Ditilang Ngeyel Ngaku Saudaranya DPR

Bonsibiker.com – mas bro masih berita seputar tilang yang terjadi di rangkaian operasi Zebra yang digelar akhir Oktober hingga awal November 2019 ini. Yup mas bro sekalian, ada sebuah fenomone penilangan yang diwarnai perbuatan koyol tertilang. Ya, ada seorang pengendara Ditilang Ngeyel Ngaku Saudaranya DPR Sebut Paspampres mau ambil kendaraannya. Padahal dia melakukan sejumlah pelanggaran.

Ditilang Ngeyel Ngaku Saudaranya DPR Sebut Paspampres
Ditilang Ngeyel Ngaku Saudaranya DPR Sebut Paspampres

Kejadian ini dishare oleh akun FB Jawara pada 8 jam lalu dengan statmen berikut :

Driver : “Nanti saya suruh Paspampres.
Abang saya anggota DPR.”

Aparat: “Disini bkn zamannya lg seperti itu, angkut motornya!!!”

Ini dia mas bro vidionya :

View this post on Instagram

#tilang #operasizebra2019 Ditilang ngeyel, ngaku sodaranya anggita dpr, sebut sebut paspampres padahal banyak melanggar

A post shared by Bonsai Biker (@ucin99) on

Yup mas bro, padahal pengendara ini melakukan sejumlah pelanggaran. Mulai gak pake helm, gak bawa STNK, Plat nomor gak ada. Makanya melaluiperdebatan yang sengit akhirnya motor digelandang ke Polres Cakung Jakarta Timur. Meskipun pria ini mengaku saudaranya salah satu anggota DPR, lalu ngomong kalau motornyabakal diambil Paspampres, pakpolisinya tak keder mas bro. Tetep ditilang, motordisita. Alamak.

Besaran Denda Ditilang Ngeyel Ngaku Saudaranya DPR Sebut Paspampres

Coba aja kita cek yuk, 3 pelanggaran tersebut kalau dilihat berpa dendanya, uaitu yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009:

  • Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu (Pasal 280).
  • Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu (Pasal 288 ayat 1).
  • Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu (Pasal 291 ayat 1).

Mayan juga kan mas bro dendanya. Mending tertib aja lah. Gak usah ngeyel dan sebagainya. Tohmisalkan kita anggota DPR lalu ketahuan oleh publik bahwa tengah membela Saudaranya yang ketilang gara-gara melanggar, malah jelek namanya kan mas bro.