Riding Tersesat Di Daerah Hutan Pegunungan Sumedang-Subang Jam 12 Malem | Bonsaibiker

Riding Tersesat Di Daerah Hutan Pegunungan Sumedang-Subang Jam 12 Malem

Melanjutkan kisah touring lalu ‘Magetan-Jakarta’ lewat Jalur selatan dimana Tiger Camry punya James BOns hampir ditabrak ban lepas di daerah hutan pegunungan Majenang. Nah selepas itu James Bons melanjutkan perjalanan ke Banjar hingga Ciamis yang kemudian langsung bablas ke Tasik. Tetap perjalanan ini James Bons ditemani kakanda tercintan mas Mansur, dengan mengandalakan kemauan saja, tak perduli waktu, rute, dan tarjet. Yang jelas kemauan membawa kemana,ngantuk dimana disitulah kami berjalan atau istirahat. Kebetulan saat itu kami tiba di Tasik sekitar jam 9 malam. Langsung melanjutkan tradisi ‘ngising bersama’ hahaha karena gak ada sungai kamipun melaksanakan hajatini di toilet Masjid Agung Tasik, seebelum kemudian ngisi perut di warung sekitar Alun-alun tasik.

Selepas dari tasik kami lanjut menelusui jalan ke arah bandung lewat nagrek, weeww gelap gulita ternyata di nagrek. Jarang sekali berpapasan dengan kendaraan lain, SEkal-kalinya ada kendaraan adalah truk yang mogokdi pertengahan nagrek. Yup selepas nagrek mungkin di daerah Cicalengka kami menjumpai pertigaan dimana ke kiri ke Bandung lalu ke kanan ke ikampek via Sumedang-Subang. Dengan tak banyak mikir karena kami sama-sama pernah lewat Bandung yawis kini nyoba ke kanan lewat Sumedang-Subang.

Haha selepas jalur besar itu ternyata kami menjumpai jalur kecil nan suepiiiiii, sejauh mata memandang hanya gunung besar dan kecil yang gelap tak ada pengendara satupun yang kami temui, sesekali sekitar 15 menit baru ada menjumpai kendaraan lewat, alamak. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Sesekali kami jumapai perkampungan dimana penghuninya telah tertidur lelap. Senang juga ahirnya kami jumpai ada yang punya hajat yakni kawinan sehingga di sela-sela heningnya malam wilayah pengunungan kami temui dangdut hahah mayan bisa mampir ke warung kopinya untuk menghangatkan badan. Boleh jadi kami waktu itu berada di daerah SIndanggalih menuju jalan besar Bandung-Sumedang. Setelah melewati jalan berkelk-kelok naik turun pegunungan didinginnya malam, kamipun tiba di jalur besar Bandung-Sumedang yang selanjutnya melanjutkan ke Sumedang.

Dari Sumedang ke arah Subang inilah daerah paling serem, udah saat itu jam 12.30 malam, dareahnya pegunungan, sepi sunyi dan bukan jalur utama lagi. Bahkan kami seringย  jumpai pertigaan yang tak ada penunjuk jalannya. Boleh jadi saat itu kami di Karang bungur atau Jalan cagak di pertngahan antara Sumedang-Subang. Mmm alamak, hampir kami putus assa, tak ada rumah, tak ada penunjuk jalan, tak ada orang yang bisa ditanyai, yang ada hanya suara jangkrik, belalang serta bukit-bukit beserta pepohonan yang membisu, boleh jadi ada hantu yang mungkin malu untuk menampakkaan diri karena takut kami tanyai dan nggak bisa jawab hahahaha. Dinginnya malam ditambah udara pegunungan semakin menusuk badan brrrrr hffofof tak ada warung kopi.

Kami hentikan langkah motor ditengah gelapnya malam yang sunyi sambil bristirahat mencar inspirasi. Ahhh, sungai terlalu curam dan jauh dari jalan, sehingga tradisi ngising bersampaun tak bisa kami lakukan. Lampu listrik kampungpun tak jua terlihat karena saking jauhnya. Lalu kami hanya merebahkan badan kami diatas rumput yang mulai basah oleh embun malam. Kami pandang langit yang penuh bintang, bulan nampaknya telah tidur, mendung pun juga malasbergeraksehingga terlihat jelas bitang-bintang oww kini tak ada yang bisa mengganggu kami untuk berhayal. Ya, kami merasa begitu dekaat dengan langit-oh dimana Tuhan, kami merasa dekat tapi teteap tak mlihat.

Beberapa saat kami terpana dengan keheninga malam itu, lalu kami baru sadar telah menghabiskan waktu beberapa jam di situ, taku pagi segera tiba sementara kami ditengah belantara, hahah taku dikira orang gila, jikalau paginya kami tidur diatas rumput jauh dari perkampunga itu.
Bersambung.

Advertisements
%d bloggers like this: