Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, ini adalah Tips Setting Piston Aftermarket Agar Motor Kencang. Jadi ini khusus bagi mas bro yang suka ngacir dengan modal tipis. Gak harus beli moge, tapi motor bisa lari kentjcang. Tentunya kebanyakan ya pak piston aftermarket.

Tips Setting Piston Aftermarket
Tips Setting Piston Aftermarket

Nah, kadang bengkel modifnya kurang memahami rumus pemuaian logam, sehingga piston yang dipasang cepet rusak. Nah dalam tips ini menjaga agar piston bisa awet, kompressi gak ngempos, dan motor bisa lari kentjang. Oke mas bro, jadi Tips Setting Piston Aftermarket ini setidaknya bisa menjadi pertimbangan untuk diterapkan.

Tips Setting Piston Aftermarket

Yup mas bro, Tips Setting Piston Aftermarket ini disampaikan langsung oleh mas bro Arsya Arief ke group Bekakas (Bergejil Suka Motor Bekas) dengan statmen berikut :

Malem mbah, gejil mau sharing pengalaman dan secuil ilmu teknis yg gejil pelajari tentang jantungnya bekakas kita semua mbah, yaitu piston dan ringnya.
Sering terdengar apalagi di kalangan kita2 yang mau upgrade mesin motor tapi budgetan, pasti akan kecantol dengan merk F

M, yg menawarkan bermacam2 ukuran dan spek piston dengan harga yg asik buat kantong tipis. Namun sering kejadian yg namanya piston pecah saat digunakan, dan akhirnya jadi stereotipe kalau piston merk FM ini jelek atau ga tahan kompresi tinggi/rpm tinggi. Nyatanya ga selalu begitu sih setelah gejil pelajari .


Jadi seperti yg kita tau, mesin yg hidup akan panas, dan panas tsb akan membuat pemuaian logam2 didalam mesin. Salah satu nya adalah ring piston. Kejadian2 yg kebanyakan terjadi seputar jalur ring piston pecah dikarenakan pemuaian ring tsb, dimana setelah mencapai titik suhu tertentu, kedua ujung ring bertemu dan terus menekan akibat pemuaian. Akhirnya ring tsb tidak ada jalan lain melainkan menekan ke atas atau ke bawah, dan akhirnya memecahkan jalur ring nya.

ukur-ring-piston
ukur-ring-piston

Lajutan Tips Setting Piston Aftermarket


Setelah gejil baca blog milik pabrikan piston ternama Amerika: Wiseco tentang ring clearance, ternyata ring bawaan dari pabrikan terutama aftermarket (merk apapun), kebanyakan memberikan celah ring yg sangat rapat. Berbekal info ini dan alat ukur feeler gauge, gejil coba mengukur celah ujung ring kompresi atas dan bawah gejil di dalam silinder (seperti gambar/blog), dan didapat angka 0.1-0.15mm.
Gejil pun kembali ke blog tsb dan membaca lebih lanjut, dan didapatkan rumus2 sederhana utk menentukan celah ring tsb (ada di gambar). Gejil coba konversi dan kalikan angka tsb dengan diameter piston gejil (57mm x street 0.004in) dan masukkan ke rumus tsb. Gejil mendapatkan angka sebesar 0.23mm atas dan 0.285mm bawah, dan angka ini sangat jauh dibanding angka pabrikan.


Kalau motor berpendingin udara, angkanya dipatok lebih gede dikit enaknya mbah. Motor2 boreup kayanya harus naik ke angka X0.005in karena lebih panas yah. Beda merk ring juga pengaruh ya mbah, saya perhatikan ring RIK bisa menggunakan celah lebih kecil dari ring FM karena muainya lebih kecil, jadinya faktor pengali tersebut bisa dikecilkan. Maka setelah dibekali angka tsb, gejil pun mencoba untuk memapas kedua ring tsb. Teknik nya bisa dilihat di blog nya juga atau di youtube mbah, yg penting usahakan hanya 1 sisi saja yg dipapas dan harus rata agar ringnya dapat menyekat tekanan pembakaran dengan baik. Gejil papas perlahan, sekiranya setelah beberapa kali gesek gejil tes kembali ke dalam silinder. Hal ini dilakukan berulang2 sampai didapat angka target tsb. Bayangin aja ya kalo ngerjain mesin mobil yg lebih dari 4 silinder . Tujuan celah ring piston di setting ini agar didapatkan celah seminimum mungkin (rapat tapi tidak menabrak) pada kondisi temperatur mesin maksimal, sehingga bisa didapatkan kompresi paling maksimal juga. Celah yg terlalu kecil tadi akan menyebabkan ring menabrak, namun kalau terlalu besar akan membuat hilang kompresi juga. Pantesan kenapa kok piston ini di cap jelek, ternyata dari pabrikan celah ringnya terlalu kecil, akibatnya saat mesin panas ring nya sudah terlalu rapat, menabrak dan menekan jalur ringnya. Dan juga sering denger kalau yg merk BT juga mengalami masalah yg mirip meskipun pistonnya ngga pecah karena forged. Motor gejil mx king pakai piston fim 57mm, kompresi 13:1 dan digas sampai 12rb rpm tetap aman sampai sekarang mbah.

Lajutan Tips Setting Piston Aftermarket

Dari info ini, gejil sekarang selalu ngukur dan menyetting celah ring baru sesuai spek, baik ring merk apapun.
Dan saran gejil, kalau mau pakai piston FM ini, bisa dicoba digabungkan dengan ring NP atau R*K yg memiliki material ring yg lebih tahan muai, sehingga angka celah bisa dikecilkan dan lebih reliable gitu mbah..
Semoga secuil pengalaman dan ilmu gejil bisa membantu mbah2 semua. Jika ada kesalahan silahkan dikoreksi mbah
(Btw 7 piston yg dibelakang rusak bukan karena celah ring (udah diseting) tapi karena seal kruk as jebol oli gak naik )

Yup mas bro,demikian Tips Setting Piston Aftermarket Agar Motor Kencang. Semoga bermanfaat.