Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125 Bandung-Lembang PP

Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, pada hari Rabu, 09-03-2022 lalu, redaksi Bonsaibiker mendapatkan undangan untuk melakukan city riding, pada motor Yamaha Fazzio 125. Nah mas bro, sekarang kita sampaikan Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125 Bandung-Lembang PP, setidaknya bisa memberi gambara pada para pembaca sekalian terkait motor ini dari berbagai sisi, mulai dari Power, Ergonomi atau posisi berkendara dan pengendalian motor, style, dan fitur.

Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125
Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125

Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125

Yup mas bro, jadi ceritanya redaksi Bonsaibiker mendapatkan undangan untuk sesi test ride dari Yamaha Jabar yakni dari Markas Yamaha Jabar di daerah Soeta Bandung Ke Lembang pulang pergi. Nah dengan jalur ini tentu saja melewati beberapa jalur yang variatif, mulai jalur kota yang padat merayap, bahkan kadang-kadang macet, lalu kemudian terkadang melewati daerah pegunungan yang naik turun, berkelok-kelok dengan tikungan tajam, dan kadang pula melewati jelan lurus yang santai. Nah dari berbagai medan jalan yang berbeda-beda kita sampaikan review terkait motor ini.

Ergonomi Yamaha Fazzio 125

Pembahasan ini adalajh meliputi riding posisi, tinggi jok, kenyamanan berkendara, kenyamanan jok, shock brekaer dan sebagainya. Yup, kita mulai dari tinggi jok ya mas bro, ini adalah dengan melihat fakta bahwa tubuh official Bonsaibiker memang mungil, 164 cm dengan bobot 67 kilogram. Nah, kalau ngintip Fazzio yang tinggi jok 750 mm, maka bisa dipastikan kaki dengan mudah menyentuh tanah. Ya memang sihtidak seluruhnya menapak, rada jingjit sedikit.

Selanjutnya adalah posiisi berkendara, dimana setang, posisinya tak terlalu pendek ataupun tinggi jadi sedeng-sedeng saja. Maka dengan demikian tangan rider bisa dengan mudah meraih handel dari Fazzio Hybrid ini. Jadi bisa dikatakan bahwa saat berkendara, posisi badan tidak membungkuk, Hal ini ya mirip dengan skutik 125 cc Yamaha lainnya. Yakni dengan posisi berkendara hampir tegak sempurna.

Kalau kita intip motornya mas bro, joknya tidak terlalu tebal, dan kemudian ketika ditekan busanya gak terlalu tipis. Nah saat berkendara memang masih terasa agak kaku alias gak empuk banget sih, bisa dibilang cukup empuka aja ya. Namun, ketika riding dari Bandung-Lembang PP, dari pagi ampek sore, ternyata bokong tidak terasa pegal, gak panas juga ke pantat mas bro. Nah, dah gitu, handling dan pengendalian Fazzio terbilang ringan buat liak-liuk, baik di tengah kemacetan ATAUPUN di tikungan lembang yang banyak dan kadang ekstrim, ternyata tak membuat badan cepat pegal. Jadi motor ini enteng buat dipake meliuk-liuk lha wong beratnya juga cuman 95 kg, dan wheelbase yang tidak terlalu panjang. Jadi motornya lincah bermanuver.

Oh iya mas bro, untuk versi Youtubenya bisa dilihat sebagai berikut ya!

Nah terkait lengan ayun dan shock, nampaknya memang motor ini kalau dipake sendiri, shocknya masih terbilang kurang empuk. Kalau diapke boncengan memang baru terasa lembut. Jarak main suspensi depan rasanya tidak terlalu panjang maka waja kalau ada sedikit getaran di area setang. Kalau menghajara lubang yang cukup dalam saat berkendara nampak masih terasa . Btw, enak lho selalp-selip di berbagai situasi mas bro.

Sementara itu untuk pengereman, memang terasa nyaman, bisa dibilang memang empuk dan pakem. Jadi walau disc brake-nya kecil, namaun Secara umum, Fazzio 125 ini mampu menghadirkan handling dan kelincahan yang baik. Utamanya sibh saat dipakai untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari, baik ngantor, kuliah, belanja, dan sebagainya.

Power Yamaha Fazzio 125

Mas bro, dalam Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125 terkait power, kalau dilihat Spek Fazzio 125 ya memang terlihat walau 125 cc tapi motor ini diciptakan tidak mengejar power dan torsi. Intip saja yang berikut :

Power FAZZIO 125

DIAMETER X LANGKAH52.4 mm x 57.9 mm
VOLUME SILINDER124.86 cc
PERBANDINGAN KOMPRESI11.0±0.4
DAYA MAKSIMUM6.2 kW sama dengan 8,31434HP pada 6500 rpm
TORSI MAKSIMUM10.6 Nm pada 4500 rpm

Nah kita intip misal motor dengan cc yang sama punya merk sebelah:

Power
Honda Vario 125 eSP : 8,3 kW (11,122 dk) / 8.500 rpm
Honda Vario 125 lama : 11.3 PS (11,074 dk) / 8.500 rpm

Torsi
Honda Vario 125 eSP : 10,8 Nm / 5.000 rpm
Honda Vario 125 lama : 1.1 kgf.m (11 Nm) / 5.000 rpm

Nah, mas bro, terlihat kalau dibanding motor lain dengan CC yang sama, motor ini terbilang lebih inferior torsi dan powernya. Hal ini dilakukan lantaran motor ini dilabeli dengan istilah Hybrid, motor ini lebih mengejar keiritan daripada power dan trosi. Nah hal ini juga terasa saat dibejek di daerah lembang, dimana powernya memang harus merunut dari bawah, tak bisa spontan, tapi harus urut hingga ke power besar.

Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125
Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125

Konsumsi BBM Yamaha Fazzio

Mas bro, sisi lain Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125 ini bahwa, tag line Yamaha Fazzio adalah motor hybrid, jadi ya identik dengan keiritan, tidak mengandalkan torsi dan power. Dari pengetesan berbagai fihak yang telah melakukannya, diperoleh hasil variatif ya mas bro. Ada yang berhasil mendapatkan angka 1 liter BBM sanggup melahap 50 KM, lalu ada yang 60 KM, ada juga yang 69 KM, dan bahkan ada yang 75 KM per liternya, pokoknya irit rata-rata mas bro. Jadi rata-rata di atas 50 KM per liter BBM mas bro.

2 komentar pada “Testimoni Test Ride Yamaha Fazzio 125 Bandung-Lembang PP

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: