Ngantri Sepeda Lipat Kayak Beli Sembako, Ampek Jam 1 Malam, Kata Warganet Ekonomi Sulit itu Hoax!

Ngantri Sepeda Lipat Kayak Beli Sembako

Bonsaibiker.com – mas bro, memang fenomena speda lagi ngertrend sekarang. Bahkan Ngantri Sepeda Lipat Kayak Beli Sembako, bahkan kabarnya Ampek Jam 1 Malam. Nah menaggapi hal ini, Kata Warganet Ekonomi Sulit terdamp[ak Covid-19 itu Hoax! Aihihihi, ada-ada aja!

Ngantri-Sepeda-Lipat-Kayak-Beli-Sembako
Ngantri-Sepeda-Lipat-Kayak-Beli-Sembako

Yup mas bro, banyak warganet yang menyoroti terkait viralnya sepeda ini. Khususnya sepeda lipat. Mereka ini mengambil gambar bagaimana ramainya antrian warga untuk membeli sepeda ini, khususnya adalah Seli tau sepeda lipat.

Fenomena Ngantri Sepeda Lipat Kayak Beli Sembako ini misalnya saja seperti terlihat pada akun fb Andre Magis. Yang pada 14 jam lalu memposting gambar di atas, dengan statmen berikut ini:

“Ngantri mau beli sepeda Seli, kayak ngantri sembako. Di toko majuroyal sampai jam 1 malem baru selesai antrian. Di formula bike ciputat hari ini terjual 85 sepeda. Kenapa cuma 85? Karena stocknya gak ada lagi”

Ini menggmbarkan ramainya orang beli sepeda lipat di Jakarta-Tangerang mas bro. Khususnya di Ciputat. Jadi kemungkinan pembeli rela nunggu berjam-ram untuk antri. Kan cuman laku 85 unit katanya, setok cuman segitu, tapi kok sampai jam 1 Malam? Kan rada janggal. Mungkin sepedanya harus dirakit satu-satu. Penjual, kulakannya masih dalam bentuk part dan harus dirakit dulu. Mungkin begitu mas bro.

Sementara itu di daerah Joga, sudah sejak beberapa minggu ini sudah ramai goweser. Toko-toko sepeda diserbu pembeli bak sembako. Banyak yang ngjantri mas bro. Sebuah akun twitter @AZIZasgani memposting beberapa foto terkait antrian warga beli sepeda di Jogja. Foto tersebut dia ambil pada Senin (8/6/2020 lalu ). Ia menjepret foto tersebut di dua toko sepeda yang berdekatan di jalan Brigjend Katamso Jogjakarta saat dia melintas.

antrian-beli-sepeda-di-jogja
antrian-beli-sepeda-di-jogja

Menurut akun ini yang sempat diwawancarai wartawan, berdasar keterangan penjaga toko tersebut, beberapa minggu terakhir pembeli sepeda mblidak. Maka kemudian toko itu didatangi Satpol PP yang kemudian menganjurkan untuk menutup sebagian pintu guna mengatur pembeli yang masuk.Ya masih dalam masa PSBB mas bro, atau mungkin new normal, harus jaga jarak.

antrian-beli-Seli-di-Jogja
antrian-beli-Seli-di-Jogja

Sementara itu di Solo, 6 toko sepeda di Jl. Letjen S. Parman, Solo juga ramai diserbu pengunjung. Pemilik toko dan karyawan dikabarkan selalu sibuk merangkai sepeda. Pembelipun ramai berdatangan.

Toko Sepeda Kembar Jaya misalkan, pemiliknya yang bernama Aris, 34, menuturkan bahwa sebelum pandemi Covid-19, hanya lima unit per hari sepedanya terjual. Kini usai Lebaran yang masih di mas pandemi Covid-19, penjualan menjadi 20 unit per hari. Per hari rata-rata naik 300 persen bro.

Yup mas bro, namanya juga viral, makanya Ngantri Sepeda Lipat Kayak Beli Sembako. Ahihihihi.

7 thoughts on “Ngantri Sepeda Lipat Kayak Beli Sembako, Ampek Jam 1 Malam, Kata Warganet Ekonomi Sulit itu Hoax!

  • 17 Juni 2020 pada 15:17
    Permalink

    Yang antri beli sepeda Lipat itu adalah orang 1 % dari jumlah penduduk Indomesia……bro
    Dan mereka ya ta merasakan apa apa & ta memilki kepekaan dalam suasana Susah

    Dari pada antri beli sepeda sebaiknya …..uangnya untuk berbagi …nanti klo sudah kondusif boleh lah……Bro

    Balas
    • 18 Juni 2020 pada 09:58
      Permalink

      Belum tentu mereka tidak merasakan susah di saat pendemi ini, bisa jadi sebelum pendemi mereka bekerja giat, menabung dan menikmati hasilnya sekarang….
      Belum tentu mereka beli sepeda tapi tidak bersedekah, bisa saja sebagian besar mereka sedekahkan dan mereka hanya mengambil sebagian kecil untuk beli sepeda…..
      Jangan menilai orang dari ukuran diri anda sendiri….

      Balas
  • 17 Juni 2020 pada 15:21
    Permalink

    Satu persen orang kaya …..di Indonesia padahal di rmh sepda juga ga kepake cuma iseng iseng aja….bro
    Mobilnya aja cuma untuk pajangan….bro
    Apalagi sepeda bis antri ya paling sebulan bisen jadi bangakai dah …..itu dah biasa kita lihat kehidupan mereka
    Karena aku adalah Tukang keliling Beli Rongsokan
    Wkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkw

    Balas
  • 17 Juni 2020 pada 20:19
    Permalink

    nunggu versi bekasnya 😀

    Balas
  • 18 Juni 2020 pada 05:03
    Permalink

    Dengan bersepeda olah raga tetap jalan dan pastinya jaga jarak, yg beli semua kalangan, berbagi juga tetap jalan kelihatannya. Yo saling mendukung kebaikan, kerukunan, tetap berbagi .indonesia selalu sehat, tetap sehat. Semangaaat.

    Balas
  • 18 Juni 2020 pada 13:24
    Permalink

    Bersedekah di pamerin di jual di yutup jg tv buat balik modal lbh gede ……konsep sedekah biar diliat orang, dan sirik dgn orang yg bisa menikmati duitnya sendiri min ada saldonya …….sirik tanda orang …. ngk mampu toh

    Balas
  • 19 Juni 2020 pada 16:34
    Permalink

    @pak dra memang bacot tak bertulang tp jangan nuduh sembarangan, sampeyan sendiri sudah ngapain? nggowes enggak..sedekah n berbagi juga enggak..bondo sirik n bacot doang palingan yo

    Balas

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: