Ambisi Malaysia Kuasai Dunia Otomotif! Real Kah Menurut Sampean?

Brader sekalian, kali ini James Bons bukan bermaksud memprofokasi, namun hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg dan segudang pertanyaan seputar ambisi Malaysia untuk menjadi salah satu raja otomotif dunia. Nampakanya Malaysia bernafsu menguasai otomotif  dunia setelah India dan Cina sukses di pasaran otomotif dunia.

Sekedar flash back, beberapa catatan kurang sedap seputar rasa ultranasionalis atau apalah yang di gulirkan Malaysia sehingga mencaplok beberapa hal dari Indonesia seperti pulau Sipadan dan Ligitan, kebudayaan seperti lagu Rasa Sayange yang jelas-jelas berlogat Ambon, kebudayaan batik, reog dan lainnya.

Sekedar info juga bahwa Naza Blade 250 cc kabarnya bakal diekspor ke Indonesia padahal motor ini bermesin Hyosung 250 yang kini TPT-nya sudah terbit atas nama  Honley disemarang, akankah Naza beradu sama Hyosung padahal bermesin sama? Ini adalah yang mereka kalaim sebagai usaha untuk pertama merajai permotoran Asean dulu baru ke Asia dan Dunia.

Sekedar fakta bahwa Malaszia melancarkan serangan dengan motor-motor Demak yang menurut mereka saat ini sudah mewarnai jalanan berbagai negara di Asia mulai dari Iran, Srilangka, Nepal, Laos, Bangladesh hingga India. Keberhasilan Demak hadir di negara-negara tadi tidak lain karena harga jual motor-motor Demak tergolong sangat murah yakni antara Rp 5,4 juta sampai Rp 6,8 juta. Demak sendiri, saat ini sudah memiliki beberapa varian, dari bebek, skubek sampai trail. Hebatnya, saat ini Demak bersaing ketat dengan Modenas untuk menembus ke peringkat tiga pasar motor Malaysia di bawah Honda dan Yamaha. Pdahal Model-model Motor demak banyak menjiplak motor Jepan layaknya Minerva masa doeloe. Ada yang mirip MX seperti gambar di samping ini, ada yang mirip Astrea Prima,dan sebagainya.

Dan yang terakhir usaha spektakuler malaysia adalah semangatnya menggelontorkan sport murah bermerek Proton dengan nama Proton Lekir yang dibangun dengan mengadopsi tubuh  Lotus Europa ditambah sedikit modif. Konsep yang sama pernah pula dilakukan  Dodge dengan   konsep EV nya  yang juga menggunakan DNA Europa. Proton  Lekir didukung mesin turbocharged 2.0-liter atau mesin 1,6 liter dengan tenaga yang dihasilkan 220 hp. Sedangkan mesin asli Europa menggunakan 2 liter turbo yang disetel untuk menghasilkan 225 hp dan torsi 300 Newton meter. Kecepatan 0-100 kilometer per jam ditempuh dalam 5,7 detik dan kecepatan hingga 160 km per jam hanya 13,0 detik.

Ya mobil ini adalah copas dari Lotus karena memang sejak 1996 Proton memiliki mayoritas saham Lotus sebuah brand tenar asal Eropa. Proton mengambil alih tehnologi Lotus lalu memberinya logo Proton. Lotus yang semula dijual dengan Rp. 840 juta, kini setelah berembel-embel Proton hanya dijual separuhnya, Rp. 420 juta, woow fantastis.

Akankah Malaysia Sukses? Wah perlu pembahasan yang mendalam. Pasalnya Produk Demak seperti EVO-Z dan Spark jelas jelas meniru motor Jupiter MX dan Astrea Star (kduanya milik YMKI dan AHM -dulunya Federal Motor) nah dari faktor desain aja demak udah kena masalah khususnya bila pemilik paten Jupiter MX mengadukan karyanya yang ditiru habis oleh Demak! Begitu pula ketika Cina membuat Jiplakan SUV BMW lalu diekspor ke Eropa kemudian oleh BMW dibawa ke pengadilan dan terbukti Cina nyontek, kemudian ribuan mobil tersebut hingga kini masih ngangkrag di pelabuhan Jerman. Yang paling akhir si Lekir ini akakan bermasalah mengingat ini hanya jiplakan dari Lotus? Meski andaikata lulus secara hukum tapi imgae masih tanda tanya.  Monggo menurut sampean gimana?

Advertisements

41 Comments

  1. bangsa kita kebanyakan jadi komentator mbah. . . .
    padahal strategi itu terbukti manjur ditiru oleh bajaj dan proton.
    yang tidak malu mengakui bahwa produk mereka itu memang turunan dari kawasaki dan mitsubishi . . .
    regulasi pemerintah kita tidak berpihak pada pabrikan lokal, mau contoh? tengok aja penjualan kanzen . . . . miris . . .

    bangsa ini belum bisa menciptakan sesuatu ( otomotif tentunya )yang bisa membuatnya bangga .

    keep brotherhood,

    salam,

    • 1. pertama memang dukungan pemerintah
      2. selain itu butuh modal untuk riset, trus apa laku dipasaran ?
      3. bisnis selalu ada hitungan untung rugi, kalo masyarakat jepang memang bisa diajak memakai produk dalam negeri walaupun lebih mahal. lha disini ? pakai pertamax aja susah….

      kanzen adalah contoh nyata…. ayo ramai ramai kita beli kanzen…

  2. Cita2 sih boleh2 aja tapi kan belum tentu tercapai….tapi yang penting sdh ada keinginan

    Benul…eh betul kata Bro SG
    Pemerintah kita masih terlalu bangga menggunakan produk luar dan malu menggunakan produk lokal….
    Coba kalo produk lokal (khusunya otomotif) didukung penuh oleh pemerintah…..dijamin dagh bakal sukses. Itu produk malaisia gak akan laku di Indonesia

  3. hehehe,, miris liat poroduk otomotip di mari khususnya mobil, contoh kardus, eh,, kasus, mobil esemka, model dah lumayan lah,, dari pada lumanyun,, tapi dari sisi harga nggak masuk untuk produk yg masih mencari pasar,, muahal buanget,, mending ambil ambil homosek jepun, yg udah di jamin kwalitasnya,, satu lagi, kasus mobil tawon,, kalo yg ini gimana ya mengungkapkanya,, ya sedih,, ya ketawa,, sedihnya masak putra bangsa kita nggak bisa mendesain tampilan yg agak enak diliat,, bahasa kapung ane eye chaching gitu,, dari dua kasus diatas,, gimana kita mau cinta ama poroduk otomotip sendiri,, yah,, ini lah bangsa kita,, bangsa konsumen,, wong jarum pentul wae tuku karo negoro cino,,,

  4. kulonuwun,

    “Yang paling akhir si Lekir ini akakan bermasalah mengingat ini hanya jiplakan dari Lotus?”
    =============================
    trus ternyata proton adalah
    ==============================
    “sejak 1996 Proton memiliki mayoritas saham Lotus sebuah brand tenar asal Eropa. Proton mengambil alih tehnologi Lotus lalu memberinya logo Proton.”
    ===============================
    kalok dilihat terhadap presentase kepemilikan saham, berarti bisa disimpulkan kalok proton gak njiplak dong masbons. Berarti proton menjual barang dia sendiri tho. coleg mawon inyong yen kliru (CMIYK)

    zwingggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhh

  5. @mercon #11

    Bedanya Indonesia dengan mereka (china, india, bahkan Malaysia) dalam hal produksi otomotif lokal adalah dukungan dari pemerintah…. bisa dibilang dukungan dari pemerintah untuk produk otomotif lokal = 0

    beda dengan negara negara tersebut diatas, bahkan Proton, walaupun dibelit kerugian yang cukup besar tetap disokong oleh pemerintahannya.

    Untuk Esemka pun dukungan dari pemerintah sepertinya setengah-setengah, padahal effort dari swasta (ex pt. timor) yang mendorong proyek ini tidaklah kecil, bahkan mereka (swasta) bersedia membuat cetakan / casting blok mesin dengan logo esemka.

    Untuk produk mobnas lainnya hampir dikatakan dukungan dari pemerintah, terutama pemerintah pusat hampir dikatakan tidak ada. Coba bro join grup facebook Asia Nusa, ( http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=328098202540 ) disana berkumpul seluruh produsen mobnas selain Esemka, Ada AG-Tawon, GEA, FIN-Komodo, Boneo, Kancil, WAKABA, MERAPI & ITM. Untuk dukungan dari pemerintah, paling yang sudah sedikit memberikan pengakuan adalah Pemda Banten yang mendukung AG-Tawon, karena basisnya memang di Banten. Selain itu juga yang mempunyai basis produksi yang cukup kuat adalah GEA yang diproduksi PT. INKA.

    Untuk desain yang sudah lumayan mendekati keinginan pasar adalah desain dari GEA versi terbaru dan Boneo MICTAX.

    FYI, untuk mobnas Komodo yang mengambil segmentasi Offroad, sampai saat ini indennya sudah mencapai 3 bulan…..

    http://mobil.otomotifnet.com/read/2011/03/26/317488/41/7/Wow-Inden-Mobnas-Komodo-Sampai-Tiga-Bulan

    udah ah… kepanjangan….

  6. real ajalah…toh malaysia bisa membuktikan ambisinya di dunia otomotif dengan segala produknya, sementara indonesia? nah kita musti obyektiflah dalam hal ini

    ckckckckck….

  7. salut buat malingsia…walaupun niru2 tapi akhirnya punya sesuatu yg di banggakan. Kita tengok negara kita….tidak ada motor nasional. mobil nasional ada tapi sekedar tawon yg ditertawakan malingsia. Pemerintah dan swasta malingsia punya kelebihan melobi ATPM untuk menularkan ilmu mereka sehingga pada akhirnya malingsia memiliki produk2 otomotif nasional. Indonesia sejauh hanya menjadi pasar empuk bagi ATPM2 luar negeri.

  8. proyek bimantara dan timor yg semestinya bisa menjadi proyek mobnas justru di hancurkan sendiri oleh oknum2 yg tdk memiliki nasionalisme. terlepas bahwa proyek tsb terkontaminasi kkn, mestinya para pemimpin negara bisa lebih arif bertindak untuk menyelamatkan proyek tsb. Sementara malingsia telah merilis exora tipe terbarunya , kita masih sibuk berkutat pada si tawon yg gak kelar2…

  9. padahal kanzen dulu klo g salah udah bisa bikin prototype motor hybrid yg pake gas ama bensin n kanzen sasori klo g slh namanya skutik sport yg mdlny jg keren syng g dikembangin lagi,sama satu lagi kanzen yg pindah giginy pake tombol dstang ky VFR1200

  10. Lha bagaimana bangsa ini mau maju, kalo ternyata lebih cinta produk luar negeri, “Chaya chaya chaya ‘ adalah contoh yang paling baru.

  11. kyanya masih jauh untuk berambisi kuasai dunia otomotif ,walau kita lebih jauh,cara praktis ya beli saham otomotif dunia tempelin sutiker mercon xixiixi

    untuk saat ini jangan beli produk malingsia !!!

  12. orang indo gak bangga dengan produknya sendiri..lebih bangga pake produk asing…yang salah ya kita-kita ini yang gak mau berubah

  13. salam dari malaysia..

    saya akui banyak masih banyak kelemahan yg perlu diperbaiki oleh negara saya untuk menguasai pasaran automotif.tetapi walaupun perlahan,tetapi ia adalah satu yang pasti! kita lihat jepang,tahukan kita negara jepang telah meniru teknologi bangsa eropah selama 150 tahun untuk mengeluarkan kereta petrol pertama mereka?dan jepang masih meniru hingga saat ini dan memperbaiki teknologi luar untuk terus maju.. jadi,bagi saya,ga salah meniru untuk maju..jatuh atau bangun perkara kedua,tetapi azam untuk maju dan meninggalkan pesaing-pesaingnya sangat teguh dalam hati orang malaysia seperti saya.

    salam kenal!

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan, Isian Kolom 3 Pake http://www.... Bila Susah Kosongin