Jalan Desa Tanon Ditembok Akhirnya Dibuka

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, update berita nih. Jalan Desa Tanon Ditembok Akhirnya Dibuka lagi. Dan warga yang dibalik tembok akhirnya bisa lewat lagi.

Jalan-Desa-Tanon-Ditembok-Akhirnya-Dibuka
Jalan-Desa-Tanon-Ditembok-Akhirnya-Dibuka

Yup mas bro, sebagaimana artikel lalu di bawah ini :

Jalan Desa Ditembok Beton di Sragen, 10 KK Terisolasi, Konon Lantaran Jengkel

Salah satu warga di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen nekat membangun tembok herbel di tengah jalan yang memang itu adalah tanah keluarga yang oleh warga dijadikan jalan. Nah mas bro, pasca kejadian ini puluhan warga tidak bisa melintas dan harus memutar arah.

Aksi inipun kemudian viral di dunia maya mas bro. Dan belakangan dilakukan mediasi dan terjadilah kesepakatan lalu tembok itu pun langsung dibongkar.

Yup mas bro, menurut berita yang berkembang di media massa, bahwa dampak dari penutupan jalan tersebut membuat 10 kepala keluarga (KK) yang ada di seberang tembok tak bisa melintas. Mereka ini kalau mau keluar harus muter dulu sekitar 500 meter. Hal ini berdasarkan penuturan seorang warga yang bernama Rebin pada Selasa (4/8/2020) lalu.

Masih dari Rebin ini, pasca adanya mediasi di tingkat muspika, maka Jalan-Desa-Tanon-Ditembok-Akhirnya-Dibuka, tembok itupun dibongkar. Memang, sebelum pembongkaran tembok ini, sempat diwarnai negosiasi alot. Pasalnya mas bro, pemilik lahan menolak tembok yang dibangun untuk menutup jalan tersebut dibongkar. Ya memang itu pekarangan milik mereka. Namun belakangan akhirnya pemilik pekarangan setuju untuk memberikan 1 meter lahan sebagai jalan.

Kepala Desa Gading, Puryanto menyampaikan bahwa jajarannya telah melakukan upaya mediasi guna menyelesaikan kasus ini. Apalagi kasus ini sempat viral di dunia maya. Mediasi terlaksan dengan mendatankgan semua pihak terkait ke balai desa.

Jadi mas bro, pemilik tanah dipertemukan dengan bebagai pihak lewat muspika. Di situ sertifikat tanah, antara dua pelilik tanah yang dilewati jalan tersebut dipertemukan. Ahirnya lahir kesepakatan tetep ada jalan. 1 meter dari lahan Pawiro dan 1 meter dari lahan Parno. Jadi total lebar jalan dalah 2 meter.

Mas bro, memang Jalan Desa Tanon Ditembok Akhirnya Dibuka, namun ketika pembongkaran tembok, sempat terjadi ketegangan antara ahli waris Topawiro, Sonem dengan warga. Ahli waris ini masih belumlegowo nampaknya.

Jadi pak Kades ini menyatakan bahwa keluarga Mbah Sonem bersikukuh membangun tembok terebut. Pasalnya menurut keluarga ini jalan tersebut masuk di lahan warisan keluarganya. Namun syukurnya Jalan Desa Tanon Ditembok Akhirnya Dibuka mas bro.