Ojol Bakal Kepung Kedubes Malaysia

Bonsaibiker.com – Mas bro, dalam 2 hari belakangan ramai berita tentang rekaman vidio seorang bos pengusaha taksi Malaysia yang kemudian viral di dunia maya. Ya pria yang konon merupakan bos sebuah perusahaan taksi di Malaysia itu menyebut bahwa ojek online hanya untuk di negara miskin seperti di Indonesia. Nah ha ini kemudian memicu rekasi keras dari ojek inline di Indonesia. Ya, Ojol Bakal Kepung Kedubes Malaysia Lantaran salah satu Pengusahanya ini Sebut Indonesia Negara Miskin.

Ojol-Bakal-Kepung-Kedubes-Malaysia-Lantaran-Pengusahanya-Sebut-Indonesia-Negara-Miskin
Ojol-Bakal-Kepung-Kedubes-Malaysia-Lantaran-Pengusahanya-Sebut-Indonesia-Negara-Miskin

Jadi jelasnya mas bro, ucapan pria Malaysia tersebut makin hari makin viral, bahkan akunnya di Sosmed konon diserbu arganetdari Indonesia. Lalu i dunia nyata statmen itu mendapat respons dari persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia. Para ojol ini dikabarkan bakal melakukan unjuk rasa mengepung Kedubes Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta, pada 3 September mendatang.

Berikut ini vidiostatmen pengusaha malaysia ini :

View this post on Instagram

#Gojek #malaysia #IndnesianegaraMiskin Pengusaha Malaysia sebut Indonesia Negara MiskinTuai Kontroversi

A post shared by Bonsai Biker (@ucin99) on

Ancam Demo

Ancaman demo dari ojek online ke Kedubes Malaysia ini nampak seperti dalam surat permintaan klarifikasi berikut ini :

Mas bro sekalian, seperti terrekam dalam vidio diatas, si pengusaha ini yaitu Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services memberistatmen kontroversi. Ia mengatakan pemerintah Malaysia sebaiknya fokus menyelesaikan masalah taksi online. Menurutnya adalah sebuah kemunduran jika pemerintah mengizinkan ojek roda dua online beroperasi di Malaysia.

Ia menyatakan bahwa Syed Saddiq adalah menteri terpelajar. Namun saat menteri lain berbicara soal mobil terbang atau mobil nasional, malahan dia menyuruh anak muda menjadi ojek. Statmen Shamsubahrin ini sempat dilansirĀ Free Malaysia Today.

Di lain pihak, Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono dalam keterangan tertulisnya, menyatakan bahwa bila tak ada klarifikasi dari Dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia. Yaitu yang tershare dalam video yang dianggap merendahkan martabat ojek online. Maka driver ojek online se-Indonesia bakal mengepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI.
Igun menjelaskan, ucapan pria Malaysia itu dianggap meresahkan karena merendahkan profesi ojek online. Menurutnya ucapan tersebut sekaligus menghina rakyat Indonesia.