Buaya Ditangkap Warga di Babel

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, sebuah Buaya Ditangkap Warga di Babel, Panjang 4.8 M, Lha Dianggap Siluman! TKP penangkapan tepatnya di Desa Kayubesi, Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Buya dalam kondisi mati. Kemungkinan lantaran luka atau kelelahan saat ditangkap warga.

Buaya Ditangkap Warga di Babel
Buaya Ditangkap Warga di Babel

Mas bro, ikhwal Buaya Ditangkap Warga di Babel ini redaksi bonsaibiker mendpat berita dari fb Cak Yuen pada 18 jam lalu dengan postingan sebagai berikut :  

Konflik antara manusia dan buaya kembali terjadi di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kali ini seekor buaya yang panjangnya diperkirakan 4,5 meter ditemukan mati setelah dua hari dalam tangkapan masyarakat.

Predator yang usianya ditaksir di atas 50 tahun tersebut diduga mati karena luka jerat dan faktor kelelahan.

Berikut ini vidio Buaya Ditangkap Warga di Babel lalu dibwa menggunakan buldoser:

View this post on Instagram

buaya sepanjang 4.5 ditangkap warga di babel

A post shared by Bonsai Biker (@ucin99) on

Karena dianggap Siluman Buaya berbobot 500 kilogram dan panjang 4,8 meter ini pun dikuburkan dengan ritual khusus. Jadi mas bro, kabarnya warga dan dukun setempat menyakini bahwa buaya raksasa itu merupakan buaya siluman.

Karena anggapan ini mas bro, kepala buaya tersebut dipenggal oleh warga. Jadi, antara bagian kepala dan tubuh buaya dikubur terpisah supaya gak hidup lagi.

Sekretaris Desa Kayubesi, Junaidi, Kamis (6/8/2020) lalu mengungkapkan seperti dilansir detik:

” …buaya peliharaan (siluman). Kalau buaya yang bersalah, dipanggil dengan ritual khusus lalu memakan pancing. Bagi yang tidak bersalah, tidak akan kena walau dipancing.”

“Penguburan terpisah antara badan dan kepalanya……kepalanya dikafani, ditakutkan hidup kembali. Sebelum pemotongan, juga ada ritual ……”

Sering Ganggu Warga

Mas bro sekalian, Buaya Ditangkap Warga di Babel inilantaran dinilai kerap mengganggu warga. Yakni terutama yang memancing di alur Sungai Kayubesi. Buaya raksasa tersebut ditangkap warga, yakni dipancing menggunakan monyet dan dibantu pawang buaya.

Sementara itu Kepala BKSDA Bangka Belitung Septian Wiguna menyatakan pasca adanya informasi ini akan mengevakuasi buaya raksasa tersebut. Namun mas bro, Sekdes setempat menyatakan bahwa ada aturan adat setempat bahwa buaya in tidak boleh dievakuasi. Warga takut bakal kena musibah.