup menarik perhatian dishare viva dari Bogor. Yup maswa bro, tersiar kabar berita bahwa seorang siswi kelas 4 sekolah dasar dihukum push up sebanyak seratus kali lantaran nunggak bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan atau SPP. Usai kejadian dikabarkan bahwa bocah malang itu pun mengalami trauma.

Siswi SD Telat Bayar SPP Suruh Push Up 100 Kali
Siswi SD Telat Bayar SPP Suruh Push Up 100 Kali

Inilah dia Gadis cilik yang berinisial GNS dan berusia sepuluh tahun yang dihukum push iup. Gadis kecil in menceritakan hukuman push up pada pekan lalu di sekolahnya di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kabarnya ia ditemui wartawan di rumahnya di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, GNS dalam kondisi masih sangat terpukul atau trauma.

Kronologis Siswi SD Telat Bayar SPP Suruh Push Up 100 Kali

Menurut penuturan gadis kecil ini, insiden push up ini bermula ketika ia sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar tiba-tiba dipanggil kakak kelasnya untuk menghadap Kepala Sekolah. Nah ternyata mas bro, GNS disuruh push up sebanyak seratus kali oleh Kepala Sekolah. Hukuman ini ia terima lantaran ia belum dapat kartu ujian, yang disebabkan belum membayar SPP. Demikian penuturan gadis ini pada Senin, 28 Januari 2018 kemarin.

Sebelumnya ia pernah mengalami hukuman serupa, yaitu push up sepuluh kali. Hukuman yang ia terima kini memang dia rasa terlalu berat hingga membuat perutnya sakit hingga sekarang.

Pasca menerima hukuman ini, Si bocah enggan bersekolah lagi. Kabarnya keluarga GNS berencana memindahkan sekolah GNS ke sekolah lain.

Kepala Sekolah Membantah Hukuman Push Up 100 Kali

Secara terpisah, Budi, pria yang mengaku sebagai kepala sekolah SDIT Bina Mujtama membantah menyuruh push up sebanyak 100 kali. Itu menurutnya hanya sebagai shock terapi, pasalnya sebelumnya, GNS sempat dipanggil oleh Budi, untuk membicarakan masalah tunggakan uang SPP kepada orang tuanya. Jadi menurut pak Budi ini pihaknya sudah mencoba memanggil orang tua GNS, namun tidak juga datang. Akhirnya hal ini disampaikan pada GNS.

Kepala sekolah ini membantah memberikan hukuman push up 100 kali, menurutnya hukuman yang diberikan cuma 10 kali. 

3 Comments

  1. SD Negeri gratis pak, tp ada aja uang ini itu nya. klo SPP dipastikan Swasta. klo orang tua gak datang itu tanda orang tuanya gak perduli sama anak ny. klo perduli ya datang dan minta keringanan, dicicil jg bisa kan.

    bagusnya sih ikut ujian tidak apa2, tp raport dan nilai kelulusan jika sudah kelas 6 SD ditahan sampai dilunasi iuran SPP nya. tidak ada alasan tidak mampu. klo merokok bisa masa bayar SPP engga bisa?

    untuk pendidikan ya harus ada yg di korbankan. kecuali orang tuanya malas atau anak yatim harusnya minta bantuan ke BAZIS untuk hal ini.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.