Puncak Rinjani Diselimuti Awan Lenticular Alias Topi Caping, Momok bagi Pilot dan Pendaki

Puncak Rinjani Diselimuti Awan Lenticular

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, ada berita unik nih pagi ini, Rabu, 17 juli 2019, Puncak Rinjani Diselimuti Awan Lenticular Alias Topi Caping. Awan yang berbentuk caping ini dalam Bahasa ilmiah disebut Awan LENTICULAR. Yup, nampak seperti di Foto ‘topi caping awan’ putih tebal yang melingkari puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini menarik perhatian warga. Fenomena ini jadi ajang selfie sehingga viral di dunia maya. Awan caping hari ini terbilang sempurna hingga dan dirasakan langka bagi warga setempat.

Puncak Rinjani Diselimuti Awan Lenticular
Puncak Rinjani Diselimuti Awan Lenticular

Beberapa Waktu Lalu Terjadi di Gunung Lawu

Mas bro sekalian, kejadin macam ini tak hanya di Rinjani. Tapi di Gunung Lawu pun sudah beberapa kali terjadi dimana puncakgunugn dislimuti awan seperti ini, terakhir terjadi Februari kemarin. Selengkapnya bisa dilihat di artikel berikut :

Penampakan Awan Unik di Atas Gunung Lawu, Kayak Ufo

Penjelasan Ilmiah Terkait Puncak Rinjani Diselimuti Awan Lenticular

Awan Lenticular adalah awan yang umumnya berbentuk piring raksasa yang seering ditemukan di dekat bukit atau pegunungan atau malah di puncak gunung. Pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegununganlah yang menyebabkan terbentuknya awan ini yaitu yang menimbulkan sebuah pusaran dan membentuk seperti piring, atau kadang seperti UFO.

Awan LENTICULAR (dalam bahasa lainnya disebut sebagai Altocumulus lenticularis. Yaitu merupakan awan stasioner yang terbentuk di troposfer. Aawan ini biasanya dalam keselarasan tegak lurus dengan arah angin. Penampakan bentuk awan ini sering sebanding dalam penampilan dengan lensa atau piring. Makanya ada yang menyebutnya sebagai awan caping. Ya kayak topi capignya petani.

Kalau dari jauh, Lenticular ini nampak begitu padat, padahal sejatinya tidak demikian. Awan ini nampak padat lantaran aliran udara lembab terus megaliri disekitar awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah. Karena inilah kadang awan ini bisa bertahan sampai berhari – hari. Tak seperti awan lain yang mudha hilang.

Lenticular Momok Bagi Pilot dan Pendaki

Mas bro sekalian, walau awan Lenticular ini nampak indah, namun ternyata sangat dihindari dan ditakuti oleh para pilot pesawat. Yup mas bro, ternyata awan ini bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekat nrobos awan ini. Bahkan kadang walau skedar terbang di dekat awan Lenticular inipun tergolongbahaya.

Yup, turbulensi dalam duniapesawat adalah sebuah gerakan udara yang tidak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara atau suhu. Kejadian alam model gini jelas sangat berbahaya bagi penerbangan mas bro. Makanya jadi momok bagi para pilot, mending menjauh deh.

Nah, selain pilot, para pendakipun juga manjauhi awan ini. Jadi jika dari bawah trlihat ada penampakan awan ini, maka di bagian atas biasanya sedang terjadi badai, angin & kabut. Pastinya itu membahayakan bagi pendakian. Makanya mas bro, mending menghindar kalau pas naik gunung kemudian ada penampakan awan ini.

1 Trackback / Pingback

  1. Awan Caping di Gunung Merbabu Pagi Ini | Bonsaibiker

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.