Tuhan, Aku Memang Jahat dan Sesat | Bonsaibiker

Tuhan, Aku Memang Jahat dan Sesat

Aku. Menjadi biker aku selalu ingin menyalip mendahului orang lain bahkan tak jarang ku klakson keras-keras pengendara lain jika tak mau minggir, dan kalau perlu kupepet motornya hingga menyrempet. Mmm alangkah egosinya aku.

download (8)

download (8)

Aku. Menjadi blogger cuman hanya bisa berkoar-koar menyindir ATP, kukatai operpreet, kukatai tidak safetuy, kukatai jadul dansebagainya, lalu aku juga hanya bisa menyindir pengendara, menggurui pembaca, mengarang-ngarang cerita, dan sok pinter. Bila ada wacana dari blogger lain yang tak senada, kukecam, kukritik, bahkan kucaci, bila ada barang hangat kuangkat demi hit. Hemm alangkah jahatnya aku.
Aku. Menjadi komenetatorpun aku hanya mem-BC, memaki, menyalahkan. Tak jarang kupojokkan si blogger, kusalahkan blogger, kubilang ia tak becus bikin artikel, kumaki-maki si blogger dengan kukatai bodoh,tolol, dan sebagainya. Aku puas bila telah mengata-ngatai sebuah produk, aku puas setelah menjatuhkan mental si penulis, aku tertidur pulas setelah seharian bikin orang pusing penasaran. Mmm alangkah kotornya otakku.
Aku. Boleh jai aku muslim, boleh jadi hanya itu yang tertera di KTPku. Namun tetap saja aku berbuat dosa, tetep saja hatiku dipenuhi rasa iri, dengki, takabur, dan sering mengembangkan sifat permusuhan. Kusuruh orang begini, begitu, sementara aku hanya omong kosong semata, masih jauh dari haq. Tak jarang kukatai kafir pada orang yang tak sepaham denganku, kufonis sesat bagi yang tak sama penafsiran denganku, padahal yang paling benar hanya Allah Tuhan sekalian alam. Ahhh alangkah sesatnya aku.
Aku. Ribuan mata memandangku, ribuan telinga mendengarku, aku hanya bisa berkata-kata, yang tentunya berat risikonya. Padahal Allah telah berkata :
$$ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ $$
“Dosa besar bagi yang mengatakan saja tanpa mengerjakan”
Ratusan tahun yang lalu hidup seorang pendosa sepertiku.  Seorang pemabuk, penggunjing, pembohong, dan bejat. Tiap ada kabar wanita cantik di sebuah negeri, ia datangi wanita itu, ia rayu hingga menghalalkan sejuta cara sampai dapat, lalu ia gauli wanita it dan kemudian ia tinggalkan, begitu seterusnya. Tangannya hampir tak pernah lepas dari sebotol minuman memabukkan yang menjadi kebanggaannya. Namun ketika meninggal, dibawah bantalnya terdapat sebuah syair :
اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً٭وَلاَ أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةًً ًوَاغْفِرْ ذُنُوْبِي٭ فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga Firdaus,
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku,
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar,

Dialah Abu Nuwas, yang diriwayatkan sebagai orang yang penuh dosa, namun sebagai manusia, tetap ia takut neraka. Beginilah sebuah potret manusia, yang hal ini bisa saja terjadi pada saya, anda, atau bahkan kita semua. Ini hanya sebuah potret, atu bejana, atau cermin untuk berkaca, bagaimana diri kita. Oh Tuhan ampunilah dosadosa kami, tunujkkanlah pada kami jalan yang lurus,  amin.

%d bloggers like this: