Sebuah Kritikan Dari Muslim Hindia Untuk Kita | Bonsaibiker

Sebuah Kritikan Dari Muslim Hindia Untuk Kita

Sebuah Masjid di India telah diruntuhkan oleh sekumpulan pelampau hindu, namun solat berjemaah mereka tetap penuh.

“Mereka boleh membinasakan masjid kami, tapi tidak iman kami.”

Di Malaysia dan Indonesia, masjid2 berdiri megah.. Namun? Kipas dalam masjid lebih banyak daripada orang yg solah berjemaah.. Apa alasan kita untuk tidak pergi solah berjemaah?? tepuk dada tanya iman.

Advertisements

39 thoughts on “Sebuah Kritikan Dari Muslim Hindia Untuk Kita

    miris,,
    sudah seharusnya kita berdayakan kembali masjid-masjid kita, jangan hanya membangun yang megah, tapi yg lebih penting, di isi,,, cmiiw

    Jleb! Kisah yg Dalem pak bons…

    bambang
    on said:

    penuhnya cuman pas solat jumat
    itupun hanya di jumat kliwon

    susah di kita banyak kiyayinya banyak ikut politik jadi di hamil duluan dan lain-lain di anggap lumrah

    Joko
    on said:

    Maaf nih, non muslim ikut komentar :
    Kalau di Indonesia, mau beribadah (baik di rumah pribadi maupun di rumah ibadah) ijinnya bukan sama Tuhan, malah sama orang. Jadi di tempat kita, Tuhan sudah dikudeta sama manusia.

      di luar indonesia jauh sana juga sama, mau mendirikan tempat ibadah juga harus minta ijin manusia…

        kodokijo
        on said:

        Bro, mau bangun tempat ibadah emang hrs ada ijin, tapi dari pemerintah. Diriin bangunan apapun tetep hrs ada ijinnya. Di negara kita ini, biar kata udah dpt ijin dari pemerintah pun tetep aja bisa didemo ama warga, padahal warga yg demo itu kaga tinggal deket sekitaran lokasi tersebut, dan kaga mengganggu/merugikan mereka juga. Piye tho??? Jawab sendiri deh ye… :mrgreen:

        he3 … soal ijin di ind******, saya mau cerita.
        2 kali saya dapat cerita dari orang yg sama, dlm kasus beda, intinya
        sebelum peradilan : tawar menawar harga dilanjutkan pembuatan skenario sinetron
        peradilan : shooting sinetron
        catatan: Tidak semua seperti itu, tapi yg jelas tidak semua juga tidak seperti itu

      kodokijo
      on said:

      Sdh lumrah itu bro di sini, maklumin aja deh. Untungnya di komplek saya kaga sampai segitunya, soalnya dominan yg seiman semua, hehe… salam damai…

      ikhlash
      on said:

      mungkin itukarena didaerah anda sedang kondisinya rawan, jadi untuk ibadah juga mesti ijin orang tua atau rt,tetapi untuk ibadah yang penting ikhlas dan sesuai aturan kitabsuci alqur’an..

      Karena segala macam bangunan harus punya ijin pendiriannya. Bahkan hanya untuk hidup pun bangunan itu harus ada ijinnya. Pasti masih ingat kalo ada sesuatu yang bernama IMB untuk mendirikan rumah. Apakah ini artinya manusia akan mengudeta Tuhan yang membuat hidup manusia?
      Tapi kalo masalah kudeta mengudeta, pastilah ada yang lebih paham karena memang sudah ada yang “mengudeta” Tuhan.

    mayoritas islam ktp, ..
    oleh karena itu karena sebagian besar komentator adalah muslim biker muda yang potensial, adalah sangat baik kalo dengan blog2 seperti ini kita bersama-sama memperbaiki keimanan dan ketaqwaan diri kita masing2, karena generasi muda sekarang adalah cikal bakal negara di masa datang. Mau jadi apa indonesia, potretnya ada pada diri kita sekarang.

    kudalumping
    on said:

    hmm..
    Jujur ki aku.. males..
    🙁
    Padahal mejid mung 50 meter ko omah. Ckckck

      ikhlash
      on said:

      nah yang ginian,cobalah anda memaksakan diri untuk mulai kemesjid,meluangkan waktu agar nanti terbiasa…..

    karena mayoritas kita berpikir “ibadah di mana saja toh sama saja”

    malu pd diri sendiri..

    opanowski
    on said:

    mungkin kao banyak mesjid yg hancur baru pada rajin ke mesjid kali yach . . . jangan sampe d . . .

    alhamdulillah di mesjid deket rumah kalau subuh minimal 2 shaf mbah. . .

    keep brotherhood,

    salam,

    Masak sih Om ? Sejauh yang saya ketahui (tidak bisa digeneralisir sih), Masjid di Indonesia selalu penuh ketika sholat Jumat. Sedangkan di Malaysia, memang penduduknya sedikit, sedangkan rata-2 masjid di Malaysia besar dan megah. cmiiw.

    kodokijo
    on said:

    Itulah yg namanya ‘IMAN’. Takkan ada sesuatu apapun yg bisa menghalangi org2 beriman utk menyembah dan memuliakan ALLAH.

    Umat agama lain bilang, susah mendirikan tempat ibadah di Indonesia. Nah lho, sama toh di luar negeri juga bila muslim jadi minoritas.

    yukk ke masjid

    ncup
    on said:

    endonesa….negara muslim terbesar…..tpi mngkin dngan keimanan terkecil
    agama masyarakt, mncerminkan agama pmerintahnya….
    klo agam rkytnya bobrok dkrnakan agama pmrntahnya bobrok…

      kl pendapat saya terbalik masbro … pemerintah mencerminkan rakyatnya…
      kepala kelurahan yg money politic tidak akan menang kl rakyat di dapilnya tidak merestui dengan tindakan nyata menolak uang money politic

    NewComer
    on said:

    Ntar ahh…nunggu om bons dulu…

    sama om…jemaat GKI yasmin juga tetap beribadah di pinggir jalan walau gerejanya dittutup umat mayoritas :mrgreen:

    @ALL
    ya memang hanya sbuah potret fenomenaskedar untuk pengingat kita saja, selbeihnya monggo saja kita mau gimana Allah memberi kitapilihan

    stavol
    on said:

    yah namanya minoritas harus tau diri, dan yg mayoritas jangan lupa diri..
    pengalaman sy waktu di papua (timika), gereja disana sangat banyak. tp bukan berarti jemaatnya juga sangat banyak loh.
    disetiap lokasi jika sudah ada rumah penduduk pribumi ( meski cuma 5 kk) maka akan di bangunkan gereja. padahal tiap minggu selalu kosong.. (kenapa bs kosong? 🙂 )
    Masjid cukup banyak tp tdk di sembarang tempat. Hanya di daerah yg benar2 banyak muslimnya (bugis-buton-jawa).

    Ayu Mustika
    on said:

    semoga keadaan ini menggugah hati kita selaku muslim di indonesia

    http://www.batu-mustika.indonetwork.co.id/3140504/mustika-pengasihan-cahya-rembulan.htm

    Mungkin karena kita menyepelekan sholat berjamaah.. 🙂

    bener bro…salam damai
    Fenomena itu bukan hukum.
    fenomena: sebagian besar muslim indonesia sebagai populasi muslim terbesar di dunia tidak sholat komplit 5 waktu
    hukum: sholat 5 waktu wajib
    konklusi: bukan berarti hukum sholat 5 waktu menjadi tidak wajib kan, fenomena umat tidak mengubah hukum itu sendiri
    Yang jelas dari intern ajaran Islam sendiri diriwayatkan dengan sanad keilmiahan yg syah
    Nabi SAW melarang mengganggu kafir dzinmi (kafir yg tidak menggangu). “Mengganggu mereka sama saja dengan menggangguku”
    Om Bons n masbro yg laen, tolong dibenarkan ejaannya kl salah.
    Itulah hukumnya. Kl fenomenanya laen, ya lihat konklusinya berarti.

      ikhlash
      on said:

      ya bedul,jangan suka mengganggu kafir yang gak mengancam muslim, karena itu sama aja mengganggu mulim itu sendiri, kenapa seperti itu ???? ya itulah makanya islam disebut rochmatan lilngalamin, jadi muslim gaboleh cari garagara dengan alassan apapun,apalagi main bom,teroris, brutal pake membela islam segala,itu kurang tepat cobalah sabar dan berfikir lebih maju dan instrukpeksi diri masihkah ada salah pada dirikita? sudah benarkah sholat kita? dan ingat lah dosa yang kita punya, jangan takabur, itu semua dilarang agama,sekarang bukan jamannya perang face toface, tapi cukuplah deplomasi, sekarang umumnya orang muslim sering mengatasnamakn islam tapi sholatnya gatahu tuh.

Monggo Tinggalkan Komen Sini Gan

%d bloggers like this: