Uang Pembayaran 10 Motor Digelapkan Kepala Diler Yamaha di Yogya

Pembayaran 10 Motor Digelapkan Kepala Diler Yamaha

Bonsaibiker.com – Ada sebuah bebrita dari Jogjakarta mas bro, terkait motor Yamaha. Ya, ada sebuah kasus dimana Uang Pembayaran 10 Motor Digelapkan Kepala Diler Yamaha di Yogya. Akibat ulah kepala diler ini, para konsumen tak kunjung terima motornya.

Pembayaran 10 Motor Digelapkan Kepala Diler Yamaha di Yogya
Pembayaran 10 Motor Digelapkan Kepala Diler Yamaha di Yogya

Hal ini dialami salah satu kontributor Net TV di Sleman, Andreas Sigit, yang kini gigit jari. Pasalnya uang Rp 27.200.00 yang dia serahkan ke dealer untuk membeli Yamaha NMax dibawa kabur oleh Kepala Cabang Diler Yamaha Harpindo Monjali Yogyakarta berinisial IG (36). Ternyata mas bro,
Sigit ini dikelabui oleh IG dengan kwitansi palsu ketika ia bertransaksi di diler untuk beli motor pada November 2018 lalu.

Kasus Pembayaran 10 Motor Digelapkan Kepala Diler Yamaha Jogja menurut Polisi

Ngutip dari kumparan, Kaurbinops Reskrim Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo, menyampaikan bahwa pelaku diketahui telah menggunakan uang hasil penggelapan untuk mensponsori lomba burung berkicau. Berikut statmen pak polisi ini di Polres Sleman, Selasa (26/2):

“Uangnya sebagian dipake tersangka buat sponsor lomba burung dan juga acara musik yang tidak diketahui oleh diler pusat. …. untuk pembelian sepeda motor hadiah. Sebagian lagi untuk kebutuhan sehari-hari,”

Kepala Diler Yamaha Terancam 5 Tahun Penjara

Sebagaimana judul di atas, motor yang digelapkan pembayarannya oleh pelaku adalah sebanya 10 sepeda motor bermacam jenis. Jadi para korbanini beberapa diantaranya termasuk Sigit beli cash, namug tak kunjugan dapet motornya. Jadi tersangka tidak melaporkan hasil penjualan ke diler pusat. Padahal dia adalah kebala cabang,atau kepaladi diler.

Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Pembelaan Pelaku

Mas bro. Atas tuduhan ini, IG tetap berkukuh di hadapan wargawan bahwa ia tidak melakukan penggelapan uang. Ia menyatakan bahwa uang konsumen yang diterimanya masuk ke Diler Pusat Harpindo. Menurutnya uang dari konsumen sudah diserahkan ke admin ketika pembayaran. Berikut statmen IG:

“Memang (uang) sudah masuk di Harpindo serah terima pun juga ada. Salah saya tidak pernah dikontrol dan pembukuan. Saya tidak melakukan pembelaan. Setelah masuk admin alur kas saya enggak tahu. Setelah itu lari ke mana saya kurang kontrol. ….”

Adapun terkait perlombaan burung berkicau, menurut pengakuan IG, bahwa dilaksanakan acara tersebut adalah dalam rangka promosi kantor bukan untuk kepentingan pribadinya.

5 Comments

  1. 10 kali 27 juta kan cuman 270 jutaan… itupun kalo semuanya cash… gak habis pikir gw ama orang-orang macem gini.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.